From El
Besok gue nikah, wajib hadir!
Lalu El segera bergegas pergi dari sana, singkatnya El kembali lagi ke kantor karena ia masih mengingat kewajibannya sebagai seorang pekerja di sana.
Harusnya Agan menerima permintaan Resign nya dari pada seperti ini sangat melelahkan.
Sementara itu Agan kini tengah berhadapan dengan Anisa mantannya yang paling ia hindari hingga saat ini, katakanlah jika Agan gagal move on dari nya.
Anisa dengan gaya manja nya terus menempel pada Agan bagai prangko kantor pos, jujur Agan sangat risih saat ini entahlah rasa sayangnya dan takut kehilangannya yang dulu tak lagi ada dalam lubuk hatinya yang ada hanya rasa ingin menjauh dan memulai hidup baru.
Dari kejauhan El bisa melihat Anisa yang sedari tadi terus merengek dan bergelayut manja pada suaminya itu ups ralat! Suami kontraknya itu.
"Drama apa lagi ini, sialan," umpat El yang melangkah mendekati mereka.
"Ekhem," El berdehem untuk mangambil alih perhatian dan kesibukan mereka.
"Kenapa? Gak sopan tau gak! Gangguin aja, dasar karyawan rendahan," omel Anisa.
What? Oh Tuhan sungguh El ingin melepaskan leher gadis di hadapannya saat ini, tangan El terkepal kuat demi menahan emosinya.
Sudah di katakan bukan, jika El gampang sekali terusik Dengan emosinya.
"Maaf mengganggu nona Anisa," sahut El penuh penekanan.
Agan yang melihat hal ini tau apa yang harus ia lakukan, dengan cepat Agan berdiri dan memeluk erat pinggang El secara posesif.
Anisa membelalakan matanya tak percaya, apa Agan secepat ini melupakannya?
"Ihhhh kak Agan kok sama dia sih, harusnya kak Agan meluk aku bukan cewek murahan ini," kesal Anisa.
El ingin menampar anisa saat ini juga, namun ia di tahan Oleh Agan.
"Jangan terusik," peringat Agan.
"Jaga ucapan Anda nona Anisa, dia istri saya," sergah Agan dengan nada dinginnya.
El hanya diam menikmati kelanjutan drama ini, lagi pula jika ia turun tangan semua nya akan melibatkan fisik. Menurut El lebih baik melibatkan fisik dari pada cuma kata-kata semata.
"Harusnya aku yang jadi istri kakak, di bayar berapa sih? Oh aku tau pasti kalian cuma sandiwara kan? Ngaku aka kalian," balas Anisa yang masih tak terima dengan semua ini.
"Silahkan," Agan menyodorkan Undangan yang tertera atas nama mereka berdua.
"Hubungan kalian hanya sandiwara, aku akan bongkar semuanya, lihat aja nanti," ancam Anisa.
Kali ini El memang sudah tak bisa mendiami nya lagi, El maju beberapa langkah dan membisikan sesuatu yang membuat Anisa terkejut bukan main.
"Jangan sampai leher dan kepala lo gak utuh, satu lagi gue lagi ngandung anaknya Agan, mending lo mundur jauh-jauh pelakor," bisik El dengan senyuman miringnya.
Mata anisa membulat sempurnah, tangannya mengepal kuat dan wajahnya tampak kesal hal ini membuat El tersenyum puas.
"Arghhh...pokoknya aku akan rebut kak Agan, tunggu aja kamu bakal jadi janda," ancam Anisa dan beralih dari sana.
El menggelengkan kepalanya, sambil meminum air mineral yang ada di atas meja tadi.
"Bisik apa?" tanya Agan penasaran namun ia sembunyikan dengan wajah datarnya.
"Ikutin aja Alur yang gue ciptain, kalau lo mau semuanya aman, Ck, gue cuma kasian ama kang gamon kek lo, udah jelek, kasar, cuek bebek, titisan lucifer di sia-siakan lagi, mampos," ejek El dengan tawa yang ia tahan.
Agan yang di ejek hanya bisa menatap kepergian El, setidaknya El sudah selangkah membebaskannya dari belenggu rasa gagal move on nya ini.
Mama
Mama udah siapin semuanya, besok pagi pemberkatannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Demon CEO (on going)
Teen FictionMenulis adalah jiwa nya dan Alstro kingdom adalah keluarganya, serta A media adalah neraka nya. "Keparat harusnya gue tendang ke ujung dunia aja, dasar Lucifer,"-Gabrielle Loona "gadis manja, lihat lah seberapa kuat anda bertahan," - Agantara Bagas...
