𝐒𝐢𝐧𝐲𝐚𝐥 𝐭𝐚𝐤𝐝𝐢𝐫

29 14 3
                                    

Astaga jika bukan aku lapar hari ini aku nggak akan pergi makan ke kantin dan bertemu manusia datar.
Hufttttt...
Bener bener sial aku hari ini. Manusia datar itu menyebalkan.

⳾*⑅*❀⑅*❀⑅*❀⑅*❀⑅*❀⑅*⳾

Kriiiiiiinggggg...... (Bel kelas berbunyi).

"Eh lo dari mana aja sih ra.. ?"
"Gue dari tadi nungguin lo yah. Dan lo tau gue ketemu manusia resek datar itu gilak nggak sih." Ucapku sambil menyodorkan makanan ringan.

"Yahhh maaf tadi itu gue ketoilet nah gue tuh mau nyamperin lu. Tapi berhubung tadi gue ada rapat kelas gue kekantor." Jelas dhara menatap ku.

"Tau lah... Tuh. makanan untuk dirimu. Nanti aja makannya. Dimarahin guru berabe.." kesalku mengerucutkan bibir.

"Aaah makasihhhh.wkwkwkwk emang best sahabatku iniiii." Rangkulnya pada pundakku dari belakang.

"Udah buruan duduk. Udah ada guru datang tu."

"Oke oke."

Pelajaran ketiga dimulai. Pelajaran ketiga hari ini adalah matematika. Pikir aja sehari ada fisika sama matematika. Auto pecah deh kepala gue.

"Ches..." panggil. sahabatku
Bernada pelan. Tempat duduknya tepat di samping kanan ku.

"Apaaa.." jawabku dengan menggerutkan alis di mataku.

"Dengarkan aku. Bantu aku jelasin tugas dipapan habis ini giliranku untuk maju kedepan."

"Hahh....apa aku nggak denger." Jawab ku dengan bahasa isyarat. Tentunya membuat Dhara kebingungan.

Tiba tibaaaa......

"Dharaaa .. chesta. Tolong kalian diam." Ucap guru dengan nada tinggi.

Seketika tubuhku terasa kaku. Dengan sigap kami berdua menatap takut guru yang sedang mengajar.

Sedangkan guru matematika bu nayla pun berjalan mengampiri kami.

"Chesta apa yang kalian lakukan." Tanyanya dengan tegas.

"Ehhhhhh hehehe. Dhara bu pinjam penghapus dia lupa bawa. Ya kan dhar..?" Ujarku gugup dengan membela diriku dan dhara.

"Oke. Kembali kerjakan. Jangan ramai." Ujar bu nayla dengan tegas.

"Baik,bu."

Duhhhh. Si Dhara aja ada tuh anak. Nggak tau apa gurunya galak. Untung gue pinter ngelessnya cobak nggak ada alasan kena hukum pasti gue sama dia.

"Shutttt diem lu." Ucapku dengan bahasa isyarat.

⳾*⑅*❀⑅*❀⑅*❀⑅*❀⑅*❀⑅*⳾

Tetttttttt.....
Bel berakhirnya setiap jam pelajaran terdengar.

"Hufttttt Akhirnya... selesai juga jam matematika."

"Baik anak anak sekian pertemuan hari ini untuk kelas matematika. Selamat siang sekian terima kasih." Ucap bu nayla

"Iyah buuu." Seru murid kelas dengan kencang.

Melihat guru kelas keempat belum datang.aku akan bermain Hp sebentar aah... hmmm.

⳾*⑅*❀⑅*❀⑅*❀⑅*❀⑅*❀⑅*⳾

"Chesta..."
"Chesta..."

Saat sedang asik bermain hp hingga tidak tersadar jika aku sedang dipanggil oleh bu Dinda. Hingga aku pun berdiri dan menatap bu dinda dengan kaget.

"Iyah bu. Ada yang bisa saya bantu."

"Chesta Dhara. Tolong kamu ambil alat praktek di kelas 12." Ujar baik bu dinda.

𝐃𝐈𝐍𝐄𝐒𝐂𝐇𝐀𝐑𝐀Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang