Sesampai di rumah. Aku menyembunyikan rotinya di belakang tubuhku. You know what ? tiada lain tujuanku adalah untuk memberi kejutan pada Tara, yah... walaupun mungkin dia sudah tahu apa yang kusembunyikan.
Baru saja aku melangkah masuk ke dalam rumah, Tara menyambutku girang, "Hai, Jessy. Rotinya ! rotinya ! rotinya."
Aku menggeleng pelan, "Maafkan aku Tar-"
Tara memotong ucapanku sembari menengok ke belakangku, dan........ Whoaa ! aku hampir terjatuh ketika tiba-tiba Tara memeluk erat tubuhku, "Aku tau kau menyembunyikannya, Jessy. Jangan coba-coba menipuku, yaa."
Aku terkekeh. Secara mengejutkan, Tara langsung menggelitiki badanku, "Whoaa ! Tara, hentikan ! Hei! Hei! Cukup, Taraa."
Tara terus membuat tubuhku kegelian, "Rotinya dulu, rotinya dulu ! Serahkan rotinya dulu baru kuampuni. Hahaha.."
Aku mendorong pelan tubuh Tara, tapi gagal. Pelukannya benar-benar erat. Aku susah bernafas dan...... BRRUUKK !! Astaga !! Apa yang aku lakukan ? seperti ada api yang mendadak menyulut emosiku dan aku..... aku.... aku sudah mendorong kasar tubuh Tara hingga dia jatuh terpental.
Tara mengerang kesakitan, "Aww... Kenapa kau mendorongku, Jessy?"
Aku menghampirinya dan membantunya untuk bangkit berdiri, "Maaf, Tara. Aku.. aku tidak sengaja."
Dengan segera aku memberikan roti itu pada Tara, "Ini rotinya, Tara. Maaf.. tadi itu aku hanya.."
"Sudahlah, tak apa, yang terpenting adalah rotinya. Terima kasih ya, Jessy dan... terima kasih juga atas dorongannya tadi. Kau tahu? Bokongku keram sekarang. Huhh...." potong Tara, seraya berlalu meninggalkanku.
"Maaf, Tara, aku benar-benar tidak sengaja." batinku.
°°°
Matahari sudah semakin meninggi dan panas teriknya benar-benar menyengat tubuh. Betapa tidak, Kota Frosli adalah kota yang padat dan kumuh, bahkan.. menunggu datangnya hujan saja bagaikan pungguk rindukan bulan.
Di siang hari seperti ini, Kota akan dipenuhi dengan suara bising pabrik, dan asapnya benar-benar membuat polusi di kota kami. Tapi, walau bagaimanapun juga, pabrik adalah alasan bagaimana kami sekarang bisa bertahan hidup.
Mataku menerawang ke setiap sudut rumahku,aku melihat lemari tua yang sudah tak layak pakai, tempat tidur setipis kulit ayam, setumpuk kayu bakar, atap yang mulai bolong dan perabotan lainnya yang sudah sepantasnya berada di tempat sampah.
Aku terlonjak kaget, ketika Tara datang membuyarkan lamunanku, "Hai, Jessy, apa yang sedang kau lamunkan ?"
Aku mengangkat bahu, "Tidak sedang melamunkan apa-apa. Apa kau sudah mencicipi rotinya ? Enak???"
"emm... Belum.. Rotinya kan untuk pesta roti nanti malam."
"Baiklah. Selamat melamun kembali, Jessy. Hahaha"
Tara berlalu pergi. Meninggalkanku kembali dalam kesendirian. Menatap langit-langit dan melamun. Entah kenapa akhir-akhir ini aku senang melamun.
***
I'm back. Short bab. hheh.. jangan lupa vote dan comments nya sob.
thanks.
:D
KAMU SEDANG MEMBACA
Am I a Psychopath ?
Mystery / ThrillerKisah ini berawal ketika Jack berjanji padaku bahwa dia akan mengajariku berburu. Kemudian, kami dikejar tawon dan tersesat di dalam hutan. Konyol? Yah memang. Kau tahu? Selama sepuluh hari aku dan Jack tersesat dalam hutan. sampai kemudian kami t...
