Part 5

6 4 3
                                        

Andai dulu Lo bukan sahabat gue mungkin Lo bisa gue dapetin dengan mudah~
-Duskia Queen Qloudi

"kantin yok" ajak Enjel
"yok" jawab mereka 3 serentak
"hm, pelan ga ikut?" tanya duskia
"ga gua ke kelas sebelah dulu"
"ngapain?" tanya Enjel
"ada urusan, jangan kepo" jawab pangeran
"dih, belagu" jawab Enjel
"suka suka gue dong" sahut pangeran setelah itu ia pergi meninggalkan ke empat sahabatnya itu, memang pangeran punya sahabat laki laki namun beda kelas.
"dih celana pelan mbentuk di lobang bokongnya jir" tawa Syifa pecah seketika, ketiga sahabatnya mengfokuskan pendangannya ke arah pangeran
"anjir mata Lo Al" kata cia sambil menoyor kepala Alika sambil tertawa
"sakit bego" jawab Alika sambil mengelus kepalanya
"gua colok juga tu mata lu, parah lu Syi mata gue ternodai" kata enjel sampul mengusap matanya lalu menepuk kepalanya
"jangan jujur jujuran banget dong kan ntar gua jadi ilfeel" kata Duski sambil memanyunkan bibirnya
"yeeeee si bego" kata mereka bertiga serentak lalu menoyor kepala Duskia
"uissh sakiit" kata Duskia
"eh kira kira si pelan kemana ya" tanya duskia
"mana gue tau gue bukan google map" kata enjel
"ish au ah buru kekantin" kata Duski
~"si pelan ngesamperin Kirana kah?"~ tanya Enjel dalam hati

Sesampainya pangeran di kelas Kirana
"permisi kiranya ada?" tanya pengeran kepada salah satu siswi di sana
"dia ga masuk hari ini"
"oh iya kah, dia ga masuk kenapa?" tanya nya lagi
"engga tau pang dia ga ngasih surat, dia bolos"
"ohhh begitu, makasih yah gue pergi dulu"
pangeran menelfon Kirana
"halo Ki Lo kenapa ga masuk hari ini"
"iya gue males masuk ah pang" kata Kirana di sebrang sana
"oohh yaudah ntar kalo pulang gue kerumah lu yah"
"Okeyy jangan lupa bawain gue kue sus yah beli di toko biasa kita beli itu"
"okey sip" telefon di matikan pangeran sepihak
lalu iya berjalan ingin mendatangi sahabatnya di kantin di perjalanan banyak kaum hawa yang memperhatikannya
"apa Lo liat liat?" tanya nya pada seorang sisiwi kelas sepuluh
"hehe engga apa kak" jawabnya
pengeran merasa ada yang aneh iya baru merasakan bokongnya yang ganjal
lalu ia kembali kedalam kelasnya dan merapikan celananya
"halah ini doang, semua cewe sama aja, alay semua, eh ngga deh kecuali Kirana my lop" katanya kepada diri sendiri dan melanjutkan langkahnya ke kantin
"balik juga nya Lo" kata Duskia
"iyee" jawab pangeran
"abis dari mana" tanya nya lagi
"kepo" jawabnya singkat
"kok kayaknya mood Lo kurang bagus, Lo kenapa" tanya duskia
"gapapa, makanan gue mana"
"belum di pesan, mana tau Lo ga datang lagi habis duit gua bayarin" kata Duskia
"elah perhitungan banget si jadi sahabat" kata pangeran
"jel pesanin makanan gue dong"
"Lo ga liat gua lagi makan, beli sendiri sono" sahut Enjel
"suruh Duskia aja" kata Syifa
"em yaudah sini pel biar gue pesanin, lo mau apa?" tanya duskia
"iiihhh baik banget sahabat gua nii, samain aja thanks ya" sahutnya kepada duskia
"emm"
" just sahabat kii Lo jangan ngarep" kata Duski dalam hati.

setelah selesai mememsan makanan pangeran, iya menaruhnya di depan pangeran
"thengkiyu"
"iye sama sama" kata duskia
"eh kalian tau Kirana Anind Fhelisha gak?, anak kelas XI IPA 1 itu" tanya pangeran sambil mengunyah makanannya
"eemm tau Napa?" tanya Enjel
"gue suka sama dia" seketika hati Duskia sesak dan perutnya terasa seperti di iris
hampir saja ia menjatuhkan air matanya namun ia tahan, semua tatapan sahabatnya yang mengetahui jika Duski menyukai pangeran tertuju kepadanya
"sesejak kapan" Duskia berusaha bertanya sambil tersenyum
"udah lumayan lama semenjak kelas 9 SMP kan waktu SMP gua sesekolah sama dia tapi gua belum berani ungkapin perasaan gue ke dia, baru kali ini gua deketin dia" jawab pangeran panjang lebar
"o-ohh iya eum semoga emm semoga dia juga suka lo balik" jawab Duskia terbata bata dan berusaha tersenyum sambil memukul mukul pundak pangeran
"iyaa gua berharap banget bisa jadian sama dia, iya deh ntar kalo gue juga dia jadian gue kasi PJnya" sahut pangeran bangga
"kok kalian diam aja, harusnya kalian seneng liat gua ga jomblo lagi" kata pangeran ke cia, Enjel, dan Syifa
"ohh hehe iya hhaha gue tunggu PJ nya hahaha" kata Syifa hambar
"au ah" sahut pelan melanjutkan memakan makanan nya
Setelah jam istirahat selesai mereka kembali kekelas lalu memulai KBM.
Pada saat proses KBM berlangsung Pelan bertanya kepada Duskia sambil berbisik
"Ki menurut Lo gue sama Kirana cocok gak" JDER satu hantaman kembali
menyayat hatinya
"tampaknya pangeran sangat suka sama kirana, pangeran kenapa harus menanyakan satu hal ini?, apa kah gue harus terus terusan berbohong di hadapannya" batinnya
"woy Lo kok bengong" kaget pangeran kepada duskia
"eeum gue rasa Lo ga cocok sama dia deh Lo kan jelek dia cantik tentu ga cocok haha" kata Duskia berbohong
"anjir Lo jadi Bestai gitu amat, sekale kale Lo Katai gua ganteng Napa seh" sewot pangeran
"heem Lo emang ganteng pel, haha tapi mana mungkin gua relain Lo gitu aja" kata Duski dalam hatinya sambil tersenyum masam.

"Andai dulu Lo bukan sahabat gue mungkin Lo bisa gue dapetin dengan mudah". Batin duski

JANGAN LUPA VOTE DAN KOMENNYA❤️❤️

If You Feel ItTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang