Setelah mengelilingi perpustakaan kampus dan kota, tapi Mark masih belum menemukan referensi yang cocok untuk bahan skripsi yang akan dibuatnya. Maka sekarang tujuan terakhir mereka yaitu book store, siapa tau disini ada buku yang cocok untuk dibeli dan tidak ada sebelumnya saat dia mencari di perpustakaan.
Sambil menunggu Mark yang sibuk dengan bukunya, Haechan lebih memilih menunggu Sang kekasih pada bangku yang disediakan sambil memainkan ponsel nya.
"Bear."
"oh!" Haechan menatap Mark yang tengah duduk di depannya sambil membawa dua buku di sebelah tangannya. "Udah beres kak?"
"Ya setidaknya dapet satu yang sesuai, nanti bisa dicari lagi. Ini udah lumayan malem.. nanti kamu kecapekan." Mark berbicara demikian karena merasa kasihan melihat wajah kekasihnya yang terlihat sudah lesu itu.
"Padahal gak papa kok, Echan tungguin kalau masih belum beres. Udah ijin ini kok sama Papa."
"Ya kamu pasti cape bear, udah nanti aja kita lanjut."
Yasudah lah Mark ini yang memaksa untuk pulang, jadi lebih baik Haechan turuti saja. "Oke deh, pulang aja sekarang."
Mereka berdiri dan tak lupa berjalan menuju kasir untuk membayar buku yang diinginkan Mark.
Setelahnya, kedua pasangan tersebut berjalan dengan tangan yang bertaut menuju basment untuk mengambil kendaraan.
"Mau langsung pulang atau makan dulu hm? kamu belum makan apapun pas tadi kelas bubar loh." Mark bertanya pada Haechan sambil mengusap tangan yang lebih kecil di genggamannya itu.
"Kakak laper gak?"
"Ya lumayan sih, apalagi tadi cape abis keliling."
"Yaudah mampir dulu aja, aku juga laper dikit hehe." Jawab Haechan.
Oh Ya Tuhan Mark bisa diabetes kalau disuguhi pemandangan menggemaskan seperti setiap hari.
Tahan Mark, kamu kuat kamu bisa.
"Gemesin banget sih kamu, oke let's go kita makan!"
***
Keduanya kini telah sampai pada cafe yang lumayan dekat dari book store yang tadi mereka kunjungi.
Suasana disini sangat pas untuk bersantai dari segala penat karena tema forest yang diusung.
Mereka menyantap makanan yang dipesan. Tidak banyak yang dipesan, karena hari sudah menjelang malam maka mereka memesan makanan yang simple.
"Eh Kak! Echan baru inget. Besok Papa sama Mama mau pergi bisnis ke luar negeri lagi." Ucap Haechan dengan memasang wajah cemberut nya.
"Oh iya? terus kenapa ini muka jadi kusut gitu?" Mark tak bisa menahan gemas pada Haechan dan melayangkan satu cubitan di pipi si gembil.
"Tapi masalahnya mereka disana sebulan dong.. terus Echan gimana? mereka gak pernah selama itu." Cerocos Haecahn dengan mulut yang mengerucut, sepertinya dia memang sangat kesal.
"Hahaha biasa aja itu mulutnya, Kakak cium juga kamu."
"Ih tapi kan kesel! mau ikut tapi kuliah."
"Hey kan ada Kakak, kamu ini ada-ada aja memang."
"Kakak juga nanti ada waktu sibuknya, gak mungkin Echan ganggu terus."
"Kalau kakak sibuk, kamu ke rumah aja. Ada Bubu tuh, pasti dia seneng liat kamu main terus ke rumah."
"Takut ngerepotin."
Melihat Haechan yang masih sungkan terhadap nya, membuat Mark merasa dia ini kurang merangkul sang kekasih untuk lebih dekat dengannya ataupun dengan lingkungan keluarganya.
"Ya enggak dong Bear, kamu ini kayak ke siapa aja." Mark mengambil satu tangan Haechan dan menangkupnya di kedua tangannya. "Hey bear listen.. Aku gak bakal ninggalin kamu apapun yang terjadi. You're everything to me, jadi jangan ragu dan sungkan sama Kakak yah. Karena emang dari awal, hanya kamu yang sudah Kakak tetap kan dalam hati."
Mark kemudian memberi kecupan pada tangan mungil tersebut dan melihat pada kedua bola mata bulat yang sangat indah menurut nya. Ah tidak! semua yang ada pada Haechan itu indah.
Dan Haechan yang mendapat perilaku tersebut tak bisa menahan rasa haru dan bahagianya. Betapa beruntungnya dia mendapatkan kekasih seperti Mark yang sangat mencintai dan menyayangi dirinya.
"Kak makasih."
"Untuk?"
"Udah mau nerima Echan, padahal Echan gak ada apa-apanya kaya orang diluaran sana."
"No. Kakak gak nuntut apapun dari kamu. Dengan kamu yang menjadi diri kamu sendiri udah buat Kakak beruntung dapetin kamu."
"Ih sebel.. mau nangis."
"Hahaha kamu ini, sini cup cup.. Sayangnya Kakak jangan nangis."
"Huwaaa.. Mama hiks."
"Eh kok nangis beneran?!"
TBC
_____Tahan... sebentar lagi kok
Janlup vote and comment nya cinta
_Rin🥀

KAMU SEDANG MEMBACA
Leith
General FictionDia yang selalu mengagumi keindahan itu, tidak tahu bahwa semuanya akan menjerat dirinya pada sebuah candu yang mengerikan. ⚠️TW! • bxb • angst • self harm • misgendering Adegan berbahaya dalam cerita tidak untuk ditiru! ambil saja hikmah dan pemb...