3. Good Boy

188 14 0
                                        

"Taeyong! Yuta berkelahi lagi dengan Taehyung di lapangan." Teriak Doyoung yang saat ini sudah berada di hadapan Taeyong.

Taeyong meringis, mendengar teriakan Doyoung. Padahal Doyoung ada di hadapannya, tapi Doyoung malah teriak. Mana dia lagi enak nge-gibah bareng Ten, sahabat karib yang sejalan dengan kenakalannya.

Taeyong itu bersahabatan berempat. Taeyong, Ten, Doyoung dan Winwin. Ten dan Taeyong yang suka berbuat onar. Ten sih yang lebih parah, udah gitu Ten suka banget cari cowo yang vibes-nya kayak sugar Daddy kayak Seo Johnny.

Doyoung yang sangat berisik dan sering ceramah seperti Eomma mereka bertiga. Syukur-syukur Doyoung bisa dapetin Kun yang merupakan siswa terpintar di sekolah ini, Kun juga sabar banget ngadepin Doyoung yang berisik.

Dan yang terakhir, Dong Singcheng atau yang sering di sapa serta di panggil Winwin. Winwin sang primadona Neo School yang di incar oleh para lelaki di Neo School. Yuta dan Johnny juga pernah ikut dalam memperbutkan Winwin. Tapi mereka berdua nyerah. Winwin itu susah banget di dapetin, tingkahnya yang cuek plus lemot, membuat orang yang mendekatinya pun gemas dan mengundurkan diri. Tapi ya seperti yang kalian tau. Secuek-cuek apapun orang, pasti bakalan luluh kalo udah nemuin orang yang tepat buat dia.

Yup, Jung Jaehyun, pria yang berhasil merebut hati Winwin, dan menjadikan Winwin sebagai kekasih-nya. Jaehyun berhasil mengalahkan seluruh antero sekolah ini.

"Taeyong cepetan jalan-nya! Itu laki lo lagi ribut di lapangan! Bisa mati mereka berdua!" Titah Doyoung yang sangat gemas melihat jalan Taeyong yang terlewat santai.

"Ya kalo mati tinggal di kubur." Acuh Taeyong. Sungguh, ia sudah sangat lelah memberi tau Yuta dan melarang Yuta untuk berkelahi. Jadi ya, kejadian kayak gini tuh bukan sekali dua kali.

Lagi pula Taehyung-nya sih yang suka banget cari masalah sama Yuta. Udah tau Yuta orangnya emosian dan posesif banget sama Taeyong.

Iya! Taehyung itu suka sama Taeyong. Asal kalian tau! Setelah Winwin dan Renjun, primadona di Neo School itu Taeyong! Kalau Winwin primadona yang di taksir seluruh pria yang ada di sekolah ini. Serta Renjun yang di taksir seluruh pria angkatannya, terutama anak dream. Begitu juga dengan Taeyong. Taryong itu di taksir pria seumuran dirinya! Iya! 95 line dan 97 Line banyak banget yang naksir Taeyong.

Bahkan Jaehyun yang saat ini sudah menjadi kekasih Winwin? Pernah naksir dan mendekatinya juga.

Namun apalah daya kalo Taeyong udah cinta sama Yuta! Cowo lain blur di pandangan Taeyong! Yang ada cuma Yuta, Joong Yoo Tae, dan Nakamoto Yuta!

"Sayang." Panggil Taeyong yang sukses membuat Yuta menghentikan niatnya untuk memukul wajah Taehyung.

"Udah yuk mainnya. Kita pulang." Pinta Taeyong.

Yuta menghela nafasnya kasar, meninju rahang Taehyung, sebelum dirinya beranjak menghampiri Taeyong.

Kan, Taeyong gak usah ngelaurin tenaga buat ngelerai perkelahian Yuta. Cukup berkata seperti itu, Yuta langsung berhenti.

Memang cuma Taeyong doang yang bisa luluhin Yuta. Boro-boro negur, semua yang ada di sekolah ini gak berani misahin Yuta kalau sedang berkelahi. Bisa-bisa mereka yang jadi kena sasaran Yuta, kalau sampe berani meleraikan perkelahian Yuta.

"Udah berkelahinya?" Tanya Taeyong kepada Yuta.

Saat ini mereka sedang jalan bersama menelusuri koridor, menuju ruang UKS.

Yuta menganggukkan kepalanya, merangkul pundak Taeyong. "Udah." Balas Yuta.

Sampai di ruang UKS, Yuta langsung duduk di atas ranjang UKS. Sedangkan Taeyong, ia langsung mengambil kotak p3k, dan mulai membersihkan wajah Yuta yang lebam.

"Kali ini apalagi?" Tanya Taeyong yang sedang memberikan air dingin.

Darimana Taeyong dapat air dingin? Tentumya dispenser air yang ada di dalam ruang UKS.

"Taehyung bilang dia bakal ngerebut kamu. Dia gak akan pernah ngelepas kamu. Dia bilang dia gak suka sama aku. Dia bilang kalo kamu terpaksa jadiin aku sebagai kekasih kamu karena kasihan sama aku." Ucap Yuta yang terlihat seperti anak kecil, yang sedang mengadu kepada orang tuanya, karena telah di ganggu oleh orang lain.

"Plak* Taeyong langsung memukul tubuh Yuta, setelah mendengar pengakuan Yuta.

"Yak Taeyong! Kenapa aku malah di pukul sih?!" Pekik Yuta. Pukulan Taeyong itu gak sakit, cuma Yuta kaget aja karena Taeyong mukul tiba-tiba. Selain kaget, Yuta juga ingin cari perhatian Taeyong. Siapa tau Taeyong langsung minta maaf sama nanya sakitnya Yuta.

Tapi jangan harap! Taeyong udah kebal sama drama yang Yuta mainin. Bukan hanya drama! Taeyong juga percaya semua yang di katakan Yuta. Baik itu jujur, maupun bohong.

Abisan Yuta kalo bohong atau bercanda tuh selalu serius. Jadi Taeyong gak bisa bedain dan kadang suka gak percaya sama omongan jujur Yuta. Tapi entah kenapa Taeyong selalu percaya kalo Yuta bohong, dan tidak percaya kalo Yuta jujur. Bukan cuma Taeyong, tapi teman-teman Yuta juga kayak gitu.

"Aku memukul-mu untuk menyadarkan kebodohan-mu!" Ucap Taeyong yang saat ini sudah menekan lebam Yuta, membuat Yuta meringis tertahan.

"Bodoh gimana soh Yong?" Tanya Yuta, menatap Taeyong bingung.

Pasalnya semua yang di lakukan Yuta itu selalu salah di mata Taeyong. Ya walaupun memang sebenarnya salah Yuta sih.

"Kamu peecaya semua omongan Taehyung?" Tanya Taeyong, menatap Yuta.

Yuta langsung menggelengkan kepalanya. "Tentu saja tidak." Jawab Yuta dengan sangat yakin.

"Terus, kenapa berkelahi sama Taehyung? Kenapa kamu gak diemin aja semua perkataan Taehyung?" Tanya Taeyong.

"Ya cuma pengen aja sih. Habisan seharian ini aku belum berkelahi sama orang. Jadi ya, mumpung ada yang cari masalah, aku ladenin aja." Ucap Yuta yang langsung di balas dengusan kasar oleh Taeyong.

"Jangan sering-sering berkelahi Yuta. Sayang wajah tampan kamu. Kamu-kan tau kalo aku gak suka sama pria berwajah jelek." Ucap Taeyong.

"Tenang aja. Wajah-ku gak akan jelek. Nanti aku bilang sama lawan-ku sebelum berkelahi, kalau mereka gak boleh memukul wajah-ku." Ucap Yuta dengan entengnya.

"Mana ada!" Sunggut Taeyong kesal.

"Ada Taeyong." Balas Yuta.

"Yuta ish! Aku serius tau! Kamu jangan sering-sering berkelahi! Aku gak suka tau!" Peringat Taeyong.

"Iya-iya, aku gak akan berkelahi lagi. Maksud-nya gak sering." Ucap Yuta.

Kan Yuta udah bilang, kalo Yuta tuh pasti bakalan nurutin semua permintaan Taeyong, kecuali kata putus.

"Janji?" Tanya Taeyong yang sudah memberikan jari kelingkingnya untuk di tautkan.

Yuta tersenyum, menatap jari kelingking Taeyong dan wajah Taeyong secara bergantian.

"Janji." Jawab Yuta, lalu menautkan jari kelingking-nya, ke jari kelingking Taeyong.

Taeyong tersenyum melihatnya. Ia langsung mencium pipi Yuta. "Good boy."

REASON FOR LIFE - YUTAECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang