Saat ini cuaca sedang panas-panasnya,orang-orang banyak yang berenang di sisi pantai namun key dan Marsha tak tertarik untuk hal itu.
Bagi mereka,cuaca pagi dan sunset adalah hal yang paling ditunggu-tunggu buktinya saat ini mereka sedang menonton televisi ditemani dengan AC dan cemilan ringan yang mereka pergi sebelum berlibur ke sini."Cha lo mau pulang kapan?"
Marsha pun menengok ke arah key."Bukannya lusa kan?baru juga tadi pagi kita datang lo udah nanya pulang aja"
"Hehe Enggak kok,Eh kira-kira Baralagi apa Ya?" tanya key yang tiba-tiba teringat Bara karena tak biasanya dia berada jauh dengan sang pria kutub yang menjadi sahabatnya.
"Nggak tahu,nggak inget,gak hafal,dan kalau bisa gak mau kenal juga sama dia"
Tuh kan, baru saja hal sepele yang menyangkut dengan bara tapi Marsha telah meluap-luap kan amarahnya.TINGG!!
handphone key berbunyi dan Kebetulan sekali Bara memberinya pesan yang tak penting•||BARA
TODAYkatanya bahaya.
apanya?
Lama-lama di pantai
Kenapa?
Ikan di sana pada tenggelam nanti lo ikut juga.
gila lo bilang aja kngnRead✓✓
Ya begitulah kurang lebih percakapan mereka hari ini Bara memang bukan tipe pria yang basa-basi,romantis atau yang menunjukkan kepeduliannya pada siapapun.Key beranjak ke kamar untuk tidur siang dan menunggu sore hari menantikan matahari tenggelam.
Beberapa jam kemudian akhirnya Marsha membangunkan key agar Tak Tertinggal dengan memori yang memiliki kebahagiaan tersendiri, awalnya key dan Marsha akan bersama menikmati senja namun Marsha membantah karena baginya berekspektasi lebih baik menyendiri mengingat kenangan yang tak akan pernah tercapai,menggenggam harapan pudar yang tak akan pernah tergenggam. Key pergi berbeda Arah dengan Marsha tujuannya kali ini dia akan ke Dermaga berdiam di sana dan menikmati Magic hours yang selalu dinantikan. kebetulan,saat itu ada perahu yang berlabuh key memutuskan naik di salah satu Perahu tradisional milik nelayan Magic hours memang sangat indah saat itu Key berkhayal tentang masa lalu yang terluka pria yang berpacaran dengannya selama 2 tahun meninggalkan key begitu saja,key tahu pada akhirnya memang akan seperti ini Namun 'Cinta Memang licik sehebat apapun,Sekuat apapun kita menyiapkan diri nyatanya kehilangan tak semudah itu. kehilangan tak selemah itu dia akan tetap menang membuat rapuh pertahanan yang kuat.' namun apa boleh buat jika hal ini sudah terjadi ?key memang sudah belajar mengiklaskan tapi terluka baginya adalah hal yang wajar.Tiba-tiba perahu yang ia duduki tergoyang dia panik walau tahu jika jatuh sekalipun dia tak akan tenggelam karena posisi kapal yang di tepi."key..?"
ucap seorang pria yang dia temui tadi pagi,tak tahu malu dia duduk di sebelahnya
"siapa?" bodoh.pertanyaan yang bodoh,yang dilontarkan Key.Tak jelas dan sangat sangat tak nyambung
"Gue?gue keynan" hufftt!! Untung saja dia menimpali pertanyaannya
"Oh nama lo key?Apa nama panjangnya?" Lagi dan lagi. Tuhan sebenarnya ia tak seaneh ini dan tak sebodoh ini namun sangat sulit rasanya basa-basi dengan orang yang tak dikenal namun Entah mengapa rasa gugup itu sudah menguasainya.
"key mana yang lo tanya nama panjangnya? Key gue atau key lo?" keyfa mengernyitkan pelipisnya tak mengerti.
'ini gue bego apa dia juga yang tolol'-batin nya
"lo juga Key kan jadi lo nanya gue apa diri lo sendiri?"
"ya lo lah masa gue nanya nama panjang gue sendiri?"
"bisa aja siapa tahu lo lupa nama panjang diri lo.coba ingat gak nama kepanjangan lo?"
"Gue?ya iinget lah gue keyfa Maishilla"
Pria itu tersenyum menambah ketampanan nya
"kalau gue keynan Rayyan"
balasnya dengan nada membalas memperkenalkan
"modus lo keynan!"
"modus mana sama lo yang tadi siang liatin gue?" keyfa terdiam ternyata dia menyadarinya tentang kejadian tadi siang
"gue pergi dulu" key beranjak dari naik perahu,pipinya sudah merona menahan malu mungkin saja kali ini seperti kepiting rebus dia tak menyangka keynan akan menyadarinya,menyadari bahwa key terpesona dengan wajah keynan
"Key!" Dia berhenti dari langkahnya saat pria itu berteriak
"Besok malam ada acara di pinggir pantai Gue tunggu di sana jam 8" sambungnya.
Lalu,key kembali melanjutkan perjalanan.Sesampai di rumah Ia Sedikit melamun Sebenarnya masih banyak pertanyaan yang ingin ditanyakan nya,mengapa dia bisa tahu namanya?mengapa dia tak malu sok kenal dengannya? mengapa dia berani sekali menyikapi Key seperti tadi?
'keynan' gumamnya pelan.
mengingat tentang keynan yang mengajaknya bertemu besok malam membuat key tersenyum kecil.
Mengenalmu dengan mudah,sesederhana itukah kenyamananku?tapi aku takut mencintaimu,sebab aku tau pertemuan singkat ini bukan untuk bersatu.
-keyfa

KAMU SEDANG MEMBACA
Dua Kunci
Teen FictionKita terlalu bangga dalam memiliki kesamaan pada hal yang dibutuhkan pintu adalah kunci dan gembok bukan 2 kunci yang memiliki kesamaan.