“Simpan baik-baik hp itu.
Jangan sekali-kali membuang ataupun merusaknya.
Rahasia mu ada di tangan mu.”
Peace, EvilDi lorong ujung sekolah, tempat yang sepi. Mungkin disana dijadikan tempat perkumpulan anak-anak geng nakal yang suka mengganggu temannya.
“Lagi-lagi lo nggak masuk kelas lagi bro?!” tanya seseorang kepada cowok berbadan ideal dan berkulit sawo matang.
“Emang napa? Gak boleh? Biasanya gue juga gini.” balasnya.
“Gini deh Ga. Lo bilang lo mau bikin Langit keluar dari sekolah ini kan? Mau ngapain lagi? Masuk ke kelas, dan hancurin hidup si Langit! Masa Arga, seorang ketua geng kita malah jadi kayak pecundang gini!?!” ucap orang tadi.
“Banyak omong lo!” Arga pergi meninggalkan teman-temannya yang masih berada di tempat itu.
~~~~~
Saat pulang sekolah Putri masih terlihat sedikit syok. Ia hendak niat untuk pulang. Ia masih duduk di halaman depan sekolah. Ia sengaja tak menelfon sopirnya karena ia tak ingin sopirnya tau keadaannya yang sekarang. Ia takut sopirnya akan mengadu ke mamahnya.
Dari belakang terdengar suara “Put!”
Putri menoleh ke belakang, “Eh, Langit? Lo mau ngapain nyamperin gue?”
“Nggak papa. Gue cuma mau liat lo aja. Oh iya, apa bener yang ngurung lo tadi itu Elisa?” Langit tak tau.
“Ah? Kenapa lo nanya kayak gitu?” tanya Putri.
“Udah deh. Lo jangan pura-pura gak tau.” jawab Langit.
Putri hanya diam...
“Put, plis. Jawab jujur. Lo tau kan Elisa kayak gimana? Dia orangnya nekat! Gue gak mau lo di bully terus sama mereka. Lo orang baik Put!” ucap Langit.
“Udah lah biarin aja. Bagaimana pun Elisa itu pacar lo.” ucap Putri yang langsung meninggalkan Langit di halaman depan sekolah itu.
“Yah malah pergi.”
Tak lama kemudian datang Arka. Tapi Arka terlihat berdiri setelah berada di sebelah Langit.
“Ngapain lo kesini? Mau ngajak ribut lagi?” Langit tiba-tiba tanya hal itu.
“Sapa juga yang mau ngajak ribut?!” jawab Arka.
“Gue cuma mau bilang. Jagain tu pacar lo! Gue dah nggak butuh cewek jahat yang udah tega ngurung temen sekelasnya sendiri di dalam gudang kosong itu. Oh ya sekalian sekalian dia kasih tau. Jangan seenaknya memperlakukan orang lain seperti itu.” lanjutnya.
Langit terlihat kesal. Arka lantas pergi meninggalkan Langit dengan senyumnya itu. Langit menahan kesal.
~~~~~
Di parkiran terdapat tiga cewek cantik yang sepertinya tak lain adalah Elisa dan gengnya itu. Mereka berjalan hendak menuju mobil karna mereka mau pulang.
Sebelum masuk ke mobil, sebuah tangan memegang lengan Elisa. Sontak hal itu membuat Elisa terkejud.
“Sayang? Ada apa? Apa jangan jangan kamu mau marah-marah lagi sama aku? Nggak capek apa?” ucap Elisa yang merengut.
“Udah diam. Gak usah banyak omong. Sekarang kamu ikut aku.” ucap Langit.
Langit menarik tangan Elisa menuju tempat parkir motornya Langit.

KAMU SEDANG MEMBACA
Putri Langit
Mystery / ThrillerPutri adalah siswi polos yang cantik dan baik hati. Ia tak pernah terlibat dalam permasalahan apapun. Namun suatu ketika ia harus berhadapan dengan Elisa dan teman-temannya. Apapun mereka lakukan untuk merebut perhatian Langit dari Putri dan mencoba...