Koridor sekolah tampak sepi. Nggak salah sih. Orang masih pagi-pagi gini. Para murid mungkin masih molor di rumah.
Tapi tampaknya, ada sesosok yang sedang tergesa-gesa dengan membawa tumpukan buku. Bisa ditebak ia mungkin belum mengerjakan tugas-tugas sekolah.
"Ih anjirr bisa-bisanye gue lupa. Untung masih pagi." Gerutunya di sepanjang koridor.
Bruk
"Tuhkan jatoh semua!! Ada aja sih masalah gue!!!" Kesalnya sambil membereskan buku-bukunya yang tadi terjatuh.Tak menyadari jika ada seorang pemuda yang juga tengah membantunya. Wajahnya begitu datar. Earphone menyumbat kedua lubang telinganya.
"Udah nabrak. Kerjaannya ngomel aja!! Dasar cewek." Ujarnya datar.
Lantas gadis itu mendongak. Ia pikir tadi tak ada yang ditabraknya. Namun, ternyata makhluk didepannya ini tengah mengatai dirinya.
"Lagipula suka-suka gue lah. Mau ngomel kek. Mau kayang juga terserah gue. Dan juga tadi yang nabrak tuh jelas-jelas lo ya!!! Enak aja nyalahin gue." Gadis bernama Chesta itu balik mengatai pemuda didepannya.
"Ah udahlah males gue ngomong sama makhluk kek lo. Buang-buang waktu." Pemuda jangkung tersebut melengos pergi. Tak mempedulikan pekikan marah Chesta.
"Heh bantuin nggak lo!! Enak aja ninggalin gue." Pekik Chesta.
Kenzo Narendra, pemuda bertubuh jangkung berparas tampan. Bersurai hitam dan sering kali memakai earphone setiap melewati koridor sekolah. Itu berguna untuk menyamarkan sorakan para gadis SMA yang menggilainya. Ia menghentikan langkahnya sementara sebelum kembali melangkahkan tungkai menjauh dari Chesta.
"Dih sok cool banget anjirr. Dikira gue bakal terpesona kali!" Chesta kembali menggerutu.
"Jan ampe nih buku-buku jatuh lagi! Gue betot dah lama-lama."
Chesta mulai bangkit sambil membawa buku-bukunya. Berjalan menuju kelas yang berada tak jauh dari sini.
"Hufftt akhirnya sampe juga. Pegel juga ye bawa buku betonan kek gini." Bernapas lega, karena akhirnya sampai di kelas. Menaruh buku-buku itu di meja bangkunya.
"Kemarin PR nya cuma ini doang kan ya? Bodo ah Dhara bilangnya cuma ini doang. Kalo salah, gue ganyang-ganyang tuh anak."
Ia menduduki kursi. Kemudian membuka lembaran-lembaran buku tebal itu. Mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan PR nya.
Waktu berlalu dengan cepat. Chesta hampir menyelesaikan PR nya. Salah sendiri dikerjain kok disekolahan!
"HEYYYOOWW!!!" Suara tepat dibelakangnya membuat Chesta yang tengah sibuk mengerjakan PR terkejut.
"Lo apaan sih! Mau gue tonjok ha?!?" Kesal Chesta pada gadis cantik bernama Dhara. Sahabat Chesta.
"Yaelah gitu doang marah. Ya maap kalo gue ngagetin lo." Ujar Dhara dan langsung duduk dibangkunya yang berada tepat di belakang bangku Chesta.
"Ra, lo bisa bantuin ngerjain nih PR nggak? Please bantuin gue!!" Mohon Chesta pada sahabatnya itu.
"Sorry nih ye. Gue nggak bisa bantuin lo. Gue lagi PMS nih! Jangan bikin gue kesel juga!!"
"Ya maap gue kagak tau kalo lo lagi PMS."
Akhirnya, Chesta putuskan untuk mengerjakan PR itu sendiri. Daripada harus bertengkar ataupun berdebat dengan Dhara. Buang-buang waktu aja.
⳾*⑅*❀⑅*❀⑅*❀⑅*❀⑅*❀⑅*⳾
"Punya sahabat gini amat. Kerjaannya molor mulu. Bangun nggak lo bego!!" Kenzo, pemuda itu menggoyang-goyangkan badan Sean. Sahabatnya.

KAMU SEDANG MEMBACA
šššššššššš
RomanceĖ¢įµįµįµįµŹ° įµįµįµįµįµįµ įµįµāæ Ź·įµįµįµįµ Źøįµāæįµ įµįµĖ”įµŹ° įµįµāæŹ²įµįµā± įµįµįµįµā±Ź³ įµįµāæįµįµāæ Ė¢įµįµįµįµ įµįµŹ°įµŹ³įµįµāæā±Ė¢įµāæ įµįµŹ³ā±āæŹøįµ.į“·ā±āæā± Ź·įµįµįµįµ įµįµĖ”įµŹ° įµįµāæŹ²įµŹ·įµįµ Ė¢įµįµįµįµŹ° įµįµŹ³įµįµāæŹøįµįµāæ įµĖ”įµĖ¢ā±įµ, įµįµįµįµāæ Źøįµāæįµ įµįµŹ³įµįµā±įµ įµāæįµįµįµ įµā±Ź³ā±įµįµ,āæįµįµįµāæ įµįµįµāæ įµįµįµįµāæįµ Ź·įµįµįµįµ įµā± Ź°ā±įµįµįµįµįµ įµįµįµā±įµįµ įµįµįµįµ Ź°įµŹ³įµĖ¢ įµįµįµā±Ė”ā±Ź° įµāæįµįµįµ įµįµįµįµįµĖ”ā±įµ Ź°įµĖ”įµįµ...