SATU

185 34 2
                                        

Seorang wanita kini sedang berjalan menuju Toko Bunga miliknya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Seorang wanita kini sedang berjalan menuju Toko Bunga miliknya. Ia tidak sendirian namu bersama seorang gadis cilik di sampingnya. Gadis itu sangat cantik.

"Mama. Vina mau tanya."

Langkah Yerina terhenti ketika sang anak ingin mengajukan pertanyaan. Yerina tidak terkejut lagi karena pertanyaan seperti ini sudah biasa baginya. Vina selalu bertanya mengenai apapun yang baru ia lihat.

Vina menunjuk sebuah objek yang membuat Yerina terdiam. Terlihat sebuah keluarga harmonis sedang duduk di Taman bersama anak mereka. Ketakutan yang selalu menghantuinya.

"Keluarga itu punya Mama dan Papa. Papa Vina mana?"

Yerina terdiam. Ia tidak  bisa berkata apapun karena dirinya belum bisa menjelaskan kebenarannya pada anak kecil yang masih berusia 3 tahun ini tentang hubungannya dengan Papa Vina.

Ia memilih tidak menjawabnya dan melihat seorang penjual balon. Yerina mengalihkan perhatian anaknya itu dengan balon. Tiba-tiba seorang pria yang sering membantunya pun datang.

"Paman Bima!"

Pria yang bernama Bima itu melambaikan tangannya ke arah Vina dan dengan sigap menerima tabrakan tubuh Vina yang minta dipeluk oleh Bima

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Pria yang bernama Bima itu melambaikan tangannya ke arah Vina dan dengan sigap menerima tabrakan tubuh Vina yang minta dipeluk oleh Bima. Yerina dan Bima seumuran.

Bima Prasetya adalah pria yang membantu Yerina selama di Vienna ini. Bima adalah kakak Lia, sahabat Yerina. Lia tetap bersama Yerina di Vienna ini dengan membuka Toko Bunga.

"Tumben kau bisa keluar di pagi hari seperti ini," tegur Yerina.

"Bagaimana keadaan gadis kecil ini hm?" tanya Bima tidak memperdulikan pertanyaan Ibu dari anak itu.

Yerina tersenyum, "Asmanya tidak pernah kambuh lagi. Tapi lihat saja. Dia sangat senang berlari."

Bima yang mendengar penuturan sang Ibu pun segera menurunkan Vina dari gendongannya lalu menyamakan tingginya dengan Vina, "Gadis cantik tidak boleh lari-lari telus. Nanti sakit lagi loh."

"Iya Paman. Vina janji gak akan lali-lali lagi."

Bima yang gemas pun mengecup seluruh inci wajah Vina yang sangat menggemaskan itu. Pria itu meminta untuk mengantarkan mereka ke Toko Yerina. Dengan senang hati Yerina menerima ajakannya.

SatuTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang