Marsha bangun lebih awal dini hari dia memang sangat menyukai pantai baginya air dapat menyampaikan rindu yang tak dapat terucap.
Diapun membuka jendela agar pencahayaan dapat masuk lalu membuka pintu balkon dan menghirup udara segar di sana."Cha,nih gue bawain teh"
ucap seseorang yang siapa lagi jika bukan key.
"kok,lo udah bangun key?"
"Kenapa emang?"tanyanya balik
"Tumben aja"
percakapan mereka memang singkat hari ini,rasanya sangat disayangkan untuk menyia-nyiakan kan suasana di sini Marsha kembali pada khayalan nya tentang pria yang dulu pergi karena seorang sahabat yang ia pilih,tentang Marsha yang memutuskan seseorang karena hal yang tak diduga.Ah sudahlah!,berat memang kembali pada memori yang tak seharusnya diputar. Sedangkan key,Entahlah dengannya mungkin bisa saja Dia sedang berkhayal tentang lukanya beberapa bulan lalu yang diputuskan tanpa sebab. katanya key sudah menerima tentang itu karena beberapa bulan sebelum ia diputuskan mereka memang sudah tak dekat lagi namun meski begitu, Bukankah rasa tak akan langsung hilang dengan beriringan nya kata putus ?
Mata key mengamati para nelayan yang melabuhkan kapal tradisionalnya di tepi pantai mereka sangat hati-hati dalam melakukannya para nelayan itu baru pulang dari mencari ikan tadi malam,ini pertama kalinya key memperhatikan mereka dengan cermat.Akhirnya pagi itu mereka habiskan waktu dengan berkhayal di keindahan pesona Pantai Santolo.
Saat siang harinya Key berjalan-jalan Santai Menikmati hidupnya hari ini,dia sengaja tak bersama Marsha sebab benar katanya di pantai atau di daerah pepohonan menyendiri adalah hal yang paling tepat untuk di pilih.
Key berniat membeli es kelapa muda untuk menyegarkan dirinya di tengah panasnya terik matahari namun saat itu seseorang seperti memanggil namanya"key!!"
Teriak seorang pria,merasa dipanggil key berbalik mencari arah suara yang berasal,setelah berbalik dia pun menyadari tak mengenal suaranya
-siapa? pikirnya
"Key!!"
key semakin mencari di mana arahnya dan...ya!itu dia!! Kumpulan Pemuda dan Pemudi seumuran dengannya yang memanggil key.
Eh tunggu..Tapi siapa dia?siapa mereka?"key cepet kesini!!"
ucap seorang pria yang berada di paling depan.
"aku??" suara key tak terdengar namun dia menunjuk dirinya sendiri
Baru saja key melangkahkan kaki,tiba-tiba seseorang berlari melewati dirinya nya dari belakang
"Bentar Dave!" jawab pria itu.
"Dari mana sih lo key dari tadi...." suaranya tak terdengar lagi bersamaan seorang pria yang sama di panggil 'key' mendatangi teman-temannya.
"namanya key?"
ucap key berbicara pada dirinya sendiri.Diapun Malu sekali karena sudah merasa besar hati mereka memanggilnya akhirnya ia langsung berbalik arah dan pergi dari tempat itu.
Setelah kejadian key berniat untuk pergi ke daerah permainan yang berada di pantai Santolo.Selama di perjalanan menuju penyewaan banana boat, key terus merutuki kebodohannya yang mengira sekumpulan orang orang tadi Memanggil nama 'key' diperuntukan kepada nya yang padahal bukan sama sekali."Ah sudah key sudah"batinnya.
Sorak-sorai begitu ramai di sini, Apalagi saat key sudah sampai di tempat yang dituju.ia melihat keramaian yang Penuh tawa suasana hatinya sangat senang bersamaan teriakan kebahagiaan para pengunjung disini
"Berapa orang maksimal yang naik ini Pak?"tanya seorang pria yang key lihat beberapa jam yang lalu.
Gadis itu memperhatikan ukiran wajahnya bulu mata yang lentik, alis yang tebal,hidung mancung, mata coklat,"tampan" batinnya."Nona?" ucap seorang penjaga banana boat yang menyadarkan pikiran liyarnya.
Saat tersadar,ternyata pria itu dan sang penjaga sedang melihatnya yang memperhatikan ciptaan tuhan yg begitu indah lalu sang pria mengangkat satu alis
"I..iyaa ada apa?" Key mengalihkan pandangannya menatap si penjaga
"maaf Nona tadi Tuan ini akan menaiki banana boat,tapi dia hanya sendiri.Apa Nona akan ikut karena minimalnya 3 orang?"
"Tidak terima kasih" tanpa berfikir panjang key menolaknya secara langsung. masa iya dia harus menaiki itu dengan pria yang telah melihat kebodohannya dua kali,yang pertama saat dirinya besar rasa karena telah dipanggil oleh teman-temannya dan yang kedua karna dipergoki sedang memandangnya.
Key berbalik dan berniat meninggalkan tempat terkutuk yang dia pijak.
Namun baru saja beberapa langkah seseorang kembali berteriak"Hei!!"
Teriak seorang pria yang key tak kenal tapi dia sudah hafal wajah dan suaranya karena Pertemuan Singkat yang sering.Dia
memberhentikan langkahnya namun tak berbalik badan sebab takut besar rasa kembali seperti tadi.
Suara itu tak ada lagi awalnya Key berniat untuk melanjutkan Jalan namun tiba-tiba seseorang menepuk pundaknya yang membuat ia refleks melihat kebelakang'dia?'. Batinnya
"A..Ada apa?"
"ini punya kamu? Eh maksud gue punya lo?"
Tanpa sadar key tersenyum kecil melihat pria dihadapanya juga seperti merasa gugup,dia menyodorkan kunci rumah sewaan miliknya.
"Dari mana Lo dapetin kunci ini?" tanya key mencoba menetralkan gugupnya.
"tadi jatuh dari saku lo" jawab pria itu dan berbalik meninggalkannya.
"Makasih key" ucapnya pelan lalu kemudian tanpa di duga sang pria berbalik lagi.
"Eh apa kata Lo tadi?" deggg!!
"A..apa?" key pura pura tak tahu.
"Tuhan masa iya gue harus malu lagi"batinnya
"tadi kata lo key kan?"
pria itu menguatkan hal yang tadi ia dengar."Iya maksud gue ini,ini key kan Kenapa ?" Ia mengangkat kunci rumah sewaan nya,Untung saja dia pintar mengelak sehingga teringat bahwa bahasa Inggrisnya kunci adalah key dan tak dipermalukan seperti tadi
Pria itu mengangguk dan berlalu pergi akhirnya key dapat bernapas lega sekarang."key key key key semua aja namanya key biar gue bingung sama dunia ini,Tuhan...gue pengen ganti nama" keberuntungan pun datang kali ini tak ada yang melihatnya berbicara sendiri bisa-bisa dia dipermalukan kesekian kali karena dikira orang gila yang tersesat di pantai.

KAMU SEDANG MEMBACA
Dua Kunci
Teen FictionKita terlalu bangga dalam memiliki kesamaan pada hal yang dibutuhkan pintu adalah kunci dan gembok bukan 2 kunci yang memiliki kesamaan.