Chapter 9

1.7K 125 2
                                        

Dan disinilah mereka sekarang didalam restoran mewah pilihan Seojun.

Seojun memanggil pelayan untuk mencatat pesanan mereka lebih tepatnya pesanan Suho karena Seojun tidak memesan apapun.

Tidak menunggu waktu lama untuk menunggu pesanan Suho sudah berada di atas meja dan suho langsung menyantapnya.

Seojun hanya menatap Suho yang pipinya menggelembung karena banyaknya makanan yang dimasukkan kemulutnya.

"Seojun gak makan"

"Gak, liat lu makan kayak gitu aja udah kenyang gw".

Suho hanya mengangguk" dan melanjutkan makannya.

__

Sekarang mereka sudah didalam mobil, karena tidak ada kelas lagi jadinya mereka memutuskan pulang saja.

"Ho alamat rumah lu dimana biar gw anter"

"Eh gausah jun turunin aku di halte terdekat aja"

"Oke"

Lagi-lagi hanya hening tak ada yang membuka suara, sampai mobil Seojun tiba di halte yang Suho maksud.

Suho keluar dari mobil Seojun
"Jun makasih tumpangan sama traktirannya yaa"yup tadi Seojun yang bayar semua makanan Suho.

"Iya sama-sama"

"Dadah, Seojun hati-hati yaa" Suho dengan senyum manisnya.

"Hmm"dan hanya dibalas deheman singkat oleh Seojun.

Sepeninggal Seojun Suho hanya duduk di kursi halte menunggu bus datang sambil memikirkan tentang hari ini dimana ia ditraktir sampai Semobil dengan Seojun sebenarnya Suho ingin diantar sampai rumah oleh Seojun tapi Suho agak tremo dekat-dekat sama Seojun Suho takut jantungan karena dari perpus tadi jantungnya berdetak terlalu cepat, sampai dia melupakan rasa takutnya.

Bus pun datang dan Suho bergegas untuk masuk, Suho selamat sampai rumah tanpa ada yang mengganggunya.

Seperti biasa rumah Suho sepi hanya mba Sul yang menyambutnya.

"Suho baru datang, mau langsung makan?"kata Seulgi.

"Suho sudah makan mba"

"Hah s-sudah"

"Iyaa mba sudah, Suho ke kamar dulu yaa mba papay"Suho melangkah menuju lift yang ada dirumahnya meninggalkan Seulgi yang sedang mencerna perkataan majikannya itu.

Suho sudah makan berarti makan diluar setahunya majikannya itu paling anti makan diluar ia hanya makan makanan buatan ibunya dan chef yang ada dirumahnya(salah satu chefnya Seulgi, mba Sul bisa apa aja disini).

Tak ingin banyak berpikir Seulgi yang masih berdiri ditempat itupun melangkah pergi untuk melanjutkan pekerjaannya.

Sampai dikamar Suho senyum-senyum sendiri memikirkan Seojun.
Me: bisa gila lu lama" ho
Suho: iyaa tergila-gila sama Seojun hehehe

Karena masih siang Suho memutuskan untuk tidur siang saja berharap mimpi Seojun.

ObsessionTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang