3 : Pendekatan

22 14 20
                                    

Happy reading!

°°°

Berteman, bukanlah soal usia siapa yang paling tua dan siapa yang paling muda, akan tetapi kesolidaritasan serta selalu datang ketika kita sedang kesusahan.

°°°

Mereka telah selesai membeli novel yang dibeli oleh Adara. Saat ini, mereka sedang menikmati makanan batagor di depan Toko.

"Jadi, Mbak Dara juga anak wattpaders?" tanya Kalya yang menikmati batagornya.

Adara mengangguk sembari mengunyah.
"Masih baru sih, pertama kali suka baca cerbung itu pas masuk grup di facebook," jawabnya.

Ken dan Arya hanya menyimak saja, terkadang Ken ikut bertanya. Sedangkan, Arya hanya diam memakan batagor tersebut, tanpa bersuara. Jadi, sebenarnya di sini pemeran dingin itu, Kalya atau Arya?

"Heh, Dek! Lu ngapa dah, tumben diem mulu?" tanya Adira menyenggol Arya.

"Gak papa," jawab Arya cuek.

"Ck! Ternyata adek lo sama kek si Ay, di depan keluarga dia bawel, giliran keluar rumah aja so dingin banget," celetuk Ken.

"Alah, paling dia galau karena cewek ...."

Malam harinya, tak seperti sebelumnya. Kali ini Arya jauh lebih banyak diam, hal itu membuat Adara terheran.

"Aryaa? Lo ngapa sih?" tanya Adara, saat ini mereka sedang berada di ruang tamu berkumpul dengan keluarganya.

"Gak papa, Arya tidur duluan ya. Mbak, Bu, Pak." Arya berjalan menuju kamarnya, karena rumahnya tingkat, jadi kamarnya terletak di dekat ruang tamu.

"Mbak? Ngape adek kau tuh?" tanya Astuti - Ibunya. Berbicara dengan menggunakan bahasa campuran Jambi.

"Tak tau aku, Bu. Paling dia galau gare-gare cewek," jawab Adara asal, karena ia harus kembali pokus pada novelnya.

"Maklumlah, Bu. Biaselah anak muda, dulu kite juge macam tuh," goda Alfahri - Bapaknya.

"Ish, Bapak ni! Kita udah tue, dak usah bahas lagi ah!" ketus Ibu mencubit tangan Bapak.

"Beh, panas di sini mah eyy. Aku mau di kamar aja ya, Bu, Pak. Selamat malam, dan selamat honeymoon, haha!" Adara tertawa langsung berlari membawa novelnya ke kamar.

"Bapak sih!"

"Kok nyalahin, Bapak?"

"Tau ah!"

"Ututu, Ibu jangan merajuk, Bapak tidak bisa hidup tanpa Ibu!"

Arya yang mengintip mereka hanya terkekeh geli. Orang tuanya sudah cukup berumur, tapi mereka masih bersikap sangat humoris.

Arya mengambil ponselnya, lalu membuka instagram dan mengetik sebuah quotes untuk ia buat status.

"Keinginanku hanya satu, membahagiakan seseorang yang aku cintai."

Kurang lebih seperti itulah quotes yang ia update, ia sangat berharap bisa membahagiakan orang yang ia cintai, yaitu keluarganya.

Di usianya yang menuju 22 tahun, Arya seharusnya sudah menikah. Tidak harus, tapi orang tuanya sering kali menanyakan perihal pernikahan. Yah, Arya hendak menikahi perempuan yang ia cintai, akan tetapi perempuan itu malah menghianatinya. Karena hal itulah Arya sudah tidak ingin kembali mengenal perempuan.

Never Ending LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang