"Pagi." Sapa ku berjalan ke arah meja makan.
Papa dan kak Bian, sudah menungguku didepan meja makan. Sementara mamaku menyiapkan makanan untuk kami.
"Ayo kenzo. Cepat duduk." Ucap papa padaku yang berjalan dengan bermain HP.
"Iyah pa."
"Kak woi. Bantu naikin level...! ." Bujukku
"Males." Jawabnya tak peduli.
"Ngeselin.. banget sih lo kak."
"Hehhhh udah cepet makan. Habisin, mama udah nyiapin ini dari pagi. kok malah berantem aja. pusing papa ini." Ujar kesal papa pada kami.
"Udah pa." Ucap mama meredam kesal papa pada kami.
Yah emang sih kakak dan aku selalu saling jahil satu sama lain. Yang buat papa mama menjadi kesal pada kami."Dah selesai. Aku Pamit dulu ma, pa." Pamitku dengan mencium tangan mama papa.
"Nggak bareng aja sama papa." Tawar papa.
"Nggk usah. kenzo naik motor aja."
Ucapku yang berjalan pergi."Hei bocill. Lo nggk pamit gue." Teriakk si bian.
"Maless." Ucapku dengan membalas ucapanya.
"Woiii...itu kata kata gue." Sahutnya.
.。❅*⋆⍋*∞*。*∞*⍋⋆*❅。.
Nananananana.... irama lagu terucap oleh mulut kenzo, sambil berjalan ke arah motor.
"Brommmm brommm" [suara gas motor ].
Sedikit gas an aku beranjak pergi ke sekolah.Hari ini cerah banget, keliatanya hari ini bakalan panas banget.
"Loh itu kan cewek resek" ucapku dalam hati.
Tiba tiba...gue bertemu cewek resek berada di halte bus. Dia duduk berseragam dengan menoleh arah jalan. Terlihat dia menunggu bus pagi ini.
Aku mengampiri dia yang berada dipinggir jalan itu."Woi." Sapaku.
"Eh lo. Yah ada apa..?." Ucap jawab sapaku.
"Lo cari bus...?" Basa basiku.
"Iyah... kan mobil gue di sekolah." Jelasnya"Bareng gue aja." Tawarku.
"Nggk usah. Habis ini juga ada bus." Tolaknya dengan baik.
"Udah nggak papa. To juga gue yang nyuruh kemarin untuk bareng kan."
"Mmmm oke, makasih yah." Jawabnya antara malu dan ragu.
Lah emang gue tampanya penjahat apa. Orang gue anak famous di sekolah. [ Pikirku ].
"Woi cepat naik. Lo nggak mau telat kan." Tanyaku.
"Ya iya , tapi jangan ngebut ngebut awas loh."
"Yah tenang aja kali."
Dia pun menerima tumpanganku.
Mana tega gue ninggalin dia, orang bus nya nggak dateng dateng . Hadehhhh."Pegangan." Suruhku pada si resek.
____________________________________
"Tuhan."
"Kenapa gue deg deg gini sih." Gumamku dalam hati."Pegangan" ucap kenzo padaku.
"Hmmmmm. Dimana..?" Tanyaku.
"Sini..." jawab kenzo yang menarik tangan ku untuk memegang pinggangnya.
Yang membuatku tampak grogi. semakin deg deg an.
Dia pun menancap gas yang membuatku takut. Hingga aku pun memegang nya dengan rapat.

KAMU SEDANG MEMBACA
𝐃𝐈𝐍𝐄𝐒𝐂𝐇𝐀𝐑𝐀
Romanceˢᵉᵇᵘᵃʰ ᵗᵉᵐᵖᵃᵗ ᵈᵃⁿ ʷᵃᵏᵗᵘ ʸᵃⁿᵍ ᵗᵉˡᵃʰ ᵐᵉⁿʲᵃᵈⁱ ᵗᵃᵏᵈⁱʳ ᵈᵉⁿᵍᵃⁿ ˢᵉᵐᵘᵃ ᵏᵉʰᵃʳᵐᵒⁿⁱˢᵃⁿ ᵈᵃʳⁱⁿʸᵃ.ᴷⁱⁿⁱ ʷᵃᵏᵗᵘ ᵗᵉˡᵃʰ ᵐᵉⁿʲᵃʷᵃᵇ ˢᵉᵇᵘᵃʰ ᵖᵉʳᵗᵃⁿʸᵃᵃⁿ ᵏˡᵃˢⁱᵏ, ᵇᵘᵏᵃⁿ ʸᵃⁿᵍ ᵗᵉʳᵇᵃⁱᵏ ᵘⁿᵗᵘᵏ ᵈⁱʳⁱᵐᵘ,ⁿᵃᵐᵘⁿ ᵃᵏᵃⁿ ᵈᵃᵗᵃⁿᵍ ʷᵃᵏᵗᵘ ᵈⁱ ʰⁱᵈᵘᵖᵐᵘ ᵏᵉᵗⁱᵏᵃ ᵏᵃᵐᵘ ʰᵃʳᵘˢ ᵐᵉᵐⁱˡⁱʰ ᵘⁿᵗᵘᵏ ᵐᵉᵐᵇᵃˡⁱᵏ ʰᵃˡᵃᵐ...