Seperti hari-hari sebelumnya bahkan bertahun-tahun yang lalu. Aulia selalu sengaja melewati rumah ini, rumah ibu Rizky berharap bisa melihat atau membawa pulang sang buah hati. Namun, sejak dulu ia tak pernah melihat rumah ini menampakkan aktivitas seseorang di dalamnya. Hanya satpam penjaga yang berada ditempatnya sempat berfikir untuk bertanya namun keberaniannya tidak sebesar harapannya untuk bisa bertemu sang anak.
Dengan mantap ia pun menghampiri pagar rumah megah tersebut.
"Permisi.. Selamat Siang!" Teriaknya karna dia meyakini suaranya yang kecil mampu didengar oleh satpam tersebut. Tak lama kemudian, datang satpam rumah menghampiri Aulia.
"Ya? Ada yang bisa saya bantu?" Tanyanya.
"Pak Rizkynya ada?" Tanyaku.
"Pak Rizkynya pindah keluar kota bu sama nyonya besar sama cucunya juga. Udah 5 tahun yang lalu kalo tidak salah." Aulia shock mendengar hal tersebut dan membuat air matanya jatuh begitu saja. Sia-sia semua usahanya untuk bertemu sang anak kalau Hanan pun sudah dibawa pergi oleh Ibu Rizky.
"Kalau boleh tau, mereka pindah kemana yah?"
"Ke Surabaya mbak. Emangnya ada perlu apa yah?"
"Oh nggak pak, ada yang mau saya bicarakan sama beliau. Eh.. satu lagi pak, mereka nggak akan kembali lagi kesini?"
"Kalau kesini cuma kalau ada acara aja, kadang juga tiba-tiba datang." Jelasnya
"Kalau begitu terima kasih yah pak. Saya pamit dulu."
Aku berjalan menuju kendaraanku dan bergegas kembali ke rumah.
++++++
Aulia POV
Apakah sudah tidak ada harapan lagi untukku bisa bertemu dengan anakku sendiri?. Surabaya, kota kelahiran Rizky. Aku tidak mungkin bisa pergi kesana, Surabaya bukan kota yang kecil untuk mencari seseorang dengan bekal nama saja. Aku ingin sekali sebenarnya kesana namun aku tidak tahu pasti dimana mereka tinggal dan apa mereka masih tinggal juga disana.
Aku berjalan menuju ke sebuah toko. Toko kue yang ku rintis dari 2 tahun yang lalu walau masih kecil tapi inilah sumber penghasilanku. 2 tahun bukan waktu yang sebentar untukku bangkit dari segala keterpurukanku. Awalnya aku berjualan keliling sambil jalan kaki sesekali melintas di depan rumah itu berharap aku dapat melihat Hanan walau dari jauh namun aku tak pernah melihatnya.
Setiap hari,penghasilanku selalu kesisihkan untuk menabung untuk membuat toko yang layak atau membeli sebuah sepeda untukku berjualan. Lama kelamaan tabunganku cukup untuk menyewa sebuah toko kecil berlantai 2 yang bisa aku gunakan. Sekarang aku memiliki 2 karyawan yang membantuku di toko dan aku pun ikut membantu di dapur.
Saat memasuki toko, Risa nama salah satu karyawanku yang bertugas di kasir tersenyum padaku.
"Selamat Pagi Kak" sapanya, sambil membalas senyumnya.
"Pagi juga Risa, apa ada pesanan hari ini?" Tanyaku
Di tokoku ini selain menjual kue yang sudah kami sediakan, aku juga menerima orderan untuk jumlah yang besar. Hitung-hitung menabung untuk modal kedepannya.
"Ada kak tapi untuk 2 hari kedepan"
"Pesanannya apa aja?"
"kata yang pesan, kuenya terserah dari kita aja yang pasti jumlahnya 400. Terus juga simpannya di tampah gitu kak."
"Waduh kalo sebanyak itu kita kurang orang nih bikinnya. Terus gimana dong?" Aku terus mencoba mengingat orang- orang yang dapat membantu.
"Biar nanti aku tanya adik-adik aku aja kak, mereka juga sekarang lagi senggang gak ada kerjaan."
"Oh yaudah kalo gitu besok siang kita mulai aja bikinnya, gimana?" Tanyaku.
"Boleh kak, tapi kakak tanya si Galih nanti dia kaget lagi kayak waktu itu." Galih itu yang bantu aku di dapur kalau bikin kue, dia katanya jurusan Boga di SMKnya dulu. Jadilah aku mengangkatnya jadi Koki di tokoku.
"Oh iya, nanti aku sampein deh. Nanti dia pingsan lagi kayak waktu itu."
Aku dan Risa pun tertawa mengingat kejadian waktu itu yang kita lupa kasih tahu Galih kalau ada pesanan banyak jadi waktu hari H nya dia kaget, kami kalau ada pesanan banyak langsung tanya Galih karna kita harus siapin fisik yang betul-betul prima karna kami begadang semalaman untuk buat kuenya.
-------
Hai guys...
Kita jumpa lagi, 4 tahun sejak terakhir aku update last chapter cerita ini. Chapter ini sebenarnya udah dari 4 tahun lalu udah aku tulis tapi banyak kejadian yang bikin aku lupa post.
But the last, aku berusaha lanjutin cerita ini lagi...
See you updatennya selanjutnya yah...
KAMU SEDANG MEMBACA
For My Son
RandomDia yang menemaniku selama ini sampai dia kembali dan akan ku bahagiakan dia dengan segala yang aku punya. -Aulia-
