CHAPTER 10

979 128 20
                                        

HAPPY READING

Petinggi toman sudah sampai di RUTOSHIN, mereka tidak langsung kekamar melainkan ngobrol terlebih dahulu bersama shin dan waka.

btw RUTOSHIN itu singkatan dari RUmah TOman & SHIN.

"Jadi besok kalian tawuran key?" Tanya waka.

"Hm iya, walaupun agak males tapi kayaknya seru ribut ama mereka pokoknya besok mau gue hajar mereka semua yakk!!!!..." seru mikey dengan semangat yg membara.

"Gaya lo cil banyak bener" draken gemas dengan mikey yg sangat bersemangat, menurut nya mikey itu selalu menggemaskan.

"Eh tapi emang nya lo pada ga penasaran ama takemichi yg digebukin?" Timpal kazutora yg dari tadi hanya menyimak.

"Gue penasaran anjing, perasaan gue takemichi ga pernah nyari ribut dah masa langsung diserang se geng pula" ujar Mitsuya yg mengingat kejadian dimana mereka membantu takemichi karna dihajar.

Para uke melanjutkan gosip nya sampai melupakan para seme.

"Lah malah ngegosip anjing" ucap baji.

"Biasalah calon emak emak itu mereka" shin hanya menatap para uke dan seme bergantian.

"Bang lo napa liatin kita begitu?" Ujar koko.

"Ha? Eh? Gapapa..." Terlihat shin seperti orang yg bingung, entahlah mereka mengira shin hanya kelelahan.

"Moebius kan banyak tuh mek, gimana kalo besok kita bawa senjata? Jaga jaga doang ehehe" balik ke para uke, kini mereka membahas perkelahian dengan moebius besok.

"Gue tau apa yg lo maksud ya rin, bilang aja lo mau bawa glarie" ucapan mikey hanya dibalas cengiran oleh rin, glarie adalah tongkat baseball kesayangan rin.

"Tapi rin bener juga mek, gue dengar dengar anggota moebius itu ada 300 nah sedangkan kita? Cuman 100" timpal inupi, sejujurnya ia ingin membawa pisau lipat kesayangan nya itu.

"Kalian bawa aja senjata buat jaga jaga, ntar bagian paling banyak biar kita aja yg ambil" draken datang dan ikut join dengan yg lain.

"Bener tuh kata si dora, jaga jaga aja dulu" hakkai.

"Yauda iya kalian boleh bawa senjata kecuali... Pistol." Ucap mikey dengan mutlak, ia tidak mau nanti teman nya akan bermasalah dengan para polisi.

"Buat lo rin, kendalikan diri lo besok" kini ran sudah berdiri didepan rin yg tengah duduk, ran mengelus pelan kepala adek nya.

"Iya yaelah napa sih lo pada"

Ketika mereka semua sibuk membahas senjata, hakkai dan sanzu hanya terdiam entah lah mereka merasa sesuatu yg buruk akan terjadi.

Sanzu mengambil kalung nya dan menggenggam kalung tersebut, ia merasa hal buruk akan terjadi tapi tidak tau kapan dan apa yg akan terjadi.

"Sanzu lo kenapa? Dan lo Hakkai, kalian berdua tumben ga antusias masalah perkelahian." hakkai dan sanzu yg tadi nya melamun langsung tersadar karna suara Mitsuya.

"Tidak apa"-"Gapapa" ujar sanzu dan hakkai secara bersamaan, mereka berdua menatap satu sama lain.

Hening.

"Apa yg lo pikirin Sanzu Haruchiyo?" Batin hakkai sembari menatap sanzu, kini mereka seperti sedang bertelepati melalui mata.

"Harusnya gue yg nanya, apa yg lo pikirin hakkai?" Batin sanzu, kini mereka berdua hanya saling menatap satu sama lain tanpa memperdulikan orang orang disekitar.

RUTOSHIN¡! (hiatus}Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang