"Kak Yuta." Panggil seseorang, ketika Yita sedang jalan di samping Taeyong.
Baik Yuta maupun Taeyong langsung berhenti ketika nama Yuta di panggil.
"Kak Yuta kan bener? Aku kira salah orang hehehe." Ucap Yura yang saat ini sudah ada di hadapan Yuta.
Yuta meringis, ia langsung menatap Taeyong, memperhatikan mimik wajah Taeyong. Takut Taeyong salah paham aja. Padahal kan mereka baru aja baikkan setelah insiden Yuta kepergoj tawuran tadi.
Itu aja usaha Yuta buat ngebujuk Taeyong, harus pakai usaha yang ekstra. Taeyong kalo marah itu gak bisa lama-lama, tapi bisa seharian cuekin Yuta. Bener-bener kayak gak nganggep Yuta gitu, Yuta bener-bener di diemin udah gitu Taeyong selalu bikin wajah yang buat Yuta takut dan merasa bersalah saat itu juga.
"Kak Yuta, gimana bingkisan yang aku kasih? Udah kakak makan semua kan? Rokoknya gimana kak? Aku gak salah beli kan?" Tanya Yura, yang langsung mendekati Yuta ketika mengatakan rokok.
Di sekolah ini emang gak boleh ngerokok, jadi Yura ngomong sangat pekan dan sangat dekat, ketika mengucap rokok.
Taeyong langsung menautkan alisnya, ketika melihat tingkah agresive Yura.
'Perlu di suciin nih akhlak-nya.' Batin Taeyong, saat melihat tingkah Yura yang kegatelan sama Yuta.
Yuta langsung menjauhi Yura dan langsung merangkul pinggang Taeyong yang sedang bersedikap dada.
Yura yang melihat tangan Yuta, langsung menatap Taeyong. "Ini siapa ya kak?" Tanya Yura, seraya menatap Taeyong yang sedang menatapnya dengan tatapan datar.
Taeyong membelalak kaget ketika mendengar ucapan Yura. Bisa-bisanya ada orang yang gak kenal dirinya. Padahal dia primadona di sini setelah Winwin. Circle pertemanan-nya juga bagus, gak ecek-ecek dan nyaris sempurna.
Ada sang primadona Winwin, dia primadona kedua setelah Winwin. Primadona-nya line 95 dan 97. Ada Ten yang merupakan cabe blasteran Thailand yang tingkahnya lebih pedes daripada cabe indonesia. Ada Doyoung yang merupakan anak emas, anak kesayangan emak bapaknya, guru sampe kepala sekolah dengan mulut yang super duper pedas, mengalahi pedasnya mie abang ade.
Bisa-bisanya ada orang yang gak kenal Taeyong? Perlu di kasih pelajaran ketenaran nih.
Taeyong diem aja, dia gak jawab pertanyaan Yura. Ia ingin tau apa jawaban Yuta. Yuta menganggapnya kekasih atau bukan.
"Dia pacar gue. Lee Taeyong namanya, mungkin habis lulus, ganti marga jadi Nakamoto Taeyong." Ujar Yuta, yang langsung menolehkan wajah Taeyong, dan mencium bibir Taeyong tepat di hadapan Yura.
"Loh kak Yuta udah punya pacar? Aku--"
"Udah tau kan kalo Yuta udah punya pacar? Jadi udah tau kan lo harus ngapain sama cowo yang udah punya kekasih? Kalo lo masih harga diri sih lo bakal ngejauhin. Tapi kalo harga diri lo udah gak ada sama tingkat kegatelan lo udah level gak bisa di ruqiyah, lo tetep deketin pacar gue." Potong Taeyong, menatap Yura dengan tatapan remeh nan jijiknya.
Sepertinya Taeyong udah ketularan sama Ten dan Doyoung deh. Padahal dulu Taeyong itu orangnya kalem kayak Winwin.
"Loh, tapi kak--"
"Udah deh ya gak usah banyak alesan. Pintu keluar ada di sana, sekarang lo sprin." Ucap Taeyong, memotong ucapan Yura.
"Maaf ya, gue udah punya pacar. Jadi, tolong jauhin gue. Gue gak mau bersikap kasar sama cewe." Ujar Yuta yang langsung menarik Taeyong jauh dari Yura.
Bisa habis Yura kalo tingkat kesabaran dan kemarahan Taeyong udah gak bisa di atasi.
Sampai di parkiran, Yuta langsung membuka jaketnya, mengalungkan jaketnya ke pinggang milik Taeyong, untuk menutupi pahanya ketika naik motor, karena Taeyong memakai rok pendek. Tak lupa Yuta memakaikan Taeyong helmet, lalu menaikkan Taeyong ke atas jok motornya. Setelahnya, Yuta langsung naik ke atas motor dan pergi meninggalkan area sekolah.
Di sepanjang jalan, Taeyong terus membunyikan wajahnya di balik tubuh belakang Yuta. Ia gak mau Yuta melihat dirinya yang terus tersenyum.
Sungguh, perkataan Yuta tadi sukses membuat dirinya tersenyum senang. Kupu-kupu terus bertebangan di perut Taeyong ketika mengingat perkataan Yuta tadi.
Iya! Perkataan Yuta yang memperkenalkan Taeyong sebagai kekasihnya, di depan Yura tadi. Taeyong senang mendapat pengakuan itu. Terlebih Yuta mengenalkannya kepada perempuan. Taeyong merasa di anggap sebagai kekasih oleh Yuta.
Padahal Yuta cuma memperkenalkan kayak gitu aja. Tapi impact-nya sangat besar untuk Taeyong.
"Yang, mau makan di mana?" Tanya Yuta. Yuta pasti selalu menanyakan Taeyong ingin makan di mana? Yuta gak akan membiarkan Taeyong pulang dengan keadaan perut kosong.
Taeyong yang di tanya, langsung menormalkan suara degub jantungna, dan mimik wajahnya. Wajahnya gak ada niatan buat berhenti tersenyum. Terlebih pikirannya yang terus mengingat perkataan Yuta.
"Terserah kamu." Sahut Taeyong.
Yuta tersenyum serta menghela nafasnya lega ketika mendengar balasan Taeyong. Yuta kira Taeyong bakalan merajuk lagi ketika melihat dan mendengar Yura. Tapi ternyata Yuta salah. Yuta juga bersyukur kalau Taeyong gak membesarkan masalah Yura.
"Kamu beneran? Ngasih aku buat milih makanan?" Tanya Yuta yang ragu. Pasalnya Taeyong itu terlalu milih dalam makan. Sedangkan Yuta bisa makan apa aja.
Terakhir kali Yuta pergi ke restaurant bebek goreng, Taeyong malah gak makan karena gak suka dan gak pengen makan bebek.
"Iya terserah kamu." Balas Taeyong.
Akhirnya Yuta mengendarai motornya menuju restaurant seafood yang terkenal di daerahnya.
Sampai di restaurant seafood, mereka langsung duduk di bangku yang tersedia, memesan makanan dan minuman yang mereka inginkan, lalu menunggu makanan mereka.
"Kenal Yura darimana?" Tanya Taeyong. Taeyong paling gak suka basa-basi menye-menye, yang membuat masalah tambah besar. Kecuali kalo Yuta udah susah di kasih tau kayak tawuran tadi.
"Aku gak kenal sama dia yang. Dia tiba-tiba ngechat aku, tapi aku gak bales kok. Bukannya menjauh karena aku gak balas chat-tan dia, eh dia malah ngasih aku bingkisan tadi di sekolah." Ucap Yuta dengan jujur, seraya memberikan ponsel miliknya kepada Taeyong.
"Kalo kamu gak percaya, kamu bisa lihat chat-tan aku sama dia. Aku belum apus semua chat-tannya kok." Sambung Yuta.
"Yang. Aku cuma nanya. Aku bukannya gak percaya sama kamu." Ujar Taeyong, memperingati Yuta.
"Aku tau yang. Tapi kan supaya lebih enak aja. Biar gak ada salah paham di antara kita." Ujar Yuta.
Baik Taeyong atau Yuta tidak pernah memeriksa ponsel mereka satu sama lain. Bukannya mereka cuek satu sama lain, tapi mereka benar-benar saling percaya satu sama lain.
Mereka gak mau hubungan mereka penuh masalah hanya karena memeriksa ponsel satu sama lain.
Bagi mereka toh ngapain repot-repot periksa ponsel satu sama lain. Kalo memang selingkuh pun pasti tuhan mempunyai cara-nya sendiri buat ngungkap itu semua.
KAMU SEDANG MEMBACA
REASON FOR LIFE - YUTAE
FanfictionINI CERITA KHUSUS YUTAE SHIPPER! BAGI KALIAN YANG TIDAK SUKA DENGAN SHIPPER ATAU CERITA INI? DILARANG UNTUK KOMEN NEGATIF BAIK DIKOLOM KOMENTAR MAUPUN DIKEHIDUPAN NYATA BAGI PARA MEMBER, NAKAMOTO YUTA, MAUPUN LEE TAEYONG SHIPPER INI MENYANGKUT : YU...
