Chapter 02 : the past

1.1K 126 4
                                        

"Mamah" Ujar lirih gadis berumur 12 tahun yang melihat mamahnya terbaring lemah dikasur.

"Lisa" Mendengar panggilan mamahnya lisa mendekat kearahnya dengan air mata yang mulai mengalir dari mata indahnya.

"Jangan menangis sayang" Dengan tubuh yang lemas sang mamah meraih pipi anaknya yang dipenuhi air mata.

"Jika mamah melarang lisa untuk tidak menangis, apakah lisa boleh melarang mamah untuk tidak sakit?" Pertanyaan lisa membuat dirinya menangis dalam diam.

Dengan lembut dia mengusap pipi anaknya dengan senyum palsu,"tentu saja jika lisa tidak menangis maka mamah juga tidak akan sakit".

"Bohong"

Lisa melepas tangan mamahnya yang berada dipipinya dengan kepala
yang menunduk,"kenapa mamah
selalu berbohong?kenapa mamah
selalu mengatakan hal yang
bahkan mustahil untuk mamah
lakukan?"

"Li-" Ucapannya terhenti ketika
merasakan sakit pada jantung nya
Dan tubuh yang mulai mengalami kejang-kejang.

"Mamah!" Teriak lisa mencoba menyadarkan sang mamah yang
mulai kehilangan kesadaran.

Lisa berlari ke kamar papahnya yang terpisah dengan mamahnya, dengan teriakan yang keras lisa memanggil sang papah. Bukannya mendengar jawaban papahnya, lisa justru mendengar suara desahan yang terdengar keras dari balik pintu.

Dengan tangan yang bergetar lisa mencoba membuka pintu papahnya yang tertutup dan betapa mengejutkan nya lisa saat melihat sang papah dengan seorang wanita sedang berhubungan intim yang
membuatnya tersenyum
kecut.

Lisa kembali menutup pintu sang papah perlahan-lahan dengan tatapan yang kosong, lisa menyadarkan dirinya kepintu,"kenapa harus mamah yang merasakan ini" batinnya

Lisa mencoba menguatkan dirinya sendiri karena saat ini mamahnya sedang sekarat, dengan cepat lisa berlari kearah luar mencoba mencari pertolongan dan usahanya tidak sia sia ketika beberapa orang membantu membawa mamahnya kerumah sakit.

"Mamah" Lisa tak dapat menahan tangisnya ketika melihat mamahnya ditangani dengan alat pacu jantung
yang membuat tubuh nya naik keatas dan bunyi nyaring dari monitor menunjukkan garis lurus yang membuat semua dokter saling memandang dengan tatapan
yang sulit diartikan.

Satu persatu alat yang menempel ditubuh mamah lisa mulai dilepaskan, dan salah satu dokter menemui lisa yang masih mematung didepan kaca yang menghalangi dirinya dengan ibunya.

Dokter itu memegang bahu lisa
dan berjongkok didepannya dan mengatakan sesuatu hal yang membuat hati lisa hancur.

"Sebenarnya sulit untuk mengatakan ini kepada anak sekecil dirimu tapi kami bekerja memang untuk menyelamatkan nyawa seseorang
tapi kami bukan tuhan yang memiliki
sebuah kesempurnaan, dan untuk kali ini kami gagal untuk menyelamatkan
seseorang yang penting dalam hidup mu, maaf dan aku harap kau bisa menerima ini" Dokter lantas berajak pergi dan meninggalkan lisa yang masih tidak bisa menerima kenyataan.

"LISA!"

Teriakan terdengar dari lorong rumah sakit dan memperlihatkan papahnya yang berlari kearahnya dengan wajah yang panik.

"Bagaimana keadaan mamah?" Minho mencoba memegang bahu anaknya tapi yang didapatkan adalah sebuah tatapan kosong dan tubuh yang membeku.

"Tuan minho" Dokter memanggil minho yang masih mencoba berbicara pada lisa.

Minho dengan cepat menghampiri sang dokter dan bertanya bagaimana keadaan istrinya.

Midnight |LISA|Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang