08 (05/September/2021)

424 42 4
                                        

Pertemuan Feri peri langit

Saat ini Win dan Bright terus berlari menuju ke tempat permukaan air yang biasanya manusia berlalu lalang melewati lautan tersebut dan di mana para duyung lainya tidak berani menepati tempat tersebut tapi berbeda dengan perajurit yang sekarang sedang mengejar Bright,Win dan Fluke.

"BRIGHT GUNAKAN KALUNG MU!!!"

Teriak Fluke Kepada Bright yang sekarang berhenti berenang dan menggenggam kalung tersebut dan mengarahkanya ke arah para prajurit tersebut dan seketika membuat prajurit tersebut terpental dan tidak sadarkan diri
dan pada saat itu lah mereka bertiga mengambil kesempatan tersebut.

Mereka terus berenang menuju kepermukaan daratan dan meninggalkan istana tersebut.
































Dan sampainya mereka di atas permukaan Mereka bertiga terus berenang untuk menepi di sebuah gua yang pernah mereka bertiga tepati.

"Akhhhh akhirnya aku terbebas dari kejaran Prajurit tersebut hah!!"
Kata Fluke lega setelah menepi dari permukaan air dan duduk di dalam gua kecil tersebut.

"Sekarang tujuan kita kemana??"
Tanya Win Kepada Bright.

"Sekarang kita harus bertemu Feri peri langit."

"Tapi Feri peri langit dia tinggalnya berada di langit bagaimana kita bisa menuju kesana?" Tanya Fluke bingung kepada Bright.

"Titiitiiti.....Win.. win..."

"Astaga kenapa burung itu bisa berbicara?" Kaget Bright mendengar burung tersebut memanggil nama Win.

"Ahhh patrel kau ada apa?" Tanya Win kepada burung tersebut.

"Ini..."

Lalu burung tersebut melemparkan dua peta kearah menggunakan cakar di kakinya ke win dan win pun mengambil peta tersebut dan membukanya Bright dan Fluke pun duduk mendekati Win untuk melihat peta tersebut.

"Ini kan peta punya kerajaan ku kenapa bisa ada di burung itu??" Bingung Bright.

"Akhhh Win kurasa peta ini yang satunya lagi adalah peta menuju ke negeri langit kah?" Tanya Fluke saat melihat gambar peta tersebut yang berbentuk awan dan diatas awan ada sebuah kerajaan.

"Hemm kau benar Fluke," jawab Win yang masih Fokus ke melihat kepeta tersebut.

"Kurasa kita harus ke istana untuk mempersiapkan perjalanan kita ke negeri tersebut dan untuk mendapatkan tempat istirahat yang nyaman ayo aku tau kita harus pergi kemana untuk pulang ke istanaku," jawab Bright sambil mengambil Peta tersebut yang menuju ke istana Feraron.

"Kurasa kita harus ke istana untuk mempersiapkan perjalanan kita ke negeri tersebut dan untuk mendapatkan tempat istirahat yang nyaman ayo aku tau kita harus pergi kemana untuk pulang ke istanaku," jawab Bright sambil mengambil Peta tersebut yang ...

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


"Ahh di mana aku meletakkanya bukannkah tadi disini bagaimana bisa hilang," kata sang nahkoda tua tersebut.

"Paman bagaimana ini kenapa kapal tidak berjalan," tanya Boun bingung yang baru datang ke arah kemudi depan karena saat di dalam kamarnya dia tidak merasa bahwa Kapal ini berjalan akhirnya dia memutuskan untuk mengecek pengemudi kapal tersebut.

"Maafkan aku pangeran peta untuk menunju ke istana sudah tidak ada,hilang," kata nahkoda tersebut membuat Boun melotot kan matanya kaget.

"Astaga paman kenapa bisa hilang!!!...
Argh..... yasudah lah biar ku bicarakan ini pada yang lain," kata Boun marah lalu pergi meninggalkan nahkoda tersebut yang menunduk merasa bersalah.

"Ma..maaf pangeran."

"Bright kebalikan kalung ku,"Kata Win meminta kalungnya untuk di berikan kepadanya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Bright kebalikan kalung ku,"
Kata Win meminta kalungnya untuk di berikan kepadanya.

"Ahh baiklah."

Bright pun melepaskan kalungnya dan lalu memberikanya Kepada Win dan memakaikanya ke Win setelah mengenakan kalung tersebut
beberapa menit kemudian Win berubah menjadi manusia sama seperti Fluke.

Dan setelah melihat ekornya yang berubah menjadi sebuah kaki manusia ia pun langsung berdiri dan mengajak Bright dan Win untuk pergi keluar dari guahh.

"Terus cara kita ke istana mu bagaimana Bright?" Kata Fluke bingung.

"Hahhh!!! Aku juga tidak tau disini hanya ada lautan saja apakah kita harus berenang?"

"APAH JANGAN GILA!!!!!" Teriak Win marah kepada Bright yang membuat pemikiran seperti itu.

"Hahh...lalu kita harus apa?"
Pasrah Bright yang tidak tau harus bagaimana, namun di saat dia sedang memikirkan sesuatu yang lain Win dan Fluke mendengar suara burung berbicara.

"Titttittt.....Win disana ada kapal titttittt..."
Kata burung tersebut yang sedang terbang di atas menunjukkan sebuah kapal.

"Hah? Benarkah?" Lalu Win Melihat ke arah yang di tunjukkan burung Petrel tersebut.

"Apa yang di katakan burung itu kenapa aku tidak bisa mendengar nya?"
Bingung Bright.

"Ahhh sudah tidak usah di pikirkan , Sekarang kita harus membuat kapal itu agar bisa belayar kemari," kata Win Kepada Bright yang sedang berusaha memahami suara dari burung tersebut.

Setelah lama berdiam Bright baru ingat bahwa dia mempunyai peluit penyelamat pemberian dari sang ayah dia mengambilnya dan lalu meniupnya sekencang mungkin dan bunyi peluit tersebut sangat nyaring.














"Bunyi apa itu?" Kata eliott yang mendengar suara peluit dan ia sedang duduk di dekat Tay menemaninya untuk mengendarai kapal ini karena sang nahkoda sudah di usir pergi oleh Tay karena kelalaiannya menghilangkan peta tersebut.

"Entah lah kurasa dari arah barat," kata Tay mengira.

"Wahhh benar Tay itu ada disana dan sepertinya dari penampilan nya aku mengenalinya dia........., BRIGHT!!!!!!!!
TAY BRIGHT CEPAT PUTAR KAPAL KE ARAH SANA CEPAT-CEPAT!!!!!!!!!"













THE AQUARISCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang