24. Insiden

1.9K 227 48
                                        

"jangan banyak gaya No, tawaran terakhir dari gue, ikut kita dan hidup lo bakal tenang," tawar Reyhan alias Vano yang mulai serius menanggapi Nino yang begitu santai padahal dirinya diambang kematian.

"Bodo dah, ogah! Najis gue, dari awal gue udah tau nama lo palsu, semua di diri lo palsu Rey! Tapi gue diem, berharap lo bisa cepet sadar, tapi ternyata nambah nekat!," seru Nino menatap nyalang Reyhan yang mengeraskan rahang dengan tangan terkepal.

Selama ini, Nino memang tau tapi dia tak ingin berurusan dengan orang-orang ini membiarkan mereka melakukan apapun sesuka hati mereka sendiri, tapi sekarang berbeda Aleta terseret kedalamnya.

"Seharusnya lo tetep diem bangsat! Supaya gue dan papa ga perlu ladenin orang kaya lo!," sinis Reyhan menarik pistol yang ia simpan di balik jaket merah yang menutupi kaos hitam bertuliskan 'good person'.

"Sekarang gue tawarin balik, sini lo tinggalin Aiden! Gue sama mama Andraya siap buat terima lo!," nego Nino pada Reyhan.

Nino mengenalnya, Andraya—mamanya pernah bercerita tentang Nania Keyrina istri sah Aiden yang meninggal karena depresi atas kelakuan Aiden. Tak dipungkiri juga ia tentu tau Reyhan alias Elvano dorgous putranya yang mulai ikut sakit jiwa.

Tiga tahun yang lalu, saat mereka baru masuk ke SMA Nino bertemu Reyhan, anak laki-laki itu terdiam sendiri ditengah kerumunan siswa dan wali murid di festival sekolah. Andraya menunjuk Reyhan ia berkata pada Nino kalau itu putra Keyrin namanya Reyhan. Nino tidak begitu antusias, karena ia tau anak itu milik Aiden tapi saat mengingat cerita Andraya tentang Keyrin ia mulai bimbang.

Didekatinya Reyhan bersama Andraya, sedikit perkataan singkat yang bisa Nino jadikan tanda kalau anak itu di bawah didikan Aiden, ayah mereka. 'Saya Elvano, bukan Reyhan, minggir jangan dekati saya'.

"Tobat Rey! Lo harus sadar kalau mama Keyrin mati gara-gara bajingan itu! Mama lo mati gila karena dia! Jangan buta bangsat!," peringat Nino kembali menunjuk Aiden dan Reyhan secara bergantian.

Nafas Reyhan menderu, ia mengarahkan pistol kearah Nino bersiap menghabisi saudara tirinya. Sekelebat bayangan Keyrin—mamanya yang tertawa histeris menghampiri kepalanya.

Ia ingat jelas, bagaimana Keyrin meninggal. Wanita yang merupakan mamanya itu terus berteriak mengatai suaminya, dan menolak Reyhan. Wanita itu merasakan penyesalan, tak kuat menghadapi dunia lantas ia menancapkan sebilah pisau ke perutnya sendiri.

Reyhan tentu hancur, tapi tak lama setelah itu Aiden mulai muncul memberi pengajaran menguasai keluarga besar mereka. Aiden meyakinkan Reyhan bahwa kekuasaan inilah yang Keyrin inginkan, demi mamanya ia menuruti setiap keinginan Aiden dari membunuh, berkhianat, dan perbuatan perbuatan jahat lainnya ia lakukan bahkan sekarang ia harus membunuh saudara dan kedua sahabatnya.

Sudah cukup, ia harus segera mengakhiri ini. "Gak! Andraya yang bikin mama gue mati! Mama lo si pelacur itu anjing!," teriak Reyhan bersiap menarik pelatuk pistolnya yang sudah terarah lurus pada jantung Nino yang hanya diam menggeram.

Reyhan melotot, ekor matanya menangkap sosok Keyrin yang berdiri mendorong pelan pistolnya hingga meleset dari sasaran, "jangan Rey, dia saudara kamu," suara lirih itu bertiup memasuki pendengaran Reyhan bersamaan dengan hembusan angin yang membelai wajahnya.

Peluru itu terlanjur melesat, menggores lengan kanan Nino melesat tidak tertanam disana. Nino tersenyum tipis melirik lengannya yang sudah mulai mengucurkan darah segar.

Aiden terkejut, ia menatap Reyhan penuh amarah. "Kenapa bisa gagal?! jangan-jangan tekat kamu luntur hanya karena perkataan si durhaka itu?!," pekik Aiden menunjuk nunjuk Reyhan yang masih diam. Mama.

Married Dadakan Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang