[ FOLLOW DULU YA SEBELUM BACA ]
Ini kisah dua insan yang di pertemukan oleh sebuah takdir. Takdir lah yang membuat mereka bertemu dan akhirnya bersama. Saling melengkapi kekurangan masing-masing. Banyak perbedaan di antara mereka berdua. Salah satu...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Balapan motor yang di tunggu tunggu oleh banyak orang. Dua ketua geng yang saling bermusuhan sudah bersiap dengan motor masing-masing. Aaron di sebelah kanan ketua dari Blood Spear dan di sebelah kiri ada William kedua dari geng white Diamond.
"SEMUA SIAP?! "
1
2
3
Kedua motor tersebut sudah melaju dengan cepat di depan ada William yang terlihat begitu lihai membawa motor. Begitu pula dengan Aaron tidak kalah lihai dan juga ia tak kalah cepat dari William. Bahkan Aaron sudah berada jauh di depan William.
Ketika melihat Aaron berada di depan nya yang sudah jauh darinya membuat dirinya mengeram marah ketika Aaron melewati nya begitu cepat.
Di tempat penonton, banyak yang menunggu siapa pemenang malam ini. Vanya terlihat cemas, jujur saja ia sangat mencemaskan Aaron karena ia tahu betapa licik William.
Namun baru beberapa menit yang lalu pertandingan di mulai, motor Aaron sudah terlihat. 1...2...3... Aaron mencapai garis finish. Anggota Blood Spear bersorak senang. Mereka langsung menghampiri Aaron, begitu pula dengan Vanya.
Semua memberikan selamat kepada Aaron. Memang Aaron tidak perlu di ragukan lagi. Ia memang sangat ahli jika berhubungan dengan motor ataupun mobil.
"Selamat" ucap Vanya memberikan selamat.
Aaron mengangguk.
Aaron berjalan menghampiri William yang terlihat sangat marah karena dirinya kalah.
"Tepatin janji lo" ucap Aaron lalu pergi dari sana di ikuti dengan yang lain.
"Club yok" ajak Agler.
"Skuyyy "
Aaron menatap Vanya yang juga berminat.
"Lo pulang" suruh Aaron.
Vanya menatap Aaron malas.
"Mau ikut dong" pinta Vanya dengan wajah imut nya.
"Gak ngaruh sama gue" ucap Aaron.
Vanya mencebik kan bibir nya ke bawah.
Drtt... Drt... Daddy Calling...
Vanya langsung mengangkat telpon.
"Kenapa Dad? "
"Daddy sama Papa pulang telat"
"Emang kalian kemana? "
"Di club lagi ngecek ngecek "
"Vanya ke sana ya. Sekalian ajak yang lain"
"Ok"
"Otw yang Dad "
"Iyaa"
Sambungan telepon terputus. Semua menatap Vanya, ingin tahu siapa yang menelpon nya.