Menyinggung soal Victor, tak hanya Bram yang terlibat. Si kembar Jeno dan Eric pun turut terjun langsung menjadi anggota inti Victor. Bahkan, keduanya lah yang sering aktif menggantikan sang papa jika beliau bentrok jadwal dengan kantor.
"Jen, Ric, pulsek lo kudu ke markas." Celetuk Hito. Mereka memang sedang jamkos. Jadi tidak ada salahnya duduk melingkar keripik berputar.
"Ada apa emang?" Bukan Jeno yang menyahut. Eric pun juga bukan.
"Heh! Gue nyuruh Jeno sama Eric ya cumi. Kenapa lo yang nyahut." Geplak Hito pada oknum San. Si San yang sedang mengunyah keripik pun tersedak. Hito yang merasa bersalah langsung membantu cowok itu.
"Sudahlah miskah. Mau gue ataupun San kan nggak ada bedanya. Emang apa alasan yang mengharuskan gue ke markas?" Si oknum yang membuat dua cecunguk bertengkar akhirnya mengeluarkan suara.
"Lo emang nggak buka gc Victor? Si Aldi kan hampir meninggoy digebukin anak Alaska." Jelas Haekal.
"Lah, kalau si Aldi tepar mah harusnya lo ngajaknya jenguk dia. Bukannya ke markas, dodol!" Eric menanggapi sambil menoyor kepala Hito.
"Sa oloh, lo juga lupa apa begimana? Ya ngumpul dulu lah. Lo berdua emang nggak kangen markas? Udah hampir seminggu lo ilang-ilangan terus. Ini aja, kalau nggak Haekal jelasin, lo berdua nggak tahu kan kalau Aldi hampir sekarat." Cerocos San.
"Gue sama bang Jeno emang lagi mulek banget di rumah." Kini atensi terpusat pada Eric.
"Gimana perasaan lo kalau jadi gue ataupun Jeno pas ngerti bokap lo punya anak lain dari wanita lain." Semuanya saling menatap pada si kembar.
"Lah, lo berdua kan juga bukan anak kandung om Bram sama tante Yoana. Maksud gue, ya bukan apa-apa. Tapi apa lo pada nggak mikirin gimana perasaan anak itu? Siapa tahu dia nggak baik-baik aja pas tahu nggak punya bokap." Jawab San. Baik Jeno maupun Eric hanya terdiam.
"Apa yang San bilang itu bener mbar. Lagian, apa sih yang lo takutin?" Timpal Haekal.
"Gue cuma takut mama tersakiti. Atau , gimana kalau anak itu malah jadi antagonis di kehidupan keluarga gue." Sahut Jeno. Eric pun sepemikiran dengan kembarannya.
"Anak kecil bisa apa emang? Gini ya mbar, kalau dipikir-pikir, dia posisinya bakal jadi adik lo berdua. Secara kan usia pernikahan bokap nyokap lo itu ya paling nggak 13 tahun lah. Berarti kan seumuran sama anak bokap lo itu." Jelas Hito. Semua terdiam memikirkan penjelasan Hito yang dapat dikatakan masuk akal.
Tbc
copyright©DoyChanny2021
KAMU SEDANG MEMBACA
ANAK GANGSTER
AcakBeing Glacia? Let's click "read" to know! copyright©DoyChanny2021
