XVII

2.3K 123 2
                                        

Dax membawa Elena ke Mansionnya. Begitu mewah dan sangat indah. Elena yang melihatnya, sampai tak menyadari bahwa dirinya tadi sedang ditimpa musibah. Sungguh dirinya seperti sedang berada di sebuah istana di negri dongeng.

Dax berjalan di depan dan Elena hanya bisa mengikutinya dari belakang

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Dax berjalan di depan dan Elena hanya bisa mengikutinya dari belakang. Sesampainya di depan pintu, para penjaga segera membukakannya untuk Dax. Saat masuk ke dalam, Elena terkejut karena disambut dengan puluhan pelayan yang sedang berbaris rapi dan menundukkan badan saat Dax masuk. Elena baru menyadari bahwa keluarganya tak sekaya itu. Karena ternyata, ada seseorang yang jauh lebih kaya darinys.

Seorang pelayan menghampirinya dan menuntunnya untuk pergi mengikutinya. Sementara Dax, pergi ke ruangan lain diikuti beberapa pelayan.

"Sebelah sini, Nona." Ucap salah satu pelayan kepada Elena. Elena hanya bisa mengikutinya.

Elena bingung dengan semua ini. Sedari tadi, ia hanya diam karena Dax pun juga tak mengajaknya bicara. Dan sekarang.. Dia berada di Mansion yang besarnya mungkin lima kali lipat dari rumahnya. Ia juga tak tau akan ada apa setelah ini.

Sesampainya di dalam kamar, tanpa aba-aba para pelayan langsung melepaskan seragam Elena yang masih berbekas darah di sana. Elena terkejut karena itu semua.

"A-apa yang kalian lakukan?!" Ucap Elena shocked sambil menyilangkan tangannya di depan dada.

"Maaf Nona, ini atas perintah Tuan Dax." Jawab salah satu pelayan.

Kemudian, pelayan yang lain mengarahkan Elena ke kamar mandi di kamar itu. Elena pun akhirnya, menenggalamkan dirinya di bathtub yang sudah dipenuhi dengan air dan beberapa kelopak bunga mawar. Ia tak mengerti apa yang baru saja terjadi pada hidupnya. Hidupnya yang damai dan harmonis dengan kedua orang tuanya, sekarang menjadi sangat mencekam karena kehadiran Dax.

Pikiran Elena kembali ke kejadian tadi, dimana dirinya melihat penggalan tubuh pelayannya tergelatak di sana. Pikiran itu membuat Elena lagi-lagi mual. Ia segera keluar dari bathtub dan memuntahkan isi perutnya di westafel. Ia melihat dirinya di pantulan cermin, terlihat begitu pucat. Karena sudah mengeluarkan banyak cairan dari perutnnya sedari tadi.

Mendengar Elena yang muntah-muntah, pelayan mengetuk pintu kamar mandi, khawatir terjadi sesuatu kepadanya.

"Nona? Nona? Apa kau tak apa?" Teriak pelayan yang menunjukkan kamar mandi kepadanya tadi.

Elena tak menjawab. Ia lalu menyelimuti tubuhnya dengan sehelai handuk dan keluar dari kamar mandi. 5 pelayan wanita tadi, melihat ke arahnya.

"Apa kau tak apa Nona?" Tanya orang yang sama.

"Y-ya. Aku hanya mual." Jawab Elena kaku.

"Apa perlu saya bawakan obat?"

"Tak perlu, sebentar lagi sembuh."

Kemudian, para pelayan pun segera memakaikan pakaian kepada Elena. Mulai dari pakaian dalamnya, gaun cantik yang sedang dipakainya, sepatu, dan make up.

Can You Find Me ? [COMPLETED]Where stories live. Discover now