Kunci kamar Seoho dipegang oleh Suho, dan Seojun berjalan dibelakang Suho menuju kamar mereka.
-
Saat sudah sampai dikamar mereka yang ternyata kamar paling ujung dengan view hamparan pantai biru yang luas, beberapa saat Suho mengagumi pemandangan dihadapannya, lalu Suho room tour sebentar kamar yang akan ia tempati selama tiga hari kedepan.
Suho melihat hanya ada satu kasur dengan ukuran king size yang sisi kanannya sudah ditempati oleh Seojun, mungkin Seojun lelah pikir Suho , Suho juga lelah tapi dia memilih untuk menyusun barang-barangnya, disusul dengan mandi setelahnya, Suho melihat ada bathup ia memutuskan untuk berendam sebentar.
Saat ini Suho sudah segar dengan kaos lengan pendek yang di padukan celana pendek, ia melihat Seojun yang tertidur pulas, Suho mendekati Seojun dan mulai ikut berbaring disamping Seojun karena Suho ingin beristirahat juga ia masih merasa sangat lelah.
---
Seojun terbangun dari tidurnya dan dilihatnya ada Suho yang sedang tertidur disampingnya, Seojun mencium aroma menyegarkan berasal dari Suho yang ia yakini bahwa Suho sudah mandi, celana pendek Suho yang tersibak membuat paha mulusnya terlihat dengan jelas, membuat Seojun menelan ludahnya.
Tak mau berlama-lama menatap Suho, Seojun langsung saja pergi mandi dan dilanjutkan membereskan barang-barangnya.
Sekarang sudah mulai sore Suho sedang duduk dibalkon villa mereka memandangi pemandangan yang sangat indah, dan Seojun sedang memainkan game diponselnya yang tak jauh dari Suho duduk. Mereka sedang menikmati angin laut yang damai.
Tiba lah jam 5 sore pintu villa mereka diketok, saat Suho membuka pintu terlihat petugas yang sedang mengantarkan makanan.
Sore ini memang semua mahasiswa/siswi makan dikamar masing-masing dan akan kumpul dijam 7 malam nanti untuk melaksanakan kegiatan mereka.
Suho mengucapkan terima kasih pada petugas yang mengantarkan makanan, lalu menutup pintu dengan perlahan. Suho meletakkan nampan makanan di atas meja kecil dekat balkon. Aroma ayam panggang dan sup hangat menyebar di udara. Ia menoleh ke Seojun yang masih asyik dengan game di ponselnya.
"Seojun... eh, ini makanannya udah dateng," ujar Suho pelan, nyaris ragu.
Seojun melirik sebentar, lalu meletakkan ponselnya. Ia bangkit tanpa banyak bicara, duduk di seberang Suho, dan mulai mengambil sendok. Hening.
Suasana makan mereka cukup tenang, hanya diiringi suara angin pantai yang berhembus dari balkon. Kadang terdengar suara ombak kecil menghantam karang di kejauhan.
Suho mulai makan, sesekali melirik Seojun diam-diam. Ia tak bisa menahan rasa kagum setiap kali melihat wajah Seojun dari dekat. Dingin, tenang, tapi ada sesuatu yang dalam di balik tatapan matanya, sesuatu dalam diam Seojun yang membuat suasana tidak canggung, tapi justru nyaman. Suho tak tahu sejak kapan ia mulai menyukai Seojun. Mungkin sejak semester lalu, atau mungkin sejak mereka pertama kali duduk bersebelahan di kelas.
Setelah makan selesai, suasana menjadi lebih santai. Suho membersihkan meja dan mencuci tangan di kamar mandi. Ketika ia keluar, Seojun sudah duduk di kasur, sambil menatap layar ponsel. Tapi kali ini, matanya beberapa kali mencuri pandang ke arah Suho.
Suho tidak menyadarinya.
"Jam tujuh, kita kumpul di aula, kan?" tanya Suho.
"Iya."
Mereka sudah siap. Suho mengenakan kemeja putih tipis dan celana panjang santai, sementara Seojun memakai kaos lengan panjang dengan jeans gelap.
Saat mereka keluar kamar, langit sudah hampir gelap, tapi udara masih hangat dengan angin laut yang lembut menyapu wajah mereka.
Suho melirik Seojun dan berkata, "Ayo, kita jalan pelan-pelan aja. Masih ada waktu."
Seojun mengangguk, dan mereka pun melangkah bersama menuju aula, dalam diam yang nyaman dan damai. Namun ada sesuatu yang mulai tumbuh perlahan di antara mereka-sesuatu yang belum mereka sadari sepenuhnya.
