"Sya kita turun kebawah yu" ucap efan sambil mengetok pintu kamar ansya
"Iya bang bentar" teriak ansya dari dalam
"Ya udah ayok bang fan,tapi gendong sya yah" ucap ansya manja
"Hmm mulai manjanya yah,ya udah ayo bang fan gendong" ucap efan sambil mengangkat badan mungil ansya dan menggendongnya seperti koala
"Uwaahh sya berat ternyata yah?" ucap efan dengan nada mengejek sementara ansya sudah cemberut yang menambah kegemasan diwajahnya
"Bang fan sya ngga berat yah!" ucap ansya dengan nada protes, efan hanya terkekeh kecil
"Iyaiya sya ngga berat kok bang fan cuma becanda" ucap efan dengan raut wajah yang tidak bisa diartikan
"Bang fan kenapa?kok mukanya gitu?" ucap ansya polos
"Ngga papa,mm jangan pernah lupain bang fan yah" ucap efan sepontan sementara ansya bingung apa yang dimaksud oleh bang fan-nya itu
Tak terasa kini mereka sudah sampai diruang tamu, ansya bingung dan terkejut mengapa bapak,ibu, dan anak pemilik sekolahnya mendatangi rumahnya apa dia membuat kesalahan. Pikir ansya....
Hening
Hening
"Mm ini ada apa yah" ucap ansya yang membuyarkan keheningan
Karena sedari tadi semua diam menatapnya dengan pandangan yang tidak bisa diartikan seperti sedih senang haru entah lah ia pusing...
"Ndo perkenalkan ini pak gifanar dan ibu ensha dan dua putranya mereka itu---" ucap nenek menggantung ansya yang masih menunggu fokus kelanjutannya
"Mereka itu?kenapa nek?" tanya ansya tidak sabaran
"Mereka mereka keluarga kandungmu ndo" ucap nenek dengan senyum dan menatap ansya dengan tatapan sendu
"H-ha? K-ke-keluarga? Keluarga kandung ansya?!" ucap ansya dengan terbata bata,ia masih syok perlahan air matanya lolos keluar dari pelupuk matanya tanpa izin
"J-jadi ka-kalian keluarga kandung ansya?" tanya ansya yang masih syok gifanar ensha sean erdan dan nenek mengangguk bersamaan
Ansya yang masih diatas pangkuan efan langsung memeluk erat tubuh efan ia terisak didada bidang efan, efan langsung membalas pelukan ansya ia tau ansya membutuhkannya ia sedang butuh kejelasan dan ketenangan
Sean dan erdan yang melihat itu meteka menatap efan iri hatinya tersentil melihat adeknya lebih dekat dengan orang lain, tapi sayangnya ia bukan orang asing bagi adeknya ia yang menjaga adeknya sampai saat ini ia juga tidak bisa protes dengan semua ini mereka hanya butuh waktu percayalah...
Sementara gifanar dan ensha yang melihat interaksi putrinya dan efan hanya tersenyum getir dan memaklumi keadaan ini
****
Setelah ansya tenang efan membujuk ansya untuk mendengarkan apa yang akan dibicarakan gifanar,ansya pun mau dan mendengar penjelasan dari keluarganya
Setelah dijelaskan ansya langsung memeluk ensha menyalurkan rindu yang sudah lama mereka pendam setelah beberapa saat kini ansya beralih memeluk gifanar,,gifanar juga membalas sepenuh hati pelukan pertama dari putrinya yang ia baru rasakan
Seelah itu beralih memeluk kedua kakaknya yaitu sean dan erdanSetelah acara peluk pelukan selesai kini ansya bingung dengan hatinya ia ingin bersama keluarganya namun ia juga tidak mau meninggalkan nenek dan on fan-nya
Namun nenek dan om fan meyakinkan ansya untuk ikut bersama keluarga kandungnya bang fan dan nenek juga berjanji sesekali akan main kekediaman exfanandar untuk bertemu ansya dan ansya pun menyetujuinya
Kini(exfanandar family) mereka pamit pada nenek dan efan mereka berterima kasih karena sudah mau merawat ansya sepenuh hati ayah juga memberikan 1M uang yang memang sudah ia sediakan, awalnya nenek dan efan menolak namun karena paksaan gifanar dan ensha mereka dengan berat hari menerimanya ia juga memberikan pekerjaan pada efan unuk menjadi salah satu pemegang cabang exfanandar crop gifanar yakin efan adalah orang yang jujur tegas baik dan tidak licik
"Ya sudah kami pamit dulu ya bu,efan,terima kasih karena telah merawat putri kami dengan penuh kasih sayang sekali lagi terima kasih,,assalamu'alaikum" ucap ensha dan gifanar sambil menyalami punggung tangan nenek
"Kami pamit pulang dulu terima kasih sudah merawat adik kami,, assalamu'alaikum" ucap sean dan erdan dengan senyum yang tipis lalu menyalimi punggung tangan nenek
"Ansya pamit dulu nek bang fan makasih ya udah rawat sya sampai sebesar ini dan maaf kali sya kadang nyusahin kalian makasih untuk semuanya, assalamu'alaikum" ucap ansya yang memeluk nenek dan efan tak lama lalu ia berjalan masuk kemobil bersama keluarga kandungnya
"Iya ndo sama sama,kamu ngga ngrepotin sama sekali nenek malah seneng kalo kamu repotin nenek,hati hati yah disana jangan nakal nurut sama orang tua jangan membantah inget nasehat nenek juga ya waalaikumsalam" ucap nenek sambil tersenyum haru
"Waalaikumsalam,Iya sama sama pak,bu,sean, erdan, dan sya jangan lupa pesan bang fan sama kamu ya,ingat selalu itu oke" ucap efan dan diangguki oleh ansya sambil tersenyum
Setelah ansya masuk mobil,mobil pun perlahan berjalan untuk menuju kota jakarta dimana disitu mension keluarga exfanandar berada
Tbc
Makasih buat yang udah baca jangan lupa vote ya😀jumpa di next berikutnya papay sekian terima gaji😄

KAMU SEDANG MEMBACA
HENANSYA (TERBIT)
Short StorySudah terbit, buku bisa dibeli di shopee Pure Publishing BELI YANG ORI YA!!! [Sebagian part sudah dihapus untuk kepentingan penerbitan] Kehidupan seorang gadis yang berusia 15 tahun yang hidup bersama neneknya disuatu desa didaerah terpencil,ia adal...