Chapter 1

97 11 0
                                        

BAGIAN PERTAMA | ARSHA ITU....|

Selamat Membaca🌻
...................................................

    "ARSHA MAU KEMANA LO! SINI NGGAK JANGAN KABUR LO SIALAN!"

    "APAAN SIH ANJIR! LU NGAPAIN NGEJAR-NGEJAR GUE. GUE MASIH DOYAN COWOK YA JANGAN NGAJAKIN GUE BELOK!"

Dua anak manusia itu tanpa malu saling kejar mengejar diarea koridor sekolah, membuat para siswa yang lain menatap keduanya.

    "Bentar-bentar huftt capek bangett... Lo capek kagak? kalau iya mending kita istirahat dulu," ucap Arsha sembari menyeka keringatnya.

    "Gue juga capek," tuturnya.

Keduanya kini tepar didepan pintu kantin sekolah setelah aksi kejar-kejaran tadi. Bayangkan saja mereka berlarian dari kelasnya yang berada dilantai 3 hingga berakhir dikantin lantai 1.

Seragam yang dikenakan kini tampak lusuh dan rambut yang terlihat sedikit berantakan. Nafas mereka tersenggal-senggal dengan keringat yang bercucuran.

    "Sebenernya lo ada masalah hidup apa sih sama gue? Sampai kejar-kejar gue. Lo lesby ya?"

Gadis yang dituding lesby oleh Arsha itu membuka sepatunya dan melemparnya kearah Arsha tanda tidak terima dengan tudingannya tersebut.

    "Sialan! Gue masih normal ya."

    "Ya terus kenapa lo kejar-kejar gue kayak tadi?"

    "Lo itu pikun apa bego sih? Gue ngejar lo karna lo itu belum bayar uang kas selama berbulan-bulan," omel gadis itu yang ternyata seorang bendahara kelas.

    "Lah emang iya ya?" tanya Arsha sok terkejut.

Gadis itu menghela nafas kasar, lelah sudah menghadapi tingkah Arsha yang setiap hari harus ia tagih untuk membayar uang kas.

    "Iya, lo udah nggak bayar kadang juga suka ngutang duit kas. Alasannya Arsha lupa nggak bawa uang lah, Arsha lagi butuh lah, ini lah, itu lah ah banyak dah pokoknya. Giliran gue tagih aja sok-sok an nggak tau," omelnya.

    "Ya kagak usah terang-terangan disini juga kali mbak! Ntar image gue sebagai anak rajin rusak gara-gara lo buka kartu gue didepan umum kayak gini!"

    "Bodo amat yang penting sekarang lo bayar semua utang-utang lo! Buruan!"

    Arsha memijit kepalanya, pening, setiap hari harus mendengar omelan sang 'preman kelas' yang selalu menangih uang kepadanya.

    "Emang berapa sih, Mel?"

    Imel menyeringai terlebih dahulu sebelum membuka buku kas yang selalu ia bawa, "OKE ARSHA AURORA ARDHIPURA UTANG LO SELAMA BEBERAPA BULAN INI ADALAH 457.500."

Imel sengaja mengeraskan suaranya agar beberapa orang yang lewat bisa mengetahui rahasia seorang Arsha yang ternyata suka menunggak uang kas.

    "Ngajak gelut ni orang," gumam Arsha.

Ia mengambil handphone yang berada disakunya lalu membuka case nya yang merangkap menjadi dompet rahasia. Ia mengambil beberapa lembar uang seratus ribuan dan memberikannya ke Imel dengan muka yang tak ikhlas.

    "Nih, ambil aja kembaliannya. Udah kan? Jangan ngejar-ngejar gue lagi ntar orang ngiranya gue lesby lagi," kata Arsha lalu melangkah kembali menuju kelas.

    Imel menatap uang yang diterimanya lalu melihat punggung Arsha yang semakin menjauh, "Jadi selama ini gue dibohongin sama tuh bocah?"

    Lamunan Imel buyar ketika mendengar teriakan dari arah tangga, "OY MEL NIH SEPATU LO GUE LEMPAR NANTI LO TANGKAP YA!"

Terlihat Arsha tengah berancang-ancang melempar sepatu milik Imel kearah sang empu. Namun ternyata ia malah melemparnya kearah lain dan tak sengaja mengenai seorang kakak kelas. Arsha segera melarikan diri.

    "Sepatu siapa ini woy?" pekik kakak kelas tersebut.

    "Arsha sialan!" gerutu Imel.

•••

    "Dari mana aja lo?" tanya Claudia teman sebangku Arsha.

Arsha mendudukkan dirinya lalu mengambil sebuah buku yang tergeletak diatas mejanya untuk mengipasi dirinya yang kegerahan.

    "Dikejar preman. Gila ini kelas panas amat, itu uang kas buat beli AC aja ngapa."

    Claudia menoyor kepala Arsha, "Lo aja masih suka nunggak sok-sok an nyuruh beli AC segala. Lagi pula gue suka heran sama lo, lo itu kan bawa banyak duit kan terus kenapa suka nunggak?"

    Arsha menggedikkan bahunya acuh, "Males gue mau bayarnya."

Claudia memutar bola matanya malas, lelah sudah menghadapi tingkah absurd teman sebangkunya yang sekaligus menjadi sahabatnya itu.

Kelas terlihat sepi padahal bel masuk sudah berbunyi beberapa menit yang lalu.

    "Gurunya mana?"

    "Ikut rapat katanya."

Arsha membulatkan mulutnya lalu menyumpal telinganya dengan earphone milik Claudia yang tadi pagi ia pinjam.

    "Oh ya, gimana kabar pacar lo? Si Varo itu," tanya Claudia.

Arsha hanya meng'hah' perkataan Claudia yang menurutnya tidak jelas. Gadis cempreng itu menarik paksa earphone yang dipakai Arsha.

    "Apasih, Clau? Ganggu tau nggak," ujar Arsha sebal padahal tadi ia sedang nikmat-nikmatnya.

    "Gue nanya bego, apa kabar si Varo?"

    "Oh Varo... baik aja sih, kenapa emang?"

    "Sha, gimana sih rasanya LDR? Secara kan sekarang kalian udah beda provinsi kan."

    "Ya gak gimana-gimana."

Ya, Arsha sudah punya pacar dan kini mereka sedang menjalani yang namanya LDR. Sebenarnya dulu ia dan kekasihnya satu sekolah tapi karena suatu alasan Varo harus pindah dan meninggalkan Arsha.

Untungnya sampai sekarang hubungan mereka baik-baik saja. Awalnya berat bagi Arsha untuk LDR dengan Varo. Tapi lamban laun ia mulai terbiasa. Ah mengingat Varo ia jadi rindu dengan cowok itu. Sudah satu tahun dan mereka belum bertemu lagi.

TBC.

ARSHAKA [New Version]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang