Author Pov
Keesokan harinya
Lia, Ryujin, Yeji dan Yujin tengah bermain ditaman belakang. Keempat bocah itu berlarian kesana kemari sembari memegang pistol mainan yang berisi air.
Yujin yang memegang pistol air lumayan besar membuat Yeji memberengut kesal.
"Yujin! Kamu curang!" Yujin yang sedang mengejar Ryujin langsung berhenti diikuti oleh Ryujin dan Lia.
"Curang kenapa?" tanya Yujin melangkah menghampiri Yeji.
"Kamu pistolnya gede, sedangkan kita bertiga kecil." jelas Yeji kesal.
"Loh? Pistol nya kan ada empat, tiga pistol kecil dan satu pistol ini." tunjuk Yujin pada pistol aur ditangannya.
"Ya tetep aja curang." Yeji melangkah menghampiri keran, ia menyimpan pistol mainannya diatas rumput, lalu ia memasangkan selang panjang ke keran.
Yujin hanya memperhatikan Yeji dengan bingung tanpa rasa curiga.
"Kamu mau ngapain?" tanya Ryujin mendekat kearah Yeji.
"Kamu diem." Ryujin hanya mengangkat bahunya tak peduli.
Setelah berhasil memasangkan selang ke keran, Yeji mulai menghidupkan keran dan air pun muncul diujung selang.
Jari telunjuknya menutupi sebagian lubang selang menyisakan sedikit lubang untuk air.
Lalu ia mengarahkan selang tersebut ke tubuh Yujin..
Brussh
"Aakkk!! Yejiii!!" teriak Yujin kesal dan kaget.
Bajunya seketika basah kuyup akibat Yeji.
Yujin tak terima, jadi ia berjalan menghampiri Yeji dengan wajah kesalnya.
Yeji yang menyadari kekesalan Yujin langsung berlari menghindari Yujin, sedangkan Yujin langsung berlari mengejar Yeji dengan sumpah serapahnya.
"Yeji! Jangan kabur kamu!" teriak Yujin mengejar Yeji bagaikan Titan.
"Hahahaha! Sini tangkap aku!" ucap Yeji sesekali menoleh kebelakang.
Ryujin dan Lia hanya menonton sambil menghela nafas.
"Ada ada aja." gumam Lia menyimpan pistol airnya disamping tubuhnya.
"Bukan saudara ku." gumam Ryujin menatap kedua saudara kembarnya yang masih saling mengejar.
Karna fokus Yeji terbagi antara Yujin dan jalanan didepan, Yeji pun tercebur ke kolam renang gara gara ia terus menerus melihat kearah Yujin.
Byuur
Tercebur dengan gaya.. Yeji menyembulkan kepalanya melihat kearah Yujin yang tertawa keras sambil memegang perutnya.
Ryujin dan Lia menahan tawa dengan kuat supaya tidak pecah.
"Bantuin dong! Jangan diketawain!"
"Karma!" ucap Yujin lalu melanjutkan ketawanya..
Ryujin menghampiri sisi kolam dan menjulurkan tangan nya kearah Yeji yang langsung disambut bahagia oleh Yeji.
Namun karna jiwa jailnya sudah mendarah daging, Yeji bukannya naik keatas, dia malahan menarik tangan Ryujin cukup keras hingga tubuh Ryujin tercebur kedalam kolam.
Ryujin muncul ke permukaan dengan raut wajah kesal.
"Aku niat nolongin kamu yaa, Yeji. Tapi kamu malah kayak gini." ucap Ryujin mencipratkan air ke wajah Yeji. Yeji membalasnya, Ryujin kembali membalas dan keduanya saling mencipratkan air ke wajah masing masing.

KAMU SEDANG MEMBACA
[2] Family Manoban [Jenlisa]
Fanfiction[FUTA] [G!P] Jennie dan Lisa udah nikah 6 tahun yang lalu, mereka dikaruniai tiga orang anak kembar semuanya cewek. Dan ketiga anak mereka keadaannya sama kayak Lisa. ***** ©lamo_manoban Gambar by Pinterest