2| Library

1.7K 263 20
                                    


______

tarantism;

(n) overcoming melancholy by dancing, the uncontrollable urge to dance

______

▶ 2| library___________

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


▶ 2| library
___________



"Menurutmu tomat itu buah atau sayuran?" Sasha melontarkan pertanyaan random dengan raut muka yang kelewat serius, saking seriusnya, tikungan tajam tercipta di dahinya. "Menurutku, tomat itu buah! Jadi, selama ini kita tidak menyelupkan kentang goreng ke saus tomat, tapi smoothie!" nahkan, [Name] tak perlu menjawabnya, karena ujungnya juga Sasha yang menjawab sendiri.

[Name] sebenarnya ingin sekali tertawa ketika melihat ekspresi Sasha, sayangnya mereka --- [Name], Sasha dan Connie sedang berada di perpustakaan. Tentunya [Name] memilih diam, itu lebih baik daripada ditendang keluar.

Connie menjentikkan jarinya tepat ke tengah-tengah perempatan di dahi Sasha, membuat gadis kentang itu mengumpat dalam diam, "Berhubung kita sedang di perpustakaan, apa tidak ada pertanyaan yang lebih berbobot?" Sasha mengendikan bahu tak peduli, lagipula tujuannya memang untuk membuat teman-temannya kesal.

Sudah tiga bulan berlalu sejak perkelahian di koridor waktu itu, yang artinya sudah tiga bulan juga ia berteman dengan Sasha dan Connie. Kalau ditanya sudah seberapa dekat mereka berteman, [Name] mungkin akan menjawab teman dekat. Mengingat mereka berada di jurusan yang sama dan hanya dirinya yang setia mendengarkan setiap ocehan Sasha. [Name] jadi terbiasa dengan kebiasaan dan setiap kata yang keluar dari mulut gadis berambut ponytail itu. Begitu juga dengan Connie, laki-laki itu sudah terbiasa menjadi supir dadakan ketika [Name] atau Sasha malas jalan kaki ke kampus.

Sudah tiga bulan pula [Name] menjalani hidup sebagai mahasiswi. Awalnya [Name] takut akan sulit beradaptasi dengan kehidupan kampusnya, tapi kekhawatiran itu sepertinya sia-sia, karena [Name] punya Sasha dan Connie. Selama ada mereka, [Name] tak terlalu ingin menjalin pertemanan yang lain. Lagipula, [Name] cukup pintar untuk memahami materi kuliahnya sendiri.

"Ugh, kembalikan buku ku!" Sasha mendesis kesal.

"Ngaco, buku ini milik Armin kan? Kudengar, dia meminjamkan bukunya karena kasihan padamu." Connie menyeringai jahil, buku itu ia angkat semakin tinggi.

"Sialan, kalau iya kenapa?!" Sasha semakin agresif menyerang Connie.

Konsentrasi [Name] langsung buyar ketika nama Armin disebut. "Tunggu, Armin?" tanya [Name] memastikan.

"Iya~ Armin yang itu, kau tertarik dengannya kan?" kini Sasha yang menyeringai jahil.

[Name] buru-buru mengelak, "Tertarik apanya? Kan aku cuma tanya."

Seringai di wajah Sasha semakin lebar, gadis itu mendekatkan wajahnya pada [Name]. "Bohong banget." senyum bodoh kembali tercipta di wajahnya, "Kau pikir aku sebodoh itu hingga nggak sadar kalau pipimu memerah setiap ada Armin?"

𝙏𝘼𝙍𝘼𝙉𝙏𝙄𝙎𝙈  (エレン)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang