Saat ini Earth sudah berada didekapan kakaknya Bright, rencananya gagal total akibat kakaknya lebih lincah dari dirinya.
Pokoknya ini semua salah syaiton no debat batin Earth menangis.
Tubuh Earth diangkat oleh kakaknya menuju ruangan yang sangat membuatnya trauma, cukup kejadian saat itu saja dia tidak mau mengulangnya lagi.
"LEPAS KAK EARTH GAK MAU!" jeritnya sambil menangis, kaki-kakinya ia tendangkan taktentu arah.
Bright serta ayah yang mendengar serta melihat itu hanya mengabaikankan nya.
Pintu ruangan itu terbuka terdapat banyak bercakan darah didalam nya, entah beberapa orang yang terbunuh di dalam ruangan ini,
Earth memberontak dengan keras, berharap bisa lepas dari hukuman ini tapi apa daya Earth? ia hanya makhluk lemah yang harus merasakan lagi sikap dari keluarganya ini.
Sungguh, Earth menyesal melakukan self harm jika saja ia tidak melakukan hal itu mungkin saja Bright dan ayah nya yang sekarang tidak pernah ada.
mungkin saja saat ini ia sedang bermain di taman bermain.
" Kak udah kak ampun hiks"
"Earth janji gak bantah lagi kak hiks" Earth menangis sambil memohon dikaki kakaknya.
"Hm? ampun kamu bilang?" tanya Bright yang langsung mencengkram dagu Earth erat.
Earth hanya menangis ia menggosok kan tangannya ketakutan memohon permintaan maaf kakak dan ayahnya itu.
"Kakak ampun kak hiks"
"Ampunin Earth kak"
"Earth janji kak"
"GAK ADA AMPUN BUAT KAMU EARTH, "
"SINI KAMU!" jambak Bright kepada Earth.
Bright menjambak rambut halus Earth dengan keras tidak perduli dengan ampunan dan jeritan yang Earth berikan pada Bright.
Bright hanya diam begitu juga dengan ayah, mereka benar-benar emosi untuk saat ini.
Bright mendorong Erath masuk kedalam Bathtub yang sudah berisi air dingin yang pastiny sudah ia siapkan untuk menghukum adek nakalnya ini.
Dimasukkan Seluruh badan Earth kedalam bathtub itu sampai-sampai Earth tidak bisa bernapas didalam air itu.
"Ka-hmp"
Dorong kaki bright ke kepala Earth.
Earth memberontok keras, seluruh badan serta ia gerakkan agar bisa menghirup napas dengan baik.
tapi apa daya?
Kakaknya menekan kepala Earth dengan salah satu kakinya itu,
Tak lama itu Bright melepaskan kakinya, Earth pun langsung mengambil napas dengan terengah- engah.
"Mau lagi hm?" tanya Bright.
Earth langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat.
"Ampun kak."cicit Earth dengan pelan.
"Mau mengulanginya lagi hm?" Bukan Bright yang menanyakan itu tetapi Alex yang dari tadi hanya melihat hukuman Bright.
Alex datang taklama Earth dimasukkan kedalan bathtub, melihat hukuman Earth dengan tatapan datar bersama sang ayah disampingnya.
"Eng-gak hiks Earth janji."
Bright pun hanya mengangguk lalu menggendong Earth dengan kedua tangannya.
Makasi yang udah support
kalo aku rasa makin nurun aku unpublish aja kali ya?
mkasih votenya spam komen nya.
aku aga gak percaya diri gitu tapi makasih buat yang udah dukung.
ini aku hrus next ga?
sebenertnya mau double up tapi maaf ya blom bisa.
semoga bisa besok, makasi dukungannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hurt
Novela JuvenilEarth hanya ingin bebas, tidak ada pikirin di dalam otaknya mengenai hal-hal buruk itu. Tapi apa yang bisa Earth lakukan, ia selalu saja dihukum seperti dirantai dan lainnya tetapi mereka selalu bilang sayang kepada dirinya. Thanks buat vote sama ko...
