150 vote update secepatnya.
maybe many typos in this part, but I hope you guys keep enjoying and like.
"In a world ordered by sexual imbalance, pleasure in looking has been split between active (male) and passive (female)." Inas membaca kutipan itu dengan cukup lantang. Gadis dengan hidung mancung itu mefokuskan seluruh atensi nya pada layar ipad miliknya.
Kalimat yang dibaca oleh Inas tadi adalah kutipan dari esai milik Laura Mulvey yang berjudul Visual Pleasure and Narrative Cinema. And this is best known for her essay, "Visual Pleasure and Narrative Cinema", written in 1973 and published in 1975 in the influential British film theory journal Screen.
"An, kalo menurut lo maksudnya apa?" tanya Inas pada sosok gadis dengan rambut pirang panjang yang dikuncir kuda.
Kedua gadis cantik itu saat ini sedang berada di kediaman Anna. Hari ini dengan sengaja mereka berdua bertemu dan membuat janji. Tak hanya Inas dan Anna, Risa juga akan datang, hanya saja gadis itu sedang terjebak macet di jalan. Alhasil ia mungkin akan sedikit datang terlambat.
Anna yang baru saja masuk ke dalam kamarnya pun menoleh, kedua tangan nya menaruh dengan perlahan nampan aluminium yang diatas nya terdapat tiga buah gelas beling dan pitcher water jug yang berisi orange juice.
"Maksudnya apa, apa?" Anna mengernyitkan kening nya bingung. Gadis itu pun mendudukkan tubuhnya diatas kasur sama seperti posisi Inas saat ini.
"Gue baru aja selesai nonton The Male Gaze beropini nya Gita Savitri Devi, terus gue tertarik sama topik nya, ya jadi gue search lebih jauh." Kata Inas menjelaskan.
"Oh, coba lo ulangi lagi kalimat nya." Kata Anna meminta Inas agar kembali membacakan kalimat yang gadis itu ingin tanyakan.
Anna mengatur posisi nya agar benar-benar menghadap Inas. Tampaknya gadis berambut blonde itu mulai tertarik.
"In a world ordered by sexual imbalance, pleasure in looking has been split between active (male) and passive (female)." Inas mengulangi kalimat nya.
Anna terdiam untuk beberapa saat, mata gadis itu tampak menerawang kedepan. Tiba-tiba Anna teringat dengan kejadian beberapa hari yang lalu. Ketika gadis itu dengan diam-diam datang ke club malam tanpa sepengetahuan kedua orang tuanya.
Hingga akhirnya kejadian yang tidak pernah Anna bayangkan terjadi menimpanya. Anna tidak ingin mengingat nya, kejadian di malam itu sangat memalukan bagi Anna.
"Gimana An?" tanya Inas lagi.
Anna menoleh, ia dengan cepat kembali mengalihkan pandangan. "Hmm, gue kurang ngerti juga sih sama maksudnya, karna jujur baru gue pertama kali denger nya. But, I think there's something I can take from that quote."
"What?"
"First, let's define what it means, kalimat itu kan punya arti kalo di dunia yang diatur oleh ketidakseimbangan seksual pada kesenangan dalam mencari, itu dibagi antara laki-laki yang berperan sebagai aktif dan perempuan yang sebagai pasif atau objek dilihat. Nah, mungkin nih ya gatau juga sih. Laura Mulvey ini ingin menggambarkan perempuan atau sesuatu yang berhubungan dengan keperempuanan sebagai daya tarik dalam perspektif visual seorang laki-laki heteroseksual." Jelas Anna.
"Contoh sederhana nya mungkin kayak akun-akun di instagram yang nampilin foto cewek cantik dan sexy, pasti bakal dapet like dan comment yang lebih banyak. Atau dikalangan mahasiswa dan mahasiswi, cewek yang maaf bukan bermaksud, yang badannya gitu, pasti bakal jadi bahan buat cowok." Tambah Anna lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐅𝐞𝐦𝐚 𝐌𝐖'𝟗𝟕
Teen Fictionft. 97line What happens if colleger hits are put together in one squad? genre : young adult [AU] | since may mature . harsh word . non baku 97line「」© 2021 fluttersyy_ [SLOW UPDATE]
