Haii
Apa kabar?
Waktunya update....
Vote dulu dong!
Happy Reading<3
_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_
"Tanggung jawab setelah apa yang kau perbuat"
2.MENGGANTIKAN
Saat ini kelas XI-IPA3 sudah memasuki mata pelajaran terakhir yang berarti jam pulang akan segera tiba. Pelajaran terakhir adalah jam dimana siswa/i biasanya tak lagi memiliki semangat seperti pagi-pagi,atau bahkan siswa/i yang pemalas sudah tak memiliki semangat sejak pagi. Bahasa Indonesia,pelajaran yang dipikir tak perlu untuk dipelajari lagi karna sehari-hari memakai bahasa itu saking gampangnya,malah mungkin memasuki peringat 3 besar pelajaran susah dan sialnya sekarang kelas Suci sedang melangsungkan pelajaran itu.
“Suc,lo ngerti?” tanya Selyn sambil menoleh pada Suci.
Suci mengangguk sambil terus mencatat materi yang ada dipapan tulis sekaligus mengerjakan soal yang diberikan guru pada buku tulisnya.
“kok gua gak ngerti ya,” keluh Selyn sambil menggaruk belakang kepalanya.
Suci mengedikan bahu sebagai jawaban.
Selyn yang malas belajar alhasil dia termasuk dalam murid yang bisa dibilang kurang,dan Suci murid pintar yang selalu bersaing nilai untuk mendapat peringkat satu dengan Andi-ketua kelasnya- dan Lìsa-wakil ketua kelasnya-. Persahabatan yang saling melengkapi menurut Selyn tapi tidak dengan Suci dia menganggap ini simbiosis parasitisme.
“Gua liat lo aja deh,” ucap Selyn santai sambil mengintip buku Suci.
“Dih enak banget lo,” kesal Suci menoleh sekilas lalu kembali fokus pada bukunya.
“Lo kan pinter,terus gua sahabat lo nih. Nah mumpung gua punya sahabat pinter,ya gua manfaatin lah. Yakali gua punya sahabat pinter kaya lo enggak gua manfaatin,tambah gak berguna lah lo hidup,” ucap Selyn seolah orang bijak.
“Sialan,” umpat Suci.
Dan pada akhirnya Suci membiarkan Selyn yang mencontek jawaban dari soal yang diberi gurunya. Memang sahabat laknat,bukannya dia yang tak berguna. Selalu mencontek jawaban Suci,jadi lebih tak berguna Suci atau otak Selyn yang apa-apa tak mengerti.
****
Seperti yang mereka tadi bicarakan di kantin sekarang Suci dan Syifa sudah naik taxi menuju tempat yang Suci maksud. Selyn sudah pulang di jemput mamanya karena ada acara keluarga,mereka memang tidak pulang bareng karena rumah Selyn beda arah. Mobil taxi berhenti di tempat yang Suci mau,setelah membayar Suci dan Syifa turun dari taxi. Mereka sekarang berada di toko hewan.
“Kita ketoko hewan?” tanya Syifa menoleh pada Suci di sampingnya.
Suci hanya berdehem sebagai jawaban.
Suci dan Syifa berjalan masuk ketoko hewan tersebut. Suci mencari tempat untuk kucing lalu menghampirinya disusul Syifa dibelakangnya.
"Kamu mau beli kucing,Suc?" tanya Syifa penasaran.
"Lo suka kucing yang mana?" Suci tak menghiraukan pertanyaan Syifa.
"Eemm.” Syifa mengetuk jarinya pada dagu sambil berjalan mencari kusing yang mungkin ia suka.
“Ihh yang ini lucu,Suc.” Syifa menemukan kucing yang sedikit mirip dengan kucingnya yang mati,makanya ia menunjuk kucing itu.
"Mbak." Suci memanggil penjaga toko sedikit mengangkat tangan.
"Iya kak,ada yang bisa saya bantu?" tanya penjaga toko sopan setelah menghampiri Suci.
"Saya mau yang itu ya.” Suci menunjuk kucing yang Syifa suka.
"Baik. Silahkan ditunggu sebentar ya,kak." penjaga toko tersebut mengeluarkan kucing itu lalu ia menyiapkan untuk dibawa.
Setelah selesai menyiapkan penjaga tersebut menyerahkan kucing tersebut pada Suci,lalu Suci membayarnya. Setelah selesai membayar suci mengajak Syifa untuk keluar.
“Nih.” Setelah sampai diluar Suci memberikan kandang kucing yang tentu saja didalamnya ada kucing pada Syifa.
"Lah,k-kok?” Syifa menatap Suci bingung.
"Buat Lo! Katanya tadi suka." Suci mengambil tangan Syifa lalu menyerahkan kandang kucingnya.
"Kok buat aku,kan kamu yang beli,” bingung Syifa.
"Gua gak suka kucing buat Lo aja," jawab Suci santai.
"Kenapa kamu beli kalo gak suka?" tanya Syifa dengan kerutan di dahi.
"Udah buat Lo aja,kucing Lo mati kan? Makanya buat Lo," jawab Suci enteng.
"Kok kamu tau kucing aku mati?" tanya Syifa heran.
Suci sedikit tersentak dengan pertanyaan Syifa. "G-gua liat Lo nangis gara-gara kucing Lo mati jadi gua beliin karna gua mau tanggung jawab," jawabnya dengan lanjutan dalam hati.
"Makasih ya,Suci," ucap Syifa dengan mata berkaca-kaca lalu memeluk Suci.
Suci membalas pelukan mereka kaku karna sebelumnya ia jarang atau hampir tak pernah berpelukan dengan siapapun,menurutnya itu satu hal yang lebay atau alay tapi tidak tahu orang lain beranggapan begitu atau tidak tapi ini anggapan Suci. "I-iya sama-sama.”
“yaudah yok pulang ntar Lo dicariin,” ujar Suci setelah melepas pelukan mereka,lalu mereka menungu taxi dipinggir jalan untuk pulang.
****
Setelah dua gadis itu turun didepan komplek mereka berjalan beriringan hingga sampai didepan rumah mereka lebih tepatnya didepan rumah Syifa.
"Loh,Suc rumah kamu dimana?" tanya Syifa sambil mengedarkan pandangannya.
"Tuh.” Suci menunjuk rumah yang ada di depan rumah Syifa.
"Wahhh Deket banget berarti nanti kita bisa main bareng dong,oh iya kok aku gak tau ya kamu tinggal disini,” ucap Syifa bingung.
Suci pindah kerumah ini saat dia kelas X. Semenjak dia pindah rumah memang Suci tidak pernah keluar rumah jika tidak ada keperluan jadi tidak heran jika Syifa tidak mengenalnya. Suci memang menjadi seorang yang tertutup semenjak kejadian dimana orang tuanya pisah dan suatu kejadian lainnya. Mungkin teman Suci semenjak SMA hanya Selyn karna mereka sudah bersahabat sejak SD tapi Selyn hanya tau orang tua Suci sudah berpisah tanpa tau alasannya dan kejadian-kejadian lainnya dimasa lalu Suci.
"Iya,gue jarang keluar rumah kalo gak ada perlu," jawab Suci.
"yaudah sana Lo masuk gua juga mau masuk nih,panas," lanjutnya.
"Yaudah aku masuk ya,Suc. Dadah,sampai ketemu di sekolah besok,sekali lagi makasih ya kucingnya,” ucap Syifa melambaikan tangannya lalu membuka pagar rumahnya dan masuk.
Setelah Syifa masuk dan membalas lambaian tangannya,Suci pun berjalan menuju gerbang rumahnya untuk masuk.
________________**________________
Gimana part ini?
Suka gak part ini?
Kalo kalian jadi Suci,apakah kalian akan tanggung jawab juga?
Semua yang kalian lakukan itu pasti ada konsekuensinya. Salah satu bentuk konsekuensi itu tanggung jawab. Jadi kalian harus bertanggung jawab atas apa yang udah kalian lakukan. Tau kan suatu kalimat "berani berbuat,berani bertanggung jawab" nah itu dia. Kalo kalian udah melakukan sesuatu kalian jangan jadi pengecut yang lari dari tanggung jawab ya guyss....
Minggu ini gak lupa up hehhe...
Gak tau deh nanti..
Folow ig aku dong...
@aisy_hputri
Folow ya...
Jangan lupa vote,komen dan share cerita aku temen kalian yaaa.....
Love you all<3
3,Oktober-2021
18:04
Tangerang
-Aisyah:)
KAMU SEDANG MEMBACA
Whisper Of Anger
Teen Fiction⚠️Ada adegan kekerasan⚠️ ⚠️Ada umpatan dan kata-kata kasar⚠️ "AARRRGHH KENAPA NGIKUTIN GUE TERUS SI?!" ujar wanita itu frustasi. Suci Lakashita Sabrina anak remaja SMA kelas XI yang hidup selalu diikuti bayangan mengerikan yang membuatnya selalu in...
