Semapur dan pesannya

809 132 46
                                        

Tzuyu POV

Chaeyoung boleh jadi dibilang sebagai temen paling peka seantero jagat raya. Cewek estetik itu dateng ke kamar gue tepat setelah Kak Jihyo pulang. Mungkin dia tau gue lagi nggak baik-baik aja.

Malem itu akhirnya gue ceritain semuanya ke Chaeyoung. Semuanya. Nggak ada yang terlewat barang sedikitpun. Dia menyimak dengan baik seolah cerita gue ini adalah pelajaran penting yang bakalan keluar di ujian besok.

"Susah Cuw, susah!" Kata Chaeyoung waktu itu. Gue mengangguk dan setuju akan pendapat dia. Kak Jihyo dan segala angan gue tentang dia emang susah buat digapai.

"Iya gue tau. Makanya mau mundur!" Putus gue akhirnya. Dia menggeleng pelan, seolah nggak setuju sama keputusan gue yang bijaksana itu.

"Ih engga jangan dulu. Bukannya gue mau ngomporin ya, tapi menurut gue semua tingkah dia itu nggak wajar dilakuin ke orang yang cuma dia anggep temen ataupun adek kelas" sahut Chaeyoung.

"Ya terus apa? Gue harus gimana? Gue harus ngapain? Tingkah dia gimana pun juga nggak menutupi fakta bahwa dia emang suka sama Kak Jungkook"

"Lo nggak ngerasa aneh kah sama kata-kata dia yang bilang prioritas dia bukan Kak Jungkook?"

"Apa yang aneh? Nggak ada yang aneh"

"Lah?"

"Apa sih Chaeyoung to the point aja!"

"Ya berarti bisa jadi prioritas dia itu elo!"

"Ngaco anjir! Nggak usah bikin orang berharap! Gue mau udahan aja. Susah. Capek. Nggak bakal bisa"

"Ya terserah sih Cuw, gue tuh cuma ngasih bahan pertimbangan. Keputusan kan ada di tangan lo"

Intinya pembicaraan gue dan Chaeyoung malem itu nggak membuahkan hasil sama sekali. Nggak ada keputusan yang gue buat dan juga nggak ada tindakan yang gue lakukan. Chaeyoung pun kehabisan ide buat ngasih saran ke gue.

****

Setelah hari itu, gue dan Kak Jihyo nggak pernah ketemu ataupun papasan lagi. Ya karena gue emang menghindar. Gue mulai membiasakan diri untuk biasa aja. Nggak boleh terbawa suasana dan terus-terusan sedih. Gimana pun juga hidup harus terus berlanjut kan?

Setiap pulang sekolah gue langsung balik ke kamar. Habis makan malam gue langsung balik ke kamar. Pokoknya sekarang kamar jadi tempat kesukaan gue. Gue juga mulai jarang main ke kamar Yeri dan ngumpul sama yang lain.

Soobin mulai ngechat-ngechat gue. Gue mulai nanggepin juga. Entah apa yang gue cari sebenernya dari Soobin. Tapi ya siapa tau dengan cara gue deket sama Soobin bisa bikin gue lupain Kak Jihyo. Ini chat pertama gue sama Soobin waktu itu.

Siklus hidup membosankan gue pun berulang sampai akhirnya hari ini suara tegas Kak Yuju terdengar menggema ke seantero sekolah melalui speaker yang menempel di sudut-sudut koridor

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Siklus hidup membosankan gue pun berulang sampai akhirnya hari ini suara tegas Kak Yuju terdengar menggema ke seantero sekolah melalui speaker yang menempel di sudut-sudut koridor.

Ineffable (Jitzu)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang