Sudah terbit, buku bisa dibeli di shopee Pure Publishing
BELI YANG ORI YA!!!
[Sebagian part sudah dihapus untuk kepentingan penerbitan]
Kehidupan seorang gadis yang berusia 15 tahun yang hidup bersama neneknya disuatu desa didaerah terpencil,ia adal...
"Ansya pengen ketemu bang andra lagi" ucap ansya sambil menunduk lagi
"Nanti sehabis sholat jum'at kita kerumah sakit ya" ucap bara
"Beneran?" tanya ansya dengan mata berkaca kaca
Bara mengangguk yakin "Beneran"
"Yeaayyyy ketemu bang andra lagi horeee" ucap ansya girang sambil melompat lompat
"Eh ehh jangan lompat lompat nanti jatuh sweety" ucap tama dan diangguki bara setuju
"Hehe maaf, tapi ansya lagi seneng soalnya mau ketemu bang andra lagi, kembaran ansya juga hehe" ucap ansya samnil cengengesan
"Dasarr kamu ini" ucap bara gemas
"Mandi dulu boy's terus siap siap sholat jum'at" ucap bunda memerintah
Bara, Tara, dan Alan pun mengangguk patuh, sementara papi? Ia sudah sejak tadi pergi kekamarnya untuk mandi dulu
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Setelah sholat jum'at kini semua bersiap siap untuk pergi kerumah sakit kecuali sean yang ada urusan jadi nanti akan menyusul yang lain
"Ayoo bang berangkatt" ucap ansya sambil menarik narik tangan tara dengan tidak sabaran
Mengapa ansya memilih untuk menarik tangan tara ya karena ansya takut dengan wajah sang kakak kembaran tara yang mukanya datar datar aja, senyum aja ngga ada lempeng lempeng aja lah mukaknya😂, sebenernya bara memang biasa menampakkan raut wajahnya yang seperti itu, namun ia akan merubahnya saat ada ansya didekatnya dengan perlahan, karena tadi sebelum erdan berangkat ia bercerita tentang kejadian saat sam jatuh terpeleset diteras mesion dan yah seperti itu jadi bara tidak mau ansya jauh darinya karena takut melihat wajahnya yang datar itu...
"Iyaiya sebentar itu bang alan lagi ambil hpnya dikamar" ucap tara memberi pengertian
Berbeda dengan tara, ya walaupun sama sama suka pajang muka datar tapi setidaknya sifatnya lebih mudah senyum jadi ansya tidak terlalu takut kepada tara...
Ansya mangguk lesu, pasalnya mereka tidak berangkat berangkat sejak tadi, sementara erdan sudah pergi dulu kerumah sakit karena disuruh oleh ayahnya, tak lama dari itu terlihat sean yang sudah berpakaian rapi untuk pergi menemui anggota KSCM yang lain tak lupa juga jaket yang ia sampirkan ditangan kirinya yang terdapat logo geng KSCM
"Bang ion ikut kerumah sakitkan?" tanya ansya sambil tengerjapkan matanya beberapa kali sehingga tampak dihadapan l yang lain