"Saya butuh bunga lavender."
Kini Yerina disibukkan dengan pelanggan yang pagi ini sedang bertumpuk. Vina, putrinya dengan senantiasa membantu Ibunya. Lia juga kini disibukkan dengan rangkaian bunga.
Vina Florist
Toko bunga yang sudah cukup terkenal di Vienna selamat 3 tahun terakhir ini. Maka tidak heran jika toko bunga ini sangat ramai pembeli dengan pegawai dan pemilik yang sangat ramah.
"Kak ini waktunya pengantaran ke V Corp. Aku rasa aku tidak bisa mengantarnya dengan banyak pelanggan seperti ini," ucap Lia.
"Baiklah aku yang akan mengantarkannya," balas Yerina.
Lia melirik Vina, "Lalu Vina bagaimana Kak? Tidak mungkin kau akan membawanya dengan sepeda itu."
Yerina tampak berpikir. Hingga satu tempat membuatnya teringat. Ia akan menitipkan Vina di sana. Setelah menyatukan semua barang yang dianggap Yerina perlu, ia mengambil kursi khusus untuk Vina.
Yerina mulai mengayuh sepedanya menuju tempat tertama dimana ia akan menitipkan Vina sebentar. Meski baru 3 tahun di negara orang, Yerina sudah cukup dikenal di sekitar sini. Kini mereka telah tiba di Kafe Anak.
Rencananya ia akan menitip Vina di sana sebentar dan ia akan mengambilnya kembali setelah mengantar bunga pesanan orang. Yerina tersenyum ke arah anaknya.
"Mama tinggal sebentar ya. Vina harus dengar kata Miss di sini ya. Mama harus kerja dulu," ucap Yerina lalu mencium seluruh inci wajah sang anak.
"Yes mama. Mama ati-ati bawa cepedanya."
Yerina tersenyum gemas melihat tingkah gemas sang putri. Setelah menitipkan putrinya, ia bergegas menuju V Corp untuk membawakan bunga yang katanya untuk penyambutan CEO mereka.
Dengan kelincahan Yerina, ia tiba dengan sangat cepat di Kantor tersebut. Ia merapikan bunga tersebut dan masuk ke dalam Kantor sambil tersenyum kepada resepsionis.
"Yerina you look so beautiful today. Where is Lia? I guess she's the one who always brings flowers here."
Yerina pun tersenyum, "There are many customers in the shop and Lia is busy. That's why I brought flowers today."
Di waktu yang sama, pemilik perusahaan ini telah tiba. Yerina telah menerima upah dari resepsionis. Yerina tidak langsung beranjak dari situ, ia ingin melihat siapa pemilik perusahaan ini.
Perusahaan ini adalah salah satu langganan Toko Yerina dalam mengantarkan bunga. Mereka selalu memesan karangan bunga, ucapan ataupun bucket bunga di Tokonya.
Resepsionis tadi pamit dari Yerina karena harus menyambut pemilik perusahaan tersebut. Gadis resepsionis itu tersenyum dan menunggu pemilik perusahaan untuk masuk.
Yerina hendak melihat siapa pemilik perusahaan ini namun tiba-tiba teleponnya berdering. Segera gadis itu meraih tasnya dan melihat siapa yang menghubunginya. Sedangkan pemilik perusahaan itu telah masuk dengan gagah tanpa Yerina sadari.
"Welcome Mr. Vito."
****
"Sinb tolong bawakan tas Jena."
Luna dan Sinb serta dua anak kecil ini berencana untuk berjalan-jalan hari ini. Mereka memutuskan untuk berhenti sebentar di salah satu Kafe Anak di sana. Luna sedang membawa Viren dan Jena untuk mencuci tangan sebelum bermain.
Sedangkan Sinb sedang memesan makanan yang sesuai selera anak-anak. Ketika ia berjalan menuju kasir, ia melihat seorang anak kecil dengan wajah seperti yang ia lihat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Satu
Historia Corta*𝑫𝒊𝒔𝒄𝒍𝒂𝒊𝒎𝒆𝒓* 𝑫𝒊𝒉𝒂𝒓𝒂𝒑𝒌𝒂𝒏 𝒖𝒏𝒕𝒖𝒌 𝒎𝒆𝒎𝒃𝒂𝒄𝒂 𝒃𝒐𝒐𝒌 "𝑲𝒆𝒅𝒖𝒂" 𝒕𝒆𝒓𝒍𝒆𝒃𝒊𝒉 𝒅𝒂𝒉𝒖𝒍𝒖. 𝑺𝒆𝒒𝒖𝒆𝒍 𝒅𝒂𝒓𝒊 "𝑲𝒆𝒅𝒖𝒂" **** Sudah jauh aku berlari, namun apakah aku harus kembali ke titik awal? - Yerina. Sejauh...