---
Aula utama villa itu cukup luas, langit-langitnya tinggi dan dipenuhi lampu gantung bergaya tropis. Meja-meja bundar sudah disusun rapi, dan sebagian besar mahasiswa sudah mulai berdatangan. Beberapa dosen juga terlihat duduk di sudut aula, mengobrol santai sambil sesekali memperhatikan anak-anak didik mereka.
Suho dan Seojun masuk beriringan, langkah mereka tak tergesa. Beberapa teman satu jurusan menyapa mereka, dan Suho menjawab dengan senyum ramah. Seojun hanya mengangguk ringan, tetap menjaga ekspresi tenangnya.
"Duduk di sana aja?" tanya Suho sambil menunjuk meja dekat jendela yang agak sepi.
Seojun mengangguk. "Boleh."
Mereka duduk dan tak lama kemudian seorang panitia berdiri di depan aula, memegang mikrofon.
"Selamat malam, semuanya!" seru panitia itu dengan semangat. "Malam ini kita akan mulai kegiatan pembukaan dengan sesi ice breaking dan pembagian kelompok. Besok kita sudah mulai masuk ke sesi diskusi dan penugasan lapangan, jadi malam ini harap saling kenalan dulu ya!"
Beberapa mahasiswa bersorak, beberapa hanya tertawa kecil.
Suho menyandarkan punggungnya dan mendesah pelan. "Ice breaking... semoga nggak aneh-aneh."
Mereka dipanggil ke tengah ruangan. Semua mahasiswa diminta berdiri membentuk lingkaran besar. Permainan pertama dimulai: setiap orang harus memperkenalkan diri dengan satu fakta unik sambil melempar bola kecil ke peserta lain.
Suho memperkenalkan diri dengan santai, "Aku Suho, aku pernah nyasar di hutan waktu camping dan diselamatkan sama seekor anjing liar."
Semua tertawa, termasuk Seojun. Bola kemudian dilempar ke Seojun.
Seojun menangkap bola dan bicara singkat, "Aku Seojun. Aku nggak bisa makan pedas. Sama sekali."
Beberapa teman bereaksi kaget, ada yang bilang, "Wah, rugi banget!" tapi Seojun tidak menghiraukan nya.
Setelah sesi perkenalan selesai dan pembagian kelompok diumumkan, nama Suho dan Seojun disebut berada di kelompok yang sama. Mereka akan bekerja dalam tim untuk proyek observasi ekosistem pesisir esok hari, bersama tiga mahasiswa lainnya: Min Jae, Ha Rin, dan Do Hyun.
Kelompok ini berbeda-beda fakultas karena kegiatan mereka tidak ada sangkut pautnya dengan jurusan yang mereka ambil. Hanya saja kebetulan Seojun dan Suho sekelompok. Tapi sayangnya Suho tidak sekelompok dengan sepupunya Jukyung.
Setelah acara berakhir sekitar jam 9 malam, semua mahasiswa kembali ke kamar mereka untuk beristirahat. Suho dan Seojun berjalan berdampingan kembali ke kamar mereka.
"Untung kita satu kelompok," kata Suho sambil membuka pintu villa.
"Iya," jawab Seojun singkat.
Mereka melepas alas kaki, masuk kamar, dan masing-masing mulai bersiap tidur. Suho sudah mengenakan piyama santainya, sementara Seojun hanya memakai kaos tipis dan celana pendek.
Lampu dimatikan, hanya cahaya dari luar jendela yang menerobos masuk, cukup untuk memperlihatkan siluet tubuh mereka di atas kasur king size itu.
Setelah beberapa saat berbaring dalam diam, Suho tiba-tiba bertanya pelan, "Kamu nyaman kan sekamar sama aku?"
Seojun menoleh sedikit, lalu menjawab dalam suara rendah, "Nyaman." kata Seojun. "Justru aku belum pernah ngerasa setenang ini." lanjut Seojun lirih.
Tak ada kata-kata selanjutnya. Tapi di antara suara ombak dan hembusan angin pantai, ada sesuatu yang mulai terasa lebih dari sekadar kebersamaan. Mungkin hanya kebetulan atau mungkin awal dari sesuatu yang belum mereka pahami sepenuhnya.
***
"Halo semua, ada yang masih nungguin cerita ini nggak? Maaf banget ya hiatus lama hehe..."
Aku tahu udah lama banget nggak lanjutin kisah Suho dan Seojun-terima kasih buat kalian yang masih sabar menunggu. જ⁀➴ ♡
To be continued...
KAMU SEDANG MEMBACA
Obsession
RandomJangan salah lapak! Lee Suho namja manis yang kelewat polos dan lugu. Typo merajarela Fyi📌 ▪ BxB area ▪ Bahasa campuran ▪ Seojun《Top》 ▪ Suho《Bot》 Start: 2-02-2021
