Sudah terbit, buku bisa dibeli di shopee Pure Publishing
BELI YANG ORI YA!!!
[Sebagian part sudah dihapus untuk kepentingan penerbitan]
Kehidupan seorang gadis yang berusia 15 tahun yang hidup bersama neneknya disuatu desa didaerah terpencil,ia adal...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
***
Csstt cssttt
"An**m mata guee!!" Ucap ssorang pemuda yang baru sata ansya semprot dengan cairan pembersih barang barang yang ada dimension
"SIAPA SIHH BERANI BERANINYA NYEMPROT MATA GUE!!MANA PERIH LAGI!!" sewot pemuda tersebut sambi terus mengucek matanya
"Eh ehh ini ada apa kok ribut ribut gini" ucap bunda panik yang baru saja turun menggunakan lift
"Loh lohh ALANN!kok kamu disini nak!?" Ucap bunda terkejut
"Bun ini mata alan perih gimana ini!hwaaa😭" ucap alan manja dan panik
"Eh ehh ya udah cuci muka dulu sana!" Titah bunda dan langsung diangguki oleh alan -pemuda yang disemprot ansya
Alan Elkarari Exfanandar anak ke 5 dari Elvan Cakra Exfanandar anak pertama dari Aldebaran Eko Exfanandar/kakak dari ayah, dan Veranika Indahsari Exfanandar
Dugh
"Ass-taghfirulloh!!" umpat alan yang tertahan ketika ia menabrak salah satu tiang besar yang ada diruang keluarga tersebut
Lalu ia pun melanjutkan jalannya lagi hingga
Dughh
"An**g!!" Umpat alan keluarlah sudah
"NAPEE LOO!!" ucap erdan ngegas
"BRISIK!!AWAS AWASS MATA GUE PERIH NIHH!AWASS!!" usir alan sambil mengibaskan salah satu tangannya seperti mengusir ayam dan satu tangannya masih setia mengucek mata
Lalu alan melanjutkan jalannya lagi menuju toilet terdekat darurat soalnya xixi😂...
Setelah selesai dengan urusan matanya kini alan kembali keruang keluarga menemui yang lainnya
"Ehh tadi siapa sih yang main nyemprot mata gue!" ucap alan heran
Sean dan erdan yang sudah turun dan kini sedang berada diruang keluarga pun saling pandang
"A-aku" cicit ansya sambil menunduk takut
Bunda yang sudah menjeaskan kepada ansya siapa yang tadi ia semprot pun terkejut bukan main ia menjadi merasa bersalah pada kakak sepupunya itu ia juga takut kalau kakak sepupunya marah seperti Sam waktu itu,ohh kenapa setiap anggota keluarga ini pulang selalu ada kejadian yang kurang baik seperti inii !😯
Semua atensi mata menuju kearah ansya yang masih menunduk
Setelah beberapa menit hening diruang keluarga itu, kini sean melirik kearah alan yang tampaknya terkejut terus beralih melihat bunda dan erdan yang kini masih sibuk dengan pikirannya masing masing dan beralih melihat ansya yang masih menunduk ketakutan,lalu ia melangkah mendekati ansya dan langsung menariknya lembut untuk memeluknya