ᴍᴀꜱᴀ ʟᴀʟᴜ_ ʏᴀɴɢ ᴋᴇᴍʙᴀʟɪ !!

17 7 2
                                    


Kringggggg.....
Nada telphone berdering keras
Nada keras itu terdengar dari ranjang tempat tidurku.
Saat berada di depan komputer game, aku mengangkat telphone masuk.
"Nomor ini baru aku kenal." [ ucap benakku ]

.......

"Hallo. " Tanyaku me-Louspeaker. Sambil aku melakukan permainan ku .

"Hai zo.. !! " ucap nada cewek.

"Siapa...? " Tanyaku datar.

"Coba tebak siapa...?" Ucapnya nada genit.

"Gue nggak tau. To the poin aja. Kalau nggak gue matiin nih tephone, ganggu tau nggak." Kesalku.

"Gue, Nisyah kali. Lo lupa sama gue." Ucapnya mengingatkanku.

" Hah."
Sesaat diriku kaget, akan telphone masuk darinya.

FLASBACK:

2 tahun lalu, kami menjalani hari indah bersama, namun suatu ikatan itu tak berjalan lama. Dia telah menjalin kasih dengan teman kelasku sendiri.
Saat itu juga membuat kami berpisah dan memulai hidup masing masing kembali.
Hingga akhirnya aku dan sean ikut pindah orang tuaku karena papaku harus bekerja dijakarta, dan sean ikut karena dia saudara dekatku.
Bisa dibilang moment kami sangat indah kala itu.
Hingga saat ini , aku menjadi lebih berhati hati untuk menjalin hubungan dengan seseorang.
Itu yang membuatku sampai sekarang belum bisa memiliki ikatan dengan siapa pun.

"Oh. Lo , tau dari mana nomer gue ." Tanyaku seketika pelan.

"Yah gue tau dari sean. Sean teryata ikut pindah juga yah...?" Tanya ia dengan gaya berbicara asik.

"Mm dia di indo sendirian. Papa mamanya tinggal di luar negeri, jadi disini biar aman dari pengawasan mama." Ucapku dengan datar.

"Ouh. Oh iya tante gimana kabarnya...?"

"Baik." Jawabku dengan cepat dan cuek.

"Mmmm. Gitu yah."

"Udah yah. Gue nggak bisa lama lama, gue mau ada acara malam ini ." Ucapku.

"Ehhh ehh tunggu. Maafin gue ya zo, dulu gue salah udah buat kamu kecewa ." Ujar maaf dia melalui telphone

"Yah.bye." pamitku dengan mematikan sambungan telphone.

"Ya tuhan. Kenapa kau pertemukan kembali aku sama dia. Aku hanya ingin hidup ku tenang tanpa ada bayangan masa lalu."
Gerutuku diam tercengang saat berada di meja komputer.




.。❅*⋆⍋*∞*。*∞*⍋⋆*❅。.




"Lo kenapa...?" Tanya kak bian masuk kekamarku.

"Nggak. Ngapa ngapain, biasa lah main."

"Lo suka sama cewek yah...?" Canda kak bian.

"Kok lo, tanya gitu si kak."

"Sini. gue yang main." Suruhnya untuk aku minggir dari kursi komputer.

Kami memang terlihat jahil satu sama lain, namun ketika kami ada sesuatu, yang kami butuhkan hanya canda dan curhat biasa kek gini.
Dengan kami saling berbicara mengeluhkan tentang sesuatu, kami pun satu sama lain memberi nasehat dan motivasi.

"Kak..? , lo tau mantan gue kan dulu." Tanyaku iseng sambil rebahan di ranjang.

"Hmm. Kenapa...?" Jawab cepat dengan mata fokus melihat komputer.

"Baru tadi lo kesini. Dia telphone gue, lo tau dari mana dia dapet nomer gue...? " Jelasku.

"Dari mana emang." Sahutnya

𝐃𝐈𝐍𝐄𝐒𝐂𝐇𝐀𝐑𝐀Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang