Kamis, 022-005-1920
AFSC Zephyr, Jupiter Colony
"Miranda Berkeley. Subyek tes Hybrid #101. Nggak nyangka ada yang sama kayak gua." ujar Trey pelan. Ia mengambil nafas.
"Awalnya aku juga sama terkejutnya kayak kamu. Dan kamu beda, nggak kayak yang aku kira." ujar Miranda di belakangnya.
"Emang lu kira gua orangnya kayak apaan?" tanya Trey.
"Yah...aku kira satu-satunya Hybrid yang selamat dari tes dengan fungsi penuh adalah orang yang kuat, buas, dan...perkasa. Aku sama sekali nggak nyangka bakalan ketemu sama yang kayak...kamu." jawab Miranda.
"Iya kayak gimana?! Jawab kek yang bener. Orang biasa juga nggak bakal ngerti kalo elu ngejelasin kayak gitu doang." cibir Trey.
"Yaah...kamu yang...kurus dan kecil, yang nggak bakalan keliatan ke-Hybrid-annya." ujar Miranda sambil mengangkat bahunya. "Tapi...aku berterima kasih banget ya, kamu udah nyelamatin Gardes dan temenku. Aku kira kamu cuman pembunuh berdarah dingin yang nggak punya rasa kemanusiaan." ujar Miranda sambil tersenyum kecil. Tetapi sekejap kemudian, Trey menatap Miranda tajam.
"Jangan sangka gua nyelamatin temen kecil lu itu karena gua kasian. Gua rela ngelakuin apa aja buat ngedapetin R3 Lollipop di tangan gua. Temen lu kebetulan aja ada di dalem kokpitnya pas gua hook. Sumber data yang mesin itu punya...bener-bener bermanfaat. Gua tau sih, Anagram ngeluarin banyak model dan varian di seri R3, tapi Long Range itu unit yang bener-bener fungsional di segala macem medan pertempuran." ujar Trey, menjelaskan seberapa penting Gardes yang Miranda miliki itu. Sebaliknya, Miranda terkejut dengan ucapan blak-blakan yang Trey katakan barusan.
"Kenapa sih kamu nggak punya rasa kasihan sama Hybrid yang lain?" tanya Miranda kesal. Tapi justru Trey memandang Miranda penuh amarah.
"Jangan samain gua sama elu. Gua ada di level yang jauh lebih tinggi daripada elu, yang masih bisa mati kena peluru kecil doang. Gua nggak peduli lu subyek nomer berapa, tapi yang pasti gua lebih baik daripada lu. Hidup gua udah dipenuhin keberuntungan dari lahir, tapi lu? Elu beruntung udah lahir." ujarnya seakan-akan gadis didepannya itu hanyalah sebuah anak kecil yang tidak tahu apa apa.
Air membendung di mata Miranda. Ia mengutuk nasibnya. Harus diselamatkan oleh seorang 'Ksatria' yang sedikitpun tidak punya rasa kemanusiaan, dingin dan bersuara seperti seorang pembunuh, yang sama sekali tidak peduli apakah Miranda berada dalam keadaan baik atau tidak. Tetapi kemudian ia menyadari seauatu, dan air matanya mulai menetes, dibarengi dengan senyum.
"Terima kasih." ujar Miranda.
"Buat apa? Gua nggak inget ngebaikin lu deh."
"Bukan. Aku...berterima kasih karena kamu tidak membunuhku, walaupun tadi banyak kesempatan yang ada."
"Jangan senang. Udah gua bilang kan? Elu tuu beruntung udah hidup." balas Trey, kali ini dengan nada yang berbeda.
Tidak lama, R3 mendapatkan sinyal dari Miles.
"Trey?! Trey?! Bisa denger nggak?" tanya Miles.
"Iya denger. R3 Long Range Purpose udah diambil. Kita dateng dari koordinat (-372,21), siapin Gate 3."
"Roger." jawab Miles. R3 Stone pun mendekati subcolony Astraea. Begitu sampai, Trey pun menggerakkan Lollipop untuk dibawa ke hangar. Sedangkan, Miranda hanya memperhatikan sekitar. Hampir semua orang yang ia lihat di panoramic monitor-nya menggunakan seragam sekolah AFA.
"Selamat datang di AFSC Zephyr. Tempat paling indah dalam radius 12 tahun cahaya. Or so i'm told."
"Seragam sekolah? Aku kira, kalian anggota tim khusus. Memang, siapa kalian?" tanya Miranda begitu R3 Stone berhenti bergerak. Trey tidak menjawab, ia menutup retakan di helm dan pilot suit Miranda dengan patch, kemudian menggendongnya, karena ia masih terlalu lemah untuk bergerak.
KAMU SEDANG MEMBACA
Knights of Sriwijaya
Science Fiction"A Knight will fight till his last drop of blood."
