Tzuyu POV
Pagi-pagi banget suasana kelas gue udah rame. Mereka semua ngumpul di pojokan sambil ngomongin sesuatu yang entah apa. Gue yang masih kekenyangan karena baru aja sarapan nggak minat buat nyari tau ada apa. Mager.
"Tzuyu!" Yeri dari pojokan manggil gue. Semua jadi ikutan natap gue. Terpaksa gue menghampiri mereka.
"Kenapa nih pada ngumpul?" Tanya gue. Chaeyoung dengan sigap segera mengangkat poster ukuran A4 di tangannya. Poster itu bertuliskan 'Kartini Day"
"Oh hari kartini..." Gue bergumam dan mereka masih tetap menatap gue seolah ada yang harus gue lakukan setelah tau ada Kartini Day
"Ngapa sih pada ngeliatin gue?" Tanya gue lagi.
"Cuw kan elu ini cewe paling cakep sekampung, jadi.... lo aja ya yang jadi Kartini kelas kita."
Anjir.
"Ogah!"
"Iya pokoknya iya! Udah Umji tulis aja langsung nama Tzuyu di formulir!" Dasar Yeri ketua kelas demit.
"Ogah anjir!"
"Iya pokoknya!"
"OGAH! GUE BAZAR AJA!"
Kartini : Chou Tzuyu.
Saiton emang kawan kelas ini.
****
Sore ini sekolah nggak ada kegiatan dan gue sibuk menyelesaikan cucian gue yang udah 2 hari gue tumpuk. Sekolah ini elit tapi muridnya nggak boleh ngelondri. Ribet jadinya.
Sambil bersenandung, gue jemur baju di jemuran belakang asrama. Ngomong-ngomong gue jadi inget Umji anjir. Dia kan kehilangan kaos kaki di sini dan akhirnya ditolong sama bidadari surga alias Kak Jihyo.
Kalo diinget-inget pengen banting ember rasanya, sakit hati banget begitu tau bukan gue satu-satunya yang dikasih kaos kaki dan bukan cuma gue juga adek kelas yang masuk ke kamar kak Jihyo. Tapi ya emang ini salah gue juga sih yang kepedean.
Udah ah gue nggak mau mikirin kak Jihyo terus. Nggak penting. Lupain aja.
Lagi pula kemarin gue cuma kagum aja nggak lebih. Kak Jihyo nggak segitu berharganya buat gue. Bye Kak Jihyo.
"Eh ada Tzuyu..."
SIAL ORANGNYA MUNCUL.
NYAPA GUE.
SAMBIL SENYUM.
GUE KAGET
MAU MENINGGAL
INI MAH MALAH BYE CHOU TZUYU ENDINGNYA
"E-eh kak Jihyo"
"Baru selesai nyuci ya?" Kak Jihyo basa-basi. Nggak sadar apa ya dia gue kalang kabut liat dia lagi? Tenang cuw tenang, dia nggak penting!
"Iya nih, kak" jawab gue sok cool. Nggak tau siapa yang mulai duluan tiba- tiba gue udah jalan sejajar sama Kak Jihyo. Aneh banget. Mana gue bawa ember. Nggak jadi cool dong?
"Gue malah belum nyuci dari kemarin" keluh kak Jihyo. Iya sih, kelihatannya dia sibuk banget mondar-mandir kesiswaan-ruang OSIS buat ngurusin acara Kartinian itu.
"Ya wajar kali kak, kan sibuk!"
"Iya tapi nggak enak, soalnya kepikiran kalo cucian numpuk mah!"
"Ya elah kak, nggak usah dipikirin. Dibawa enjoy aja!"
"Enak lo mah ngomongnya, Cuw!" Kak Jihyo melirik gue sinis. Haha kesel dia. "Gue yang ngejalanin pegel"
"Yah kok jadi galak sih kak? Kemana kak Jihyo yang manis kayak hari pertama gue kenal?"
