-START-

25 8 7
                                    

"Rig, lo nggak capek belajar terus?"

"Lebih capek kalo jadi bego sih, Le."

Plakk.

Sebuah tangan dengan jari lentik mendarat di atas lengan bisep milik Rigel.

"Kok lo mukul sih! Sakit, gila!" Protes sang pemilik lengan.

Menolehkan kepalanya ke belakang, pelaku pemukulan tadi sudah telentang di atas kasurnya. Gadis itu menghela napas panjang.

"Gue nggak habis pikir sama orang-orang semacam lo. Kenapa harus ambis banget buat belajar, buat jadi yang terbaik. Bukannya semua udah diatur sama Tuhan ya, Rig."

Mendengar celotehan Lea, Rigel menutup bukunya lantas membalikkan badan. Menatap Lea yang masih telentang di kasurnya dengan memakai hoodie yang kebesaran di badannya.

"Le, gue nggak nyalahin sistem otak lo yang selalu menganggap semua yang terjadi di hidup ini adalah kehendak Tuhan. Tapi kita sebagai manusia juga harus berusaha jadi yang terbaik, setidaknya jadi versi terbaik dari diri kita sendiri. Lo sekarang sama lo kemaren harus berubah, lo harus jadi lebih baik. Ada takdir yang bisa kita ubah, Le. Asal kita mau usaha."


AURIGELTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang