Part 14

5.3K 337 2
                                        

~Selamat Membaca💛~

Dugh

"Sthh" ringis ansya sambil memegangi jidatnya yang tak sengaja membentur sesuatu namun ada yang aneh?!...

Ansya mendongak dan

"Ngapain disini?" Ucapnya dengan nada datar sambil mengangkat satu alisnya

Ansya mengerjapkan matanya beberapa kali ia masih memproses maksud dari omongan kakaknya itu, yang menambah kesan lucu pada dirinya

Seseorang yang ia tatap tadi masih menampakkan wajah yang sama 'datar',melihat adeknya yang sepertinya sedang takut ia marah, tiba tiba ia memiliki seklebat ide untuk mengerjai adeknya itu

"Kenapa?"

"H-ha ha e-enggak ngapa ng-ngapa"

"Kenapa keluar?"

"Mmm p-pengin aja" cicit ansya sambil menunduk

"Huft!, ya sudah yuk masuk sudah mau gelap ini" ucapnya sambil merangkul ansya dan berjalan menuju mension

"Hey kenapa?kok diem?hmm" tanya sam yang sedikit menunduk untuk melihat wajah adiknya yang masih menunduk

Yap sam dan ayah sudah pulang dan akan terbang lagi besok karena disini ada meeting dari investor penting yang harus ditemui hari ini 'pasti lelah😧'

Samuel baru pulang dari kantornya saat akan memasuki mension ia tak sengaja melihat ansya yang sedang berjalan diarea taman depan mension, karena ia penasaran ia pun menghampiri adiknya itu dan terjadilah seperti ini

Ansya menggeleng "Hey jangan nangis dong abang cuma bercanda tadi, maafina abang yah" ucap sam panik

"Udah dong nanti abang dikasih hukuman juga ngga papa yang penting queen jangan nangis lagi oke" lanjutnya

Ansya mengangguk pelan, samuel yang melihat itu pun menjadi kapok telah mengerjai adeknya itu

Sam langsung menggendong ansya ala koala dan berjalan menuju kedalam mension, sementara ansya yang terkejut dengan perlakuan kakaknya itu hanya memekik kaget dan reflek langsung melingkarkan tangannya dileher sang kakak

Ansya yang nyaman pun menduselkan wajahnya didada bidang sang kakak, kini tangisnya sudah mereda hanya masih sedikit sesenggukan saja, sementara sam yang melihat tingkah sang adik pun tidak mempermasalahkannya, ia tersenyum senang bisa lebih dekat lagi dengan sang adik

Saat melewati ruang tamu disana terdapat bunda yang sedang duduk bersama erdan, mereka sudah tau kalau ansya sedang ketaman depan mension karena laporan dari salah satu bodyguard yang tadi diajak bicara ansya, mereka juga tidak mempermasalahkannya malah senang karena ansya menyukai mension ini dan bahagian bersama mereka

"Itu prinses kenapa?" Tanya bunda tanpa mengeluarkan suara saat melihat sam menggendong ansya, ia tau pasti telah terjadi sesuatu ditaman tadi

Sam yang mengerti dengan pertanyaat bundanya hanya menggeleng pelan sambil tersenyum meyakinkan sang bunda

Sementara erdan yang mengerti kode dari kedua orang tersebut hanya diam dan membuang berat nafasnya

HENANSYA (TERBIT)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang