🔟

1.1K 132 43
                                    

Sasuke pikir hatinya sudah mati rasa.
Sasuke pikir dia tidak akan merasakan lagi yang namanya rasa rindu.
Dua tahun terakhir, Sasuke tidak pernah merasakan rasa bahagia. Perasaan yang membuatmu ingin tersenyum tanpa bisa kau cegah.
Sasuke pikir dia sudah tidak memiliki semua itu lagi.
Ternyata ia salah.
Dia masih memilikinya. Hatinya masih memiliki rasa.

"Sasuke-kun!"

Sasuke tidak pernah menyangka, hanya melihat wanita paruh baya bersurai merah  berlari ke arahnya dengan terburu-buru, wajah tersenyum namun berurai air mata, serta sepasang mata yang selalu ia ingat memang penuh kelembutan setiap kali menatapnya, akan membuat Sasuke merasakan kembali semua rasa.

Tak cukup hanya berdiri, tanpa terkendali ia ikut berlari menyambut wanita itu. Tak peduli dengan lukanya, Sasuke segera melingkarkan kedua lengannya ke tubuh yang penuh kehangatan milik wanita yang paling dikasihinya. Tidak mampu membendung air matanya ketika ia merasakan pelukan yang terlalu erat dan isak tangis dari ibu angkatnya tersebut.

Uzumaki Kushina tidak mampu mengeluarkan kata. Berkali-kali ia hanya mampu mengusap seluruh wajah dan rambut Sasuke. Matanya basah, bibirnya gemetar namun selalu dipaksakan tersenyum. Kushina tidak keberatan harus terus berjinjit ketika membelai wajah tampan putra angkatnya itu.

"Kau baik-baik saja? Kau kelihatan sangat kurus, Sasuke-kun,"

Sasuke hanya mampu mengangguk dan menggeleng di setiap pertanyaan bibinya. Berusaha memberikan senyum terlembutnya. Sasuke ingin mengatakan kata rindu, namun bibirnya kelu. Sasuke ingin mengucapkan kata maaf, tapi hatinya terlalu sakit.

"Kau... Kau tidak tahu, bagaimana... Bibimu ini sangat merindukanmu, Nak,"

Sasuke meremat tangan hangat Kushina yang berada di pipinya ketika wanita itu membisikan setiap kalimat dengan susah payah karena isak tangisnya.

Ia juga merasakan hal itu. Tapi kenapa begitu sulit untuk mengatakannya.

"Bibi mohon, jangan pergi lagi ne~" pintanya begitu putus asa.

Sasuke mengangguk cepat. Air matanya kembali keluar tanpa suara.

"Ka- kalau memang ada tugas atau ada sesuatu, tentu saja kau bisa pergi, tapi harus bilang pada paman dan bibimu. Dan... Dan jangan lupa... Jangan lupa pulang lagi, ne~"

Sasuke tidak sanggup lagi melihatnya. Ia segera memeluk kembali wanita itu dengan erat.

Bukan bibi Kushina yang harus memohon padanya. Bukan pamannya yang harus pergi dari Konoha hanya untuk menjemputnya. Sasuke lah yang harusnya memohon kepada mereka, karena ialah yang berhutang budi kepada mereka.

"Maafkan aku, Bibi. Aku akan kembali, Bibi tidak usah menangis lagi, aku pasti akan pulang," katanya meyakinkan.

Pelukan yang semakin erat dan isak tangis yang semakin keras menjadi pertanda, walaupun tanpa kata, kepulangannya akan selalu diterima.

*****
POLARIS
Chapter 10

NaruSasu Fanfiction
Boys Love
Original by Masashi Kisimoto

*****
Sedikit pemberitahuan, mulai chapter 10 ini tidak saya beri judul, karena setiap chapter tidak akan sepanjang cerita pada umumnya, jadi takutnya satu chapter belum mencakup point/masalah utama. Jadi untuk keamanan, saya hanya isikan nomer chapter saja.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Dec 10, 2021 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

POLARISTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang