Tiana, seorang pembantu di keluarga Lewis sedang membersihkan dapur. Ia tiba-tiba mencium bau amis dari arah kamar mandi. Saat ia semakin mendekati kamar mandi, semakin menyengat bau itu.
Ia mengetuk pintu kamar mandi, namun tak ada jawaban dari dalam. Hal tersebut menandakan bahwa tak ada orang di sana. Tiana akhirnya, membuka pintu kamar mandi dan beteriak melihat majikannya tewas hingga ia tak kuasa untuk berdiri.
Teriakan Tiana membuat seluruh keluarga Lewis menuju ke arahnya. Karena kebetulan sekali, semuanya sedang sarapan di ruang makan yang tak begitu jauh dari kamar mandi. Mereka semua terkejut dengan apa yang mereka lihat.
Eric Lewis tewas.
Eric ditemukan tewas dengan leher yang digantung dan tubuhnya yang sudah berlumuran darah. Bau darah sangat menyengat di sana. Kamar mandi pun sudah bernuansa merah akibat darah Eric yang merembas kemana-mana.
Dan.. ada sebuah tulisan di dinding.
'ERIC WANTS THIS
SO DON'T BLAME ME'
Tulisan berwarna merah yang sepertinya ditulis menggunakan darah Eric.
Semuanya histeris. Berteriak ketakutan. Mike Lewis, Papa Eric kemudian segera menghubungi 911.
Beberapa menit setelahnya, para detektif dan tim forensik pun datang dan entah kabar dari mana wartawan dapat, mereka juga ikut datang.
-
Kabar meninggalnya Eric menjadi trending topic di Ethan College. Semua kelas B, kelas Lucas, mencurigai Lucas sebagai dalang pembunuhan ini. Mereka meringis ketakutan. Beberapa orang di kelas B yang dipanggil untuk menjadi saksi bahkan berbicara mengenai sosok Lucas.
Akhirnya, Lucas pun dipanggil untuk dimintai keterangan. Para detektif tak mau lagi kehilangan Lucas, sekuat apa pun koneksinya. Detektif Richard yang menangani kasus ini, kali ini yakin bahwa Lucas lah dalang dibalik pembunuhan Ja-Vin dan Eric.
"Hai, Mr. Grint. Tak kusangka kita bertemu lagi. Kali ini, kau tak terlihat ketakutan, kau justru terlihat sangat bugar." Ujar Richard, mencoba memancing Lucas.
"Mungkin, membunuh Kevin adalah kali pertama kau melakukannya hingga kau bergetar hebat hari itu. Tapi, sekarang karena kau sudah berlatih melalui kucing, kau mempraktikkannya lewat Eric dan.. kau tak lagi bergetar. Karena kau tak lagi takut, membunuh menjadi kesenanganmu. Ya kan?" Ujar Richard lagi, mencoba memprovokasi Lucas.
Lucas bereaksi dengan santai. Tak terlihat gugup ataupun takut. Karena dia tidak merasa melakukannya.
"Aku tak membunuh siapa pun, Detektif Richard." Ucap Lucas dengan penuh keyakinan.
Lie detector tak mendeteksi kebohongan di sana. Ucapan Lucas pun terdengar sangat meyakinkan. Detektif Richard bimbang, di saat seperti ini ia harus mencari bukti, bukan mengandalkan firasatnya.
"Lalu, bagaimana dengan ini?" Tanya Richard sambil menyodorkan sebuat tablet kepada Lucas, memperlihatkan cctv di kelas.
"Kutanya sekali lagi. Siapa pelakunya?!" Ucap Lucas lagi yang membuat mereka terdiam karena kali pertama bagi mereka mendengar Lucas marah.
"Aku pelakunya. Kenapa? Kau juga akan menggantungku seperti Kevin?" Ujar Eric dengan nada mengejek.
"Hapus ini." Ucap Lucas.
"Kalau aku tak mau?"
"Kau akan dapat akibatnya."
"Baik, ku tunggu." Balas Eric sambil tertawa merendahkan Lucas.
"Apa maksudmu Eric akan mendapat akibatnya?"
"Aku juga akan mencoret bangkunya dengan pilox."
"Bohong. Kau membunuh Eric dan menuliskan di dinding bahwa Eric yang meminta semua ini!"
"Tidak. Aku tak membunuh Eric. Bagaimana aku bisa membunuhnya? Aku bahkan tak tau rumahnya dimana."
Ucapan Lucas membuat Richard terkejut. Bagaimana bisa ia melewati itu?
Apa benar bukan dia? Dua kemungkinan. Dia mungkin sedang ber-acting atau... memang bukan dia pelakunya? Batin Richard kebingungan menangani kasus yang seperti teka teki ini.
-
Sudah 48 jam. Para detektif tak menemukan bukti apa pun tentang Lucas. Mereka akhirnya membebaskan Lucas.
Richard mengikuti Lucas sampai keluar dari kantor polisi. Ia tak ingin kasus ini, lagi-lagi menjadi kasus beku.
Lucas berjalan kaki menuju rumahnya. Sesampainya di rumah, ia hanya membantu Ibunya membereskan dan memulung barang bekas.
Richard tak melihat ada kecurigaan di sana. Ia justru melihat kehangatan antara Lucas dan Ibunya. Mungkin memang benar, bukan Lucas pelakunya. Tapi, justru orang lain yang sengaja menjebak Lucas. Ya, kali ini hanya itulah prasangka Richard. Ia akan terus menggali tentang Lucas, apakah benar ia hanya berpura-pura atau tidak.
YOU ARE READING
Can You Find Me ? [COMPLETED]
Misteri / Thriller[COMPLETED] *** Bercerita tentang seorang psikopat yang telah membunuh banyak orang dan menjadikan pembunuhan sebagai karya seni. Di awal cerita, Anda akan disuguhi tentang pembunuhan-pembunuhan yang terjadi. Di tengah cerita, Anda akan disuguhi den...
![Can You Find Me ? [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/282018115-64-k330159.jpg)