Tringgg
Tringgg
Tringgg
Suara alarm dari kamar membuat
lisa terbangun dari sofa, sambil memegang kepalanya yang terasa pusing. lisa berajak dan mulai mempersiapkan dirinya untuk
pergi ke sekolah.
"Sialan aku terlambat" Lisa
berlari kearah halte bus dan dengan memasuki bus yang lewat didepan nya.
Disisi lain jisa menatap bangku lisa yang masih kosong yang membuat nya bertanya-tanya,"apakah dia terlambat?"
Langkah kaki terdengar dilorong dan memperlihatkan guru yang sudah datang dan akan memulai pelajaran.
Guru itu menatap kedua bangku yang kosong dan menghela nafas,"mereka sama saja".
"Anak-anak, apakah rosé tidak berangkat lagi dan dimana lisa?"
Semua murid hanya diam, hingga suara seseorang yang sedang berlari terdengar keras.
"Hey pak, apakah aku terlambat?" Dengan nada yang santai rosé melangkahkan kakinya ke arah mejanya.
"Berhenti disana nona roséanne!"
Dengan malas rosé menghentikan langkahnya dan menoleh kearah gurunya.
"Kemana saja kau kemarin? Dan kenapa mau terlambat?"
"Tidur dan tidur" Jawab rosé santai yang membuat semua murid tertawa.
"Ya!, roséanne aku serius"
"Aku juga serius, guruku tersayang. Ayolah biarkan aku duduk dan menikmati bagaimana serunya pelajaran mu itu hingga membuat ku tertidur"
"Ros-..." Ucapan sang guru terhenti ketika lisa dengan santai melewati mereka dan berjalan kearah bangkunya yang berada
disamping jisa.
"Ya! Lisa" Dengan nada tinggi sang guru menghela nafas karena lelah menghadapi lisa dan rosé.
"Apa?" Semua orang tertawa ketika mendengar ucapan singkat lisa yang diberikan kepada gurunya.
"Lisa, Rosé lari 10 putaran di lapangan. Sekarang!!!"
Dengan terpaksa rosé dan lisa beranjak dari kelasnya menuju kearah lapangan sekolah.
"Sepertinya aku tidak mempunyai harga diri lagi sebagai seorang guru" Dengan wajah yang frustasi sang guru menutupi wajahnya.
Ditempat yang berbeda, lisa dan
rosé mengelilingi lapangan dengan suasana yang mencekam diantara mereka.
"Lama tidak bertemu denganmu, jerk" Rosé menatap sinis kearah lisa yang berlari disamping nya.
"...." Dengan sikap yang dingin lisa mengabaikan ucapan rosé dan memilih untuk melanjutkan hukuman yang diberikan
gurunya.
"Wow, sekarang kau bertingkah seolah aku adalah hantu atau kau memang benar-benar tuli" Dengan nada mengejek rosé memancing amarah lisa tapi usahanya hanya sia-sia.
"Ya brengsek!!!" Dengan marah rosé mendorong lisa yang membuatnya kehilangan keseimbangan tapi dengan cepat dia menyeimbangkan badannya.
"Apakah kau mempunyai masalah denganku?" Lisa mencoba untuk menahan amarah nya dengan berbicara dengan nada yang
tenang.
"Seharusnya aku yang bertanya seperti itu, apakah kau bisu hingga kau tidak bisa menjawabku. Jawab aku sialan, brengsek, pembunuh" Emosi lisa mulai tak terbendung ketika mendengar ucapan rosé, dengan amarah yang memuncak lisa memukul rosé tepat diwajahnya.
Bughh
Lisa mengatur nafasnya yang terengah-engah dan masih menatap rosé tajam, rosé yang menerima pukulan lisa hanya tersenyum tipis.
KAMU SEDANG MEMBACA
Midnight |LISA|
Fanfiction"Tengah malam bukan sebuah alasan untukku berlindung, melainkan tempat berteduh untukku bersembunyi dari luka yang menghampiriku" Lisa Skylight In Midnight. 01#midnight 17/7/2021 02#depression 21/8/2021 03#depressed 16/12/2021
