[ FOLLOW DULU YA SEBELUM BACA ]
Ini kisah dua insan yang di pertemukan oleh sebuah takdir. Takdir lah yang membuat mereka bertemu dan akhirnya bersama. Saling melengkapi kekurangan masing-masing. Banyak perbedaan di antara mereka berdua. Salah satu...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Di pagi yang cerah tetapi tidak secerah wajah Vanya. Vanya tengah bersiap untuk pergi ke sekolah. Ia sangat kesal dengan Daddy dan juga Papah nya yang masih juga belum memberi kabar kepada dirinya, dan juga dirinya kesal tadi malam tidak bisa tidur karena luka di sekujur tubuh nya.
Vanya sudah siap dengan pakaian sekolah nya. Jangan mengambil masker yang kemarin dia beli untuk menutupi luka di wajah nya. Setelah itu Vanya pun turun ke bawah untuk sarapan pagi.
Di bawah Vanya melihat sudah ada Dania yang sedang duduk di meja makan menikmati sarapan.
"Sejak kapan di sini beb? " tanya Vanya sembari duduk di samping Dania.
" Sejak dari tadi" jawab Dania.
Dania menatap Vanya yang tidak menyentuh sarapan nya.
"Gak sarapan lo? " tanya Dania.
Vanya menggeleng. Awal nya Vanya berniat sarapan namun ada Dania tidak mungkin Vanya membuka masker nya, bisa bisa Dania tahu luka yang ada di wajah nya.
"Enggak deh udah kenyang" jawab Vanya.
Mata Dania menatap Vanya, mengamati wajah Vanya.
"A-apa sih lo? " tanya Vanya dengan gugup.
Vanya takut Dania melihat luka di wajah nya.
"Tumben lo makek masker? " tanya Dania.
"La-lagi flu gue" jawab Vanya.
"Lo lagi gak bohong kan? "
Vanya menggeleng tegas.
"Udah yuk berangkat keburu telat" ajak Vanya.
Dania mengangguk.
"BI kita berangkat sekolah dulu ya" pamit Dania dan Vanya.
"Hati-hati non"
Dania dan Vanya pun berangkat ke sekolah. Karena Dania datang menjemput jadi nya mereka berangkat dengan mobil Dania.
Di perjalanan menuju sekolah Vanya tertidur karena sungguh tadi malam ia tidak bisa tidur.
Jarak rumah Vanya ke sekolah tidak begitu jauh. Mobil Dania masuk ke dalam gerbang sekolah, Dania memarkirkan mobil nya di tempat khusus parkir mobil.
Dania mengamati Vanya yang tertidur, entah mengapa ia curiga kepada Vanya. Tangan Dania terangkat membuka masker Vanya, dan betapa terkejut nya Dania melihat banyak luka di wajah Vanya.
Vanya menggeliat dari tidur nya, cepat cepat Dania kembali memasang masker Vanya, dan berusaha bersikap biasa saja.
"Kebo lo tidur mulu" ejek Dania.
"Emang udah sampe? " tanya Vanya.
"Menurut lo? "
Dania membuka pintu mobil, keluar dari mobil di ikuti Vanya.