CHAPTER 15

11.3K 688 66
                                        

Holla Readers - Readers meresahkan author maaf nih baru bisa up, Biasalah udah masuk sekolah offline makanya gak ada waktu hehe tapi author usahain biar bisa up terus 😊







Happy Reading 😗👇
________________________
____________________
________________
____________
________

.

.

.

.

Sorry for typo😊

.

.

.

.

*************
Pagi ini di semua anggota keluarga sudah berkumpul di ruang makan untuk sarapan, tetapi 3 curut biang onar itu belum juga turun.

" Biar aku yang panggil baby mom" Ucap Arven, Arion, Eric bersamaan.

Mereka saling pandang kemudian mengangguk,

" biar kami bertiga saja yang membangunkan mereka" Ucap Eric, Vina mengangguk mengiyakan.

Setelah itu mereka bertiga pergi ke lantai 4 untuk membangunkan 3 bayi mereka.

Cklek

Suara pintu terbuka, mereka pun segera masuk dan terlihatlah 3 remaja tidur dengan posisi berantakan.

Nevan dengan kepala di perut Raka dan kaki di kepala Bara.

Raka dengan kepala di perut Bara dan kaki di di perut Nevan.

Bara kepala kaki Raka dan kaki di tangan Nevan.

Arven, Arion, Eric terkekeh kecil melihat pemandangan mengemaskan di depan mereka.

Mereka melangkah mendekat kearah 3 curut itu, Kemudian mereka mempuk puk pipi mereka.

Arven Membangunkan Raka, Arion membangunkan Bara, Dan
Eric Membangunkan Nevan.

" Baby bangun, baby wake up" Ucap Eric sambil mem puk puk pipi Berisi itu.

" Baby bangun sarapan" Ucap Arven sambil mem puk puk pipi nya dan menggoyang badan Raka.

" Baby udah pagi bangun kita sarapan." Ucap Arion menguncang pelan tubuh Bara.

" Eunghh" Bara mengerjapkan matanya perlahan. Dan duduk untuk mengumpulkan Raganya.

Sedangkan Nevan dan Raka masih terlelap tidak terbangun dari tidurnya.


Akhirnya Arven dan Eric mengendong 2 bayi itu dan membawa nya ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya.

Nevan dan Raka pun terkejut dengan apa yang Arven dan Eric Lakukan.

" Ehhh anjir dingin" Ucap Nevan asal ceplos dan akhirnya mendapat tatapan tajam dari Eric.

" Eh asu ape nih " Umpat Raka, ia belum mengetahui jika ia berada di gendongan Arven.

" Bilang sekali lagi mulut kalian abang jahit" Dingin Eric dan Arven.

Nevan dan Raka meneguk salivanya dengan susah payah, mereka benar benar merinding sekarang.

Sedangkan Bara ia ingin ngakak aja melihat reaksi dari Nevan dan Raka, xixixi salah siapa di bangunin susah bener. Batin Bara.

Memang Nevan dan Raka itu susah sekali  dibangunin berbeda dengan Bara yang gampang di bangunin.

" He hehe a-abang ngangetin aja tadi kan adek belum bangun jadi y kaget" Ucap Nevan gugup karena mendapat tatapan tajam Eric.

Nevan Aarav D.Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang