Michael's POV
Sekarang aku sudah di bandara LAX bersama Tim 5 Seconds of Summer. Tentu saja, untuk pengerjaan album baru. Kembali pada kota sibuk ini.
Ava sudah sampai di San Diego satu minggu yang lalu, dia sudah mulai sibuk dengan urusan-urusan kampus dalam memulai semester awalnya. Dia juga sudah tahu hari ini akan ada di LA.
Aku bangga padanya. Atas prestasinya sehingga dia bisa masuk ke Stanford University. Awalnya aku berdebat - kenapa dia tidak masuk jurusan astronomi saja? Dia jenius dalam mata pelajaran itu, juga untuk menunjang obsesinya pada luar angkasa. Ava juga sangat ingin masuk astronomi, kedua orang tuanya pun tak masalah dia masuk astronomi. Tapi - dia sudah tidak bisa menahan obsesinya pada Konspirasi Alien dan UFO. Dia sudah menyelam terlalu dalam yang ternyata membahayakan dirinya. Dia menjadi incaran para Intelegent rahasia.
Ava pernah mengisolasi dirinya sendiri selama satu minggu untuk berpikir jernih. Dia melakulannya di sebuah desa sendirian. Tanpa ponsel dan alat komunikasi. Dia mengalami Nervous Breakdown atau mental yang turun. Dia trauma akan Intelegent yang memburu dirinya sedemikian rupa. Sampai akhirnya dia kembali dan memberitahuku:
"Michael aku harus berhenti. Ini semua akan membahayakan orang-orang yang kucintai dan aku tidak mau itu terjadi. Tolong, jangan debatkan ini lagi. Aku akan mengambil Manajemen Bisnis Stanford, kemudian melanjutkan perusahaan Dad. Jurusan ini tidak begitu buruk."
Dia masih 18 tahun dan telah mendapat guncangan seperti ini - tentu ini buruk untuknya. Akupun berpikir demikian, Ava harus dilindungi. Masih panjang waktu yang dia punya untuk tetap mendalami keyakinannya akan kehidupan lain itu - secara diam-diam.
Dia terlalu cerdas dalam menggali konspirasi ini - The Big Top Secret.
Oke, kita sampai di rumah yang besar di Hollywood Hills. Aku tahu akan sulit untuk bertemu dengan Ava walaupun kita ada di dalam satu negara. Aku sibuk dengan 5SOS dan dia sibuk dengan kuliahnya. Sangat indah kisah cinta kita.
Calum mengacak-ngacak rambutnya lalu menghela napas, "Oh jet lag!"
Luke dan Ashton terlihat sama - mereka terlihat lelah dan bingung. Jet Lag.
"Pergilah tidur sebelum kita berkutat dengan alat-alat pendukung album baru!" Seruku dan mereka tak menghiraukanku.
Luke dan Ashton pergi menuju kamarnya masing-masing sementara Calum sudah tumbang di atas sofa.
Jet Lag tak akan terasa jika kau selalu memikirkan seseorang denga fokus. Aku rindu pada pacarku.
Aku mengeluarkan ponselku dalam saku lalu dengan cepat mengetik:
To: Avalien <3
Sudah makan siang? Bagaimana dengan Stanford? Aku harap akan terasa menyenangkan, semangat sayang!
5 menit kemudian.
From: Avalien <3
Heeey apa kau sudah sampai di Hollywood Hills? Stanford keren sekali kau harus ke sini! Maaf aku tak bisa menjemputmu di bandara :(
To: Avalien <3
Sudaah dan di sini sedang terjadi jet lag massal. Oh ya? Lebih keren mana dariku?? Tidak usah minta maaf sayangkuuu, fokuslah pada kuliahmu. Dan hati-hati!
From: Avalien <3
Jet lag? Hahahaha apa kau juga? :( Ya ya lebih keren Michael Clifford! Oke deh cintakuu. Aku sudah selesai dengan urusan kampus, dan minggu depan sudah mulai ospeeeek
To: Avalien <3
Tidak. Tidak. Kau mengacaukan pikiranku duluan sebelum Jet Lag :p Apa kau akan langsung pulang atau diam dulu di kampus?
From: Avalien <3
Aku selalu berhasil menghancurkan pikiranmuuu <3 Makan dulu di kantin kampus hehehehe
***
Ava's POVAku makan di kantin super besar dan menyenangkan Stanford University. Banyak sekali orang di sini, tapi aku masih belum mempunyai teman.
Michael menghilang, mungkin dia juga tumbang karena lelah.
Stanford University sangat teramat luas yang membuatku capek berjalan mengelilingi kampus ini. Tapi aku jatuh centa hanya dengan satu jentikan jari pada tempat ini. I'm home.
Ponselku bergetar menghentikan kegiatan makan ayam panggangku. Lagi - aku tersenyum, kegirangan.
From: Michael Clifford <3
Hey kau sedang di mana?
To: Michael Clifford <3
Kantin Stanford yang maha besaaar
10 menit. Yah, dia tidak membalas lagi. Mungkin jatuh tertidur lagi. Aku tak bisa berpikir banyak-banyak lagi, aku lapar. Maka aku fokuskan diriku pada ayam panggang di depanku.
"Ehm ... Ehm."
Aku mendengar seseorang berdeham di belakangku, berhubung aku sedang menikmati sentuhan akhir ayam panggang ini, aku menunda gerakan menolehku.
"Apa kursi di sini kosong?"
Tunggu. Kuhentikan gerakan mengunyahku saat mendengar suara itu. Oh sialan. Aku menolehkan kepalaku dengan segera.
"Hai."
Aku berdiri dan memeluknya erat, "Michael!"
Dia tertawa dan mencium telingaku sambil berbisik, "I miss you." []
_______________________________________
LATE NIGHT UPDATE AYE
ga apa-apa lah berhubung 10 hari ke depan libur horee
Eh btw, aku seneng deh, karena fanfic Don't Stop beberapa dari kalian jadi keingetan alien sama ufo terus :") Thats pretty great fellas, Aliens & UFOs are real!
OH YA YA YA
PLEASE TAKE A LOOK AT A NEW LUKE HEMMING'S FANFICTION punya @97skid!!! Baru prolog dan itu bakal rame! Judulnya "You Again" BACA YAAA TEMEN-TEMENKUUU
udah segitu aja pokonya.
Vote dan Komentar ya biasaaa
thanks for reading and goodnight fellas!

KAMU SEDANG MEMBACA
My Alien [m.c] • sequel
Fanfiction"She has two arms to hold me, and four legs to wrap around me. She's not your typical girlfriend, she's my alien." THE SEQUEL of "Don't Stop" by banditofthebands