Chapter 08 : worthless

620 89 0
                                        

"Hai anak-anak"

"Hai pak"

"Baiklah, hari ini bapak ingin kalian menuliskan sesuatu yang ingin kalian capai dimasa depan nanti. Kalian bisa menulisnya dikertas setelah selesai kalian bisa menukarnya dengan teman sebangku kalian lalu baca
milik teman sebangku kalian, mengerti?"

"Mengerti" Jawab semua murid kelas. Mereka pun sibuk menulis keinginan mereka dimasa depan nanti.

"Hey lisa apa yang ingin kau capai dimasa depan nanti?" Tanya jisa.

"Kau akan melihatnya nanti" Jawab lisa dingin.

"Okay"

"Baiklah anak-anak, apakah kalian semua telah selesai?"

"Sudah, pak" Jawab semua murid.

"Kalau begitu tukar milik kalian dengan teman sebangku kalian lalu kalian bisa membacanya" Merekapun menukar kertas mereka dengan kertas, teman sebangkunya. Lisa dan jisapun bertukar kertas.

"Baiklah, kalau begitu baca milik teman sebangku kalian satu persatu" Akhirnya semua murid pun bergantian membaca keinginan teman sebangku mereka satu-persatu hingga tiba waktunya untuk jisa membaca milik lisa.

"Okay jisa, tolong baca milik lisa"

"Baik, pak"

Jisa pun membuka kertas milik lisa dan membaca keinginan yang ingin lisa capai dimasa depan nanti.

"Just wanna be happy"

Jisa yang membaca itu menolehkan kepalanya kearah lisa dengan tatapan yang sulit diartikan. Sedangkan lisa yang ditatap oleh semua teman yang ada dikelasnya, hanya bersikap acuh.

"Lisa, bisakah kau memberi alasan. Kenapa kau memilih itu?"

"Apakah aku harus mempunyai alasan untuk bahagia?" Rosé yang mendengar itu memutar bola matanya malas.

"Bagaimana bisa dia tidak bahagia, ketika ayahnya saja orang terkaya di korea dan dia bertingkah seolah-olah
selama ini dia tidak bahagia" Guman rosé dengan tatapan malas yang
ditujukan kearah lisa.

Sedangkan sang guru yang mendengar jawaban lisa hanya menggaruk belakang lehernya yang tidak gatal lalu mengalihkan pembicaraan.

"Buka halaman 50, kita akan melanjutkan ini nanti. Aku akan
pergi sebentar jadi bersikaplah dengan baik selama aku tidak ada, mengerti?"

"Mengerti!" Sang gurupun akhirnya pergi yang membuat semua orang yang dikelas berteriak kesenangan.

Sedangkan lisa menatap kertas jisa yang belum dibaca, lalu menolehkan kepalanya kearah jisa.

"Bolehkah aku membacanya?"
Tanya lisa kearah jisa.

Jisa pun yang mendengar pertanyaan lisa dengan cepat menganggukkan kepalanya sebagai jawaban,"tentu saja kenapa tidak".

Lisapun membuka kertas jisa yang berada di tangan nya dengan perlahan, lalu membacanya.

"Menjadi seorang idol yang dicintai banyak orang"

Degh

Jantung lisa secara tiba-tiba berhenti berdetak dan bayang-bayang jane kembali terputar dikepalanya.

"Lisa"

"Apa?"

"Bagaimana perasaan mu ketika mempunyai seorang ayah yang terkenal dikorea?" Tanya jane yang membuat lisa terdiam.

"Aku tidak tau" Ucap lisa singkat.

"Oh ayolah, tolong beritahu aku.
Pasti menyenangkan bukan. Kau bahkan bisa menjadi seorang idol lewat agensi ayahmu"

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jul 06, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Midnight |LISA|Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang