Part 10

6.7K 435 0
                                    

Setelah beberapa saat kemudian erdan kembali memasuki kamar dengan membawa segelas teh hangat

"Sayang minum dulu yah biar lebih tenang" ucap sean dan diangguki oleh ansya yang masih menduselkan wajahnya didada bidang sean

"Ya udah lepas pelukannya dulu dong gimana mau minumnya" ucap erdan dengan memasang wajah cemberut untuk melelehkan suasana

"Muka dikondisikan tambah jelek tau ngga" ucap sean dengan nada mengejek yang membuat ansya menoleh kearah erdan dan ikut tertawa, sean yang melihat itu pun tersenyum senang

"Ya udah nih diminum dulu" ucap erdan sambil memberikan secangkir teh hangat tadi ansya pun menerimanya lalu meninumnya

"Ya udah kamu sekarang ngga usah sekolah dulu yah nanti abang temenin" ucap sean membujuk lalu ansya mengangguk lalu memberikan lagi teh tersebut ke erdan

"Peluk lagi" manja ansya sean terkekeh kecil lalu memeluk ansya sementara erdan yang melihat itu mendengus kesal lalu berkata "abang kekamar dulu yah mau mandi belum mandi tadi" ucap erdan sambil beranjak

"Pantes ada bau bau polusi pernciuman dari tadi" sindir sean dengan wajah datarnya tapi omongannya menyakitkan hati eaaaakkk😂

"Hhhh bang ion mulutnya pedes juga yah kalo ngomong" ucap ansya sambil tertawa didalam pelukan sean

"YAA EMANG GITU PRINSES MULUTNYA KAYA CABE PEDESS!!" ucap erdan sambil meninggikan satu oktaf suaranya lalu lari keluar kamar sean sebelum sang empu ngamuk kepadanya

Sean sudah mendelik tajam lalu beralih menatap sang adik yang sedang terkekeh kecil, ide jail muncul diotaknya "dek" ucap sean dingin dan datar

"Iya bang" jawab ansya sambil mendongak keatas,melihat kakaknya berubah wajahnya menjadi dingin dan datar pun takut lalu memeluk sean erat "jangan marah" cicit ansya

Sean yang melihat itu tidak tega menjahili adeknya lagi berkata "eh jangan nangis lagi ya,bang ion ngga marah kok sama sweetheart bang ion cuma becanda" ucap sean sambil memeluk ansya tak kalah erat sambil sesekali mengecup kepala ansya

"Janji" ucap ansya sambil mengangkat tangan kanannya lalu menunjukan jari kelingkingnya

"Janji" ucap sean lalu menggandeng kelingking ansya dengan kelingkingnya lalu ia berdiri dengan posisi masih menggandong ansya kemudian menggoyang goyangkan badannya kekiri kanan seperti seorang ibu sedang menidurkan anaknya ya bisa kalian bayangkan lah gimana posisinya

"........"

"Pasti kamu capek nangis yah sweetheart abang" ~batin sean

Sean yang melihat ansya sudah tertidurpun meletakan ansya diranjang tidurnya lalu pergi kekamar mandi untuk mandi terlebih dahulu karena kejadian tadi pagi ia belum sempat mandi

Setelah selesai mandi dan berganti pakaian ia menghampiri adeknya melihat wajah adiknya yang cantik dan tenang saat tidur ia tersenyum kecil 'jangan pergi lagi ya sweetheart abang'

Tok

Tok

Tok

Tiba tiba ada suara ketokan pintu dari luar kamar sean sean berjalan unuk membukakan pintu lalu

"Disuruh sarapan dulu bang sama bunda tadi sekalian sama prinses" ucap erdan

"Hmm" ucap sean lalu menutup kembali pintu kamarnya, erdan yang akan berbicara pun terpotong lalu mendengus kesal

"Sabar dan sabar orang sabar disayang tuhan" ucap erdan menyemangati dirinya sendiri lalu pergi keruang makan untuk sarapan bersama

"Sweetheart bangun dulu yuk,sarapan dulu" ucap sean lembut sambil mengusap kepala ansya

HENANSYA (TERBIT)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang