After 5 months passed by
Sekarang seisi sekolah mengetahui siapa itu Kim Namjoon. Rasa-rasanya tidak ada satupun murid di sekolah ini yang tidak mengenali Namjoon, si tukang juara olimpiade. Setelah berjalan 5 bulan di sekolah baru, Namjoon berhasil mengharumkan dan mengangkat nama sekolahnya. Semua guru jatuh cinta pada kecerdasannya. Tidak ada celah untuk membenci pria ini. Kecuali sikapnya yang memang cenderung kaku dan sedikit cuek serta penampilannya yang bisa dikategorikan culun.
Kantin yang biasanya ramai dengan murid atau guru yang ingin makan siang, kini tambah ramai dengan murid yang mengurubungi meja makan siang yang biasanya Namjoon dan teman-temannya duduki bersama-sama. Mereka tidak mendekati Namjoon untuk berkencan, melainkan minta diajari pelajaran. Yah, biar juga ada yang beberapa bertujuan untuk memacari Namjoon tapi dengan tegas ditolak oleh yang punya nama. Tapi apakah Namjoon mempermasalahkan hal itu? Sama sekali tidak. Dia suka ketika ia dia bisa berbagi ilmunya. Setiap pulang sekolah, hari Rabu dan Jumat, mereka akan berkumpul di rumah Namjoon dan belajar bersama.
Seperti malam ini. Namjoon dengan sukarela mengajarkan teman-temannya yang belum paham dengan materi yang ada di sekolah. Kadang ibunya sampai membuatkan cemilan agar anaknya dan teman-temannya tidak mati kelaparan karena Namjoon adalah tipikal pembelajar yang runtut dan sekali belajar, maka dia tidak mau berhenti walau sejenak. Hingga tidak terasa sudah memakan waktu lebih dari 1 jam setengah, Namjoon memutuskan untuk menyelesaikan kelasnya.
"... Sekian untuk hari ini, ya. Kalau teman-teman ada yang masih kurang paham, mungkin bisa tanya-tanya lagi di hari Jumat, ya. Terima kasih." dan perlahan satu demi satu teman-temannya mulai berhamburan pulang setelah ikut membantu membereskan kekacauan yang mereka buat. "Gila. Lu jadi guru atau dosen, Joon. Gue dukung. Nanti kalo gue sama Suga punya anak, gue lesin ke elu deh."
"Saya suka ngajar, tapi enggak mau jadi dosen atau guru, Hoseok. Saya ingin punya usaha, membuka lapangan pekerjaan agar banyak orang dapat bekerja." jawab Namjoon sembari mengedarkan matanya kesana-kemari. Hoseok, sebagai teman masa kecil Namjoon sampai sebesar ini hanya tertawa mendengar jawaban yang diberikan Namjoon.
"Iye iyee, tau gue. Joon, gue pulang ya. Kasian ibu, sendiri dia. Ayah lagi pergi keluar kota." Namjoon mengangguk tanpa sadar, namun seketika ia langsung menolehkan kepalanya dan menahan tangan Hoseok. "Joon, gue tau gue manis dan ganteng. Tapi sorry nih, gue udah ada Suga. Jadi kalo lu suka sama gue, yaaa gue ga bisa terima." Namjoon menggeleng mendengar kenarsisan yang keluar dari mulut licin Hoseok, "Ngaco kamu. Bukan, saya bukan suka sama kamu. Tapi ada yang mau saya tanyain. Saya harap kamu bisa jawab, Hoseok."
"Apa? Asal bukan materi yang tadi, gue bisa jawab."
Namjoon menarik napasnya dalam-dalam dan mengehembuskannya perlahan, "Saya mau nanya sama kamu. Kamu tau kan kalau saya sudah 5 bulan di sekolah. Tapi kenapa saya jarang lihat Seokjin ya? Kemana dia?"
"Hah? Seokjin yang tidur mulu kalo di kelas?" Namjoon mengangguk serius. Selama 5 bulan Namjoon bersekolah di sekolah baru ini, hanya Seokjin dari teman sekelasnya yang paling tidak ia kenal. Biar awal perjumpaan mereka bisa dikatakan epic dan harus Namjoon akui kalau ia menyimpan sedikit rasa pada sosok itu. Tapi hanya sebatas itu interaksi mereka. Setelah itu Namjoon jarang sekali melihat Seokjin masuk ke sekolah dan tidak sekali dua kali ia mendengar Seokjin dipanggil ke ruang kepala sekolah entah karena apa. Ingin sekali Namjoon sesekali bertanya pada Seokjin, tapi Seokjin seakan membuat tembok tak kasat mata di antara mereka dan itu menyulitkan Namjoon.
"Hmm. Seokjin itu ... gimana ya. Dia sebenernya kayak begini itu baru-baru ini. Gue juga gak begitu paham kenapa, Joon. Waktu awal-awal semester, kita malahan segeng sama dia. Orangnya asik banget malah. Cuma waktu itu gue sempet denger kalo keluarganya ada masalah financial terus dia keluar deh dari geng kita-kita. Habis itu mulai dia jarang masuk, sering tidur di kelas. Kadang juga enggak ngerjain pr atau gak, enggak paham materi sama sekali."

KAMU SEDANG MEMBACA
home (on hold😔)
RomanceBanyak orang bilang, perbedaan adalah yang menyatukan banyak pribadi di bumi kita berpijak. Perbedaan adalah faktor utama yang membuat kita dapat mencintai diri kita sendiri termasuk orang-orang disekitar kita. dan itu benar-benar terjadi. Pada Namj...