Tadi sore Marsha dan key telah berkemas untuk kepulangan mereka besok pagi,namun sebelum pulang seperti yang kemarin sore Keynan katakan bahwa key dan dirinya akan bertemu malam ini,dengan cepat key pergi menuju pelabuhan yang kemarin ternyata memang benar ada keramaian.Disana musik yang berdentum,makanan mewah,anak-anak yang berjingkrak riang,mungkin ini tradisi daerah setempat.
Mata key mencari seseorang yang berjanji menunggunya jam 08.00 malam tapi,Apakah ini tak terlalu beresiko untuk mereka yang baru mengenal beberapa waktu lalu?
Namun saat melihat keadaan yang begitu ramai membuat key yakin dia akan baik-baik saja."key!!" teriak seorang pria yang sedari tadi ia cari.
Dia Melambaikan tangan dan tersenyum sangat manis ke arahnya.key mendekati keynan yang yang duduk pada kursi di pesisir pantai."nunggu lama?"tanya Key langsung
"Nggak"
"Ada apa lo nyuruh gue datang ke sini?"
"nggak tahu"jawabnya polos. padahal key dari tadi sudah berharap keynan akan.....,Ah sudahlah!,berharap memang menyakitkan bukan?
"Kapan lo pulang?"tanya keynan tanpa basa-basi
"besok, kalau lo?"sambung key
"gak tahu"
"Semuanya aja nggak tahu"
jawab key kesal karna keynan yang tak tahu segala hal."Sebenarnya gue tahu kapan gue pulang,tapi ini cuman basa-basi lo aja kan?nggak penting lagi kalau gue bilang lusa atau kapan pun.kita kan baru kenal"
'menyebalkan' - batin key Padahal tadi keynan yang bertanya terlebih dahulu
"gue pulang"
akhirnya keyfa memutuskan untuk pulang dari pada dia terus terpojokan oleh pria yang tak pernah ia kenal sebelumnya.
"Cila!!"
Teriak keynan pada key.
key yang merasa asing dengan nama cila malah berbalik dan menatapnya aneh."Thanks buat perkenalan ini" key bingung kata-kata yang diucapkan Keynan mengarah kepadanya,namun mengapa dia menyebutnya dengan nama 'cila'.
"Lo ngomong ke siapa?gue? siapa Cila?"
"Nama panjang lo maishilla kan? Gapapah dong kalo gue manggilnya Cila,bisa kan ?soalnya 'key' itu nama gue"
Keynan tersenyum memperlihatkan deretan giginya. sedangkan key terdiam masih bingung atas sikap keynan yang terkadang manis dan juga menyebalkan malah membuatnya kesal sendiri
"Cila,Cila alay lo key!"
Kemudian keynan menghampiri key yang berdiri di hadapannya, beberapa langkah setelah berada di depannya keynan sedikit membungkuk membawa sesuatu dari bawah dan menatap Keyfa kembali
"yang Alay key yang mana? Key lo atau key gue?"
Key benar-benar Marah sekarang,keynan terus membalikan pertanyaannya dengan santai.
"eh Cila nih.."
Pria itu memberinya sebuah surat dan potongan kerang yang tadi ia ambil dari bawah"ini kerang pantai,gak modal banget sih lo!"
"tapi gue udah modal pulpen sama kertasnya"
"terserah lo keynan Terserah"
"Ya udah intinya,kerang ini bukan dari pantai buat lo,tapi ini dari tangan gue buat tangan lo" akhirnya percakapan Mereka berakhir saat itu. Key dan keynan pun pulang ke tempat rumah sewaan mereka masing-masing.
Saat pagi tiba key dan Marsha pulang ke Bandung meninggalkan sepenggal Kisah Yang Tak jelas di pantai Santolo.
(´∩。• ᵕ •。∩')"Bara!!!!"
Teriak key ketika sampai di dalam rumahnya,sebab tadi saat sampai di depan pintu ibunya bilang bahwa bara telah menunggunya dari tadi pagi. keyfa menaiki tangga untuk pergi ke kamarnya saat membuka pintu di sana ada bara yang sedang menonton televisi dan bersantai di temani makanan ringan miliknya.
"gila lo ya, bukannya bantuin malah seenaknya di rumah orang!"
"Tamu kan raja"
"Tamu adalah raja cuman filosofi buat orang yang normal"
"Lah emang gue gak normal?"
"Menurut lo?"
tanya Key balik dan bara langsung berdiri dari tempat tidurnya
"kemana?"tanya lagi
"bawel banget sih,kata kasur lo barusan yang punyanya harus tidur makanya gue pergi"
Bara pun keluar dari kamar key Padahal dia paham di sana ada makna tersirat bahwa bara menyuruhnya untuk istirahat karena tak mungkin bukan kasur yang hakikatnya nya benda mati berbicara untuk menyuruh nya pergi?
key duduk di tepi kasur, mengingat tentang hal sederhana yang terjadi di beberapa yang lalu.Ini bukan tentang jatuh cinta pada pandangan pertama, namun hal ini sangat melekat dalam batin yang tak nampak. key membuka tasnya, menemukan sebuah kerang dan selembar kertas yang keynan beri tadi malam .Sengaja,key tak membukanya langsung di sana karena takut saat berkendara pulang pikirannya melayang berimajinasi pada surat yang ia dapat
perlahan key membuka kertasnya,memperlihatkan sebuah tulisan yang tak begitu rapi membuatnya tersenyum gelipertemuan tanpa salamku denganmu,
Hai lo 'key'kan? Kenapa gue tahu nama lo,karena pas Dave dan teman-teman gue manggil
'key ' Yang tertuju ke gue,gue liat lo kaya ngerasa ke Panggil.oh ya! mau tahu kenapa gue SKSD ?
Lo pasti pernah denger,,orang bilang..tuhan nyiptain manusia ada 7 yang sama,itu alasennya
gue kira,kita itu sejenis 'key' yang Tuhan ciptakan ada tujuh.Maaf tentang pertemuan yang gak jelas,gue nggak akan nanya lebih jauh lagi tentang lo atau nomor WA,akun IG dan yang lainnya. Mungkin lo juga gak perlu nyari hal itu. gue anggap kita hanya kenal di sana,di pantai Santolo dengan kejadian yang tak terduga.
Thanks key udah ngebuat pertemuan gue dan lo semenarik ini,Entah kenapa Rasanya Kita pernah kenal sebelum ini.🗝️ -KEYnan rayyan
🗝️-KEYfa maishilla
Key tersenyum membacanya, bukan hanya bahagia saja dalam hal ini, ada rasa kecewa yang datang Entah dari mana
'kau benar key,pertemuan ini bukan untuk menyatukan kita,tapi kenapa kau harus lebih jauh ada jika hanya untuk seperti ini?Bukankah bertemu saja tanpa harus mengenal itu sudah cukup?' -batinnya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Dua Kunci
Teen FictionKita terlalu bangga dalam memiliki kesamaan pada hal yang dibutuhkan pintu adalah kunci dan gembok bukan 2 kunci yang memiliki kesamaan.